Tampilkan postingan dengan label 365 day with my blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 365 day with my blog. Tampilkan semua postingan

Senin, Agustus 27, 2012

(365) End of 365 day with my blog

Setahun yang lalu, tepat hari ini, aku mengirim niatan pada sahabatku, Febry Waliulu, untuk menjadi bagian dari keluarga besar 365 day with my blog. Itu adalah sebuah kumpulan non formal, bahkan cenderung kumpulan yang santai (kau bisa ikut atau tidak), tidak mengikat, dan bertujuan untuk melihat ke-konsistensi-an kita dalam menulis blog.

One day, one blog. 
Satu hari, satu cerita. Seberapa kau sanggup untuk menulis dan 'mengisi' blogmu. setiap harinya. 
365 hari, awalnya kupikir adalah hari yang pendek. Sedikit sekali. Dan dengan keyakinan penuh serta percaya diri yang tinggi, aku menyanggupi untuk ikut. Kupikir akan semudah membalikkan telapak tangan.

Jawabnya adalah TIDAK!
Tidak mudah untuk konsisten menulis di blog setiap hari. Selalu saja ada yang terlewat. Malas, bosan, bingung, penat, lelah, tak ada yang ditulis, atau banyak lagi alasan yang memaklumkan kita untuk jeda menulis blog.

Sekarang, hitung saja, dari 365 hari, aku hanya bisa menuliskan 148 tulisan. Menjadi 149 tulisan, jika tulisan hari ini diikutsertakan. Dan persentase dari itu kurang dari 50 %, hanya 40 sekian%. Dan kau tahu artinya? Tidak mudah menuliskan blog setiap hari. Padahal yang kita tulis adalah kejadian yang kita alami, atau pengetahuan baru yang kita dapat. Sebenarnya mungkin tidak sulit, hanya malas^^

Well, apapun itu, aku sudah menyelesaikan tugasku. Dan aku gagal memenuhi 365 hari. 
Menulis bukanlah hal yang mudah. Bukan pula hal sulit. Tantangan menulis adalah pikiran kita sendiri dan lahan kosong dihadapan kita.

Sabtu, Agustus 25, 2012

(363) Malang, I'm coming

Main ke Malang. Biasa, ritual setiap lebaran adalah ziarah ke makam leluhur ^,^. Karena baru bisa hari ini, maka hari inilah kami sekeluarga berangkat. 

Macet? Tentu saja. Apalagi ini weekend. Waktunya orang pada berlibur. Tapi, nggak sampai parah sih. Masih bisa jalan.
Tujuan pertama langsung nyekar ke makam eyang. Beli bunga dulu di alun-alun kota Batu. Terus nyekar. Setelah itu, jalan lagi menuju ke rumah adik eyang putri yang masih sehat wal afiat. Terus kerumah bude-pakde di daerah Batu.
Dirasa sudah selesai dikunjungi semua, saya bilang sama bapak, gimana kalau kita main dulu ke Matos? Adik-adik sih, langsung bilang yes. Karena dua banding tiga (anak-anak vs ortu) maka, dengan 'senang hati' bapak mengantar kami ke Matos. 
Makan malam di Food court-nya. Nraktir Bapak-Ibu. Habis makan, dengan wajah pengen, adik minta ijin nonton dulu. Itupun kalau bapak-ibu nggak capek. Maklum, adik bungsuku, sampai usianya 17 tahun ini, nggak pernah sekalipun merasakan nonton bioskop. 

Di ijinkan. 
Dan film pertama yang dia tonton adalah....Perahu Kertas.
Congratulation, sist.....
Kemudian kami pulang, dan sampai rumah pukul setengan tiga pagi. 
Cape' deh....

Kamis, Agustus 23, 2012

(361) Hari Pertama Masuk Kerja

Horeeeee... akhirnya masuk kantor lagi.
Sebenarnya nggak sesenang itu juga, sih. Masih ada rasa malas dan ingin tidur lagi. Pengennya nambah seminggu lagi liburnya. Tapi, percaya deh, mau ditambah seminggu atau sebulan lagi, yang namanya masuk setelah libur panjang itu selalu saja malas. Selalu saja pengen di tambah. 
So, dinikmati saja. ^^
Hari pertama, masih atmosfer lebaran, apa lagi kalau bukan salam-salaman. Saling memaafkan dan dimaafkan. Semoga dosa dan kesalahan selama setahun ini, yang sengaja atau nggak sengaja dilakukan, bisa di maafkan. Amin. 
Karena, konon katanya Allah SWT hanya akan memaafkan hamba-Nya, kalau dia sudah dimaafkan sama saudaranya. ^^
Benar-benar nuansa lebaran. Seharian full dengan salaman. Semangat kerja jadi kendur sedikit. Bagaimana kalau kerjanya full mulai hari senin saja?
Saya rasa banyak yang setuju, hehehe...
Maaf lahir batin, ya...

Rabu, Agustus 22, 2012

(360) Piket hari terakhir llibur

Hari terakhir libur idul fitri, malah dihabiskan dengan piket di kantor. Resiko menjadi orang yang rumahnya paling dekat dengan kantor, ya ini. Kalau nggak kebagian pas idul fitrinya, berarti yang mendekati setelah hari raya. Tapi, tetep semangat dong. Harus dikerjakan. 
Males sendirian, saya mengajak adik bungsu, Vira. Lumayan lah, iming-iming wifi gratis dan dibeliin cilot akhirnya dia mau ikut juga. Begitu sampai kantor, ternyata barenganku ga ada yang datang. Yang ada malahan bapak-bapak yang lagi lembur. Untung ajak adik, jadi ada yang diajak ngobrol. 
Jadwal jaga mulai pukul 7 pagi sampai dengan 1 siang, realitanya datang jam setengah 10 pagi, pulang jam setengah 1 siang. Benar-benar deh. Sepertinya jadwal piket dan nama-nama diatasnya hanya sebuah formalitas. Asal ada laporan sama Kepala Dinas, aman deh. 
Malamnya, nggak tahu kenapa pengen aja main ke kantor. Pas lihat gerbang kebuka dan lampu kantor menyala, saya mampir. Ternyata bener, ada beberapa bapak dari bidang perdagangan-bidang saya- yang tengah piket di dalam. Masuk saja, dan apa yang saya temukan?
Taraaaa.... Lontong sayur. Nggak tahu kenapa kok ga ada bosen-bosennya ya sama tuh makanan. 
Btw, Alhamdulillah Ya Rabb.

(359) Reuni SMA 30 Angkatan

Hmm, apa ya yang bisa diceritakan? 
Reuni...
Bertemunya kembali wajah-wajah lama, nama-nama lama, dan kenangan lama.
Hahaha, kenangan lama ya? Tapi, bukankah kalau kenangan lama itu justru yang sakit-sakit? Tapi, hari ini kami malah tertawa bersama, seolah hanya ada kebahagiaan saja.

Kalau dipikirkan memang benar begitu ya? Kenangan itu seolah nada pada not balok. Tidak melulu merdu, kadang juga sumbang. Itulah yang menjadi harmonisasi sebuah nada. Sebuah kehidupan. Dan hari ini, kami memainkan harmonisasi itu dengan tawa, bukan lagi dengan air mata.

Yup, satu lagi yang membuat ini luar biasa. Reuni kali ini ada 30 angkatan. Mulai dari lulusan tahun 1980 sampai dengan 2012. Hitung saja berapa manusianya yang datang jika satu angkatan jumlahnya paling tidak 200an murid. 
30 Tahun. Cukup lama kan? Guru-gurunya saja banyak yang sudah berganti wajah. 
Tapi, sayang sekali tidak semua orang bisa hadir. Angkatanku saja yang 2003 hanya beberapa orang yang datang. Mungkin tidak sampai seratus, atau paling nggak, tidak sampai 150 lah. 

Dan kami justru lebih memilih untuk membuat acara sendiri di luar sekolah ketimbang harus menunggu acara itu sampai selesai. Kami lalu pergi ke sebuah pondok makan, yang suasananya lebih santai. Makan siang bareng disana, sambil ngobrol banyak hal. Seneng banget.

Apa? Kau bertanya apakah aku bertemu dengan masa laluku?
Tidak. Dia tidak datang. Mantan calon suamiku itu tidak datang. Mungkin ada acara lain.
Orang yang kusukai?
Ah, dia juga tidak datang.
Tapi, sungguh, demi Allah, tanpa mereka berdua saja aku sudah sangat senang, melampui senang karena apapun. 
Subhanallah. Alhamdulillah Ya Allah.
Semoga Allah Yang Maha Pengasih masih berkenan memberikan kami semua umur untuk dapat kembali bertemu suatu hari nanti.
Amin

Senin, Agustus 20, 2012

(357) Maaf lahir batin ya...

Tak ada yang ingin ditulis hari ini, kecuali....
 MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR BATIN
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1433 H
Maaf atas segala kesalahan, baik yang sengaja atau tidak sengaja.
Mohon maaf atas segala tulisan yang mungkin sudah menyinggung beberapa pihak. 
Dari hati yang paling dalam, saya benar-benar mohon maaf.
Semoga kita bisa menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya, dan tetap selalu istiqomah dengan segala kebaikan yang kita lakukan.
Amin... Amin... Amin...

Minggu, Agustus 19, 2012

(356) Buka Puasa di Pizza Hut

Takbir sudah berkumandang sejak menjelang maghrib. Tanda bahwa ini adalah hari terakhir puasa kami. Artinya Ramadhan sudah usai, tinggal pengesahannya saja esok hari pas sholat ied. 

Sungguh menyesakkan ketika bulan Ramadhan ini akhirnya berlalu. Ada harap yang diselingi embun bening di sisi mata, akan bertemu kembali dengannya tahun depan. Amin.

Hari terakhir berbuka puasa ini dimanfaatkan oleh Bapak untuk mengajak keluarganya makan di Pizza Hut Jember. Menempuh perjalanan satu jam lebih karena macet, maklum banyak yang takbiran di jalanan. Ratusan kembang api tak berhenti dinyalakan selama perjalanan kami. Sepanjang jalan warnanya yang indah menghiasi langit pekat.

Sampai di sanapun, kami nggak bisa langsung masuk. Antrian yang panjang karena banyak sekali pengunjung malam ini. Sepuluh menit kemudian, baru kami dipanggil masuk. 
Kami pesan paket delight 4, salad, soup, satiago coffee, garlic bread, dan beberapa balon bentuk lucu-lucu, hahaha. 

Suasana yang luar biasa. Bukan karena tempatnya, tapi lebih karena kebersamaannya. Suasana istimewa inilah yang selalu membuat kami merindukan bulan Ramadhan. Kebersamaan dimanapun dan sesederhana itu. 
Benar-benar berharap, semoga tahun depan bisa bertemu kembali dengan Ramadhan yang agung.

Sabtu, Agustus 18, 2012

(355) Buka Bersama Tahap 3 dengan Rumah Perubahan

Sore ini, saya mandi lebih awal dibandingkan sore-sore biasanya. Kalau biasanya pukul setengah lima, kali ini saya mandi pukul setengah empat. Sejam lebih awal. Apa lagi kalau bukan karena acara buka bersama yang akan dilaksanakan petang ini. 

Buka bersama (bukber) hari ini dilaksanakan di Gama Resto, sebuah rumah makan 'anak muda' atau biasanya tempat nongkrong anak muda. Menunya juga sejenis makanan cepat saji begitu, seperti steak, ayam krispy, burger dll. Begitu juga dengan minumannya yang sebangsa jus atau milkshake. Tapi, mereka juga sedia nasgor, miegor, dan makanan 'berat' lainnya.

Bukber kali juga merupakan bukber yang istimewa, karena hari ini adalah bukber tahap ketiga bareng Rumah Perubahan (RP). Sebuah yayasan non panti yang menaungi anak-anak yatim. Khususnya di bidang pendidikan. Jadi, RP adalah yayasan yang konsen pada pendidikan anak-anak yatim dengan cara memberikan beasiswa. Harapannya semoga mereka nggak sampai putus sekolah hanya karena nggak ada biaya. Dan menjadi bagian dari mereka merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya.

Pukul lima saya sudah berangkat ke tempat tujuan. Kurang dari sepuluh menit saya sudah sampai. Disana ternyata sedang di adakan absensi. Saya membantu sebisa saya. 
Tarhim sudah terdengar, kami membagikan ta'jil. Setelah itu baru kami memandu anak-anak untuk pergi ke masjid dan menunaikan sholat magrib terlebih dulu.  Sedangkan yang berhalangan, tinggal di tempat dan menyiapkan buka. 

Setelah sholat maghrib, kami pun makan bersama. Terbayang betapa menyenangkannya kami makan. Melihat wajah mereka yang sumringah, sejuk rasanya hati ini. Lelahnya kemarin-kemarin langsung ilang. Subhanallah.
Hanya satu doa saya, semoga saya senantiasa istiqomah menjalankan amanah dan berbagi dengan mereka (adik-adik) yang kurang mampu. Amin.

Rabu, Agustus 15, 2012

(352) Kerja Lagi

14 Agustus 2012, mungkin bisa dibilang hari yang aneh. Saya baru saja sakit dan tidak masuk kemarin, sekarang saya malah harus keliling ke beberapa dinas untuk membagikan honor panitia. Ckckck... Hidup-hidup. 
Yang aneh lagi, meski beberapa kali batuk dan srat-srot-srat-srot, tapi nggak sekalipun merasa capek, lelah, pusing, atau apalah gejalan penyakit lainnya. Syukur, Alhamdulillah Ya Rabb. 
Oke, pertama tugasnya adalah menukarkan uang seratus-an ribu dan lima-puluh-an ribu dengan pecahan uang yang lebih kecil. Sudah minta tolong sama Pak Ilyas, yang memang suka bantu-bantu. 
Kedua, cek amplop. Masih ada sisa nggak? Kalau nggak ada, minta tolong Pak Ilyas buat sekalian beliin. 
Ketiga, amplop ada, uang juga ada, sekarang tinggal nata uangnya ke dalam amplop.
Done.
Akhirnya, tugas yang melelahkan dimulai. Keliling.
Berangkat!!!

Ya Rabb, semoga di lindungi saya ini, ya! Amin.

Selasa, Agustus 14, 2012

(351) Sukses Sakit!!

Dikarenakan sakit yang semakin parah *hidung bengkak, kepala tambah pening, mata sudah berarir terus, batuk tiada hentinya, badan juga mulai demam* akhirnya membuat tubuh ini memang harus di istirahatkan. Di tidurkan sejenak untuk me-refresh diri sendiri. Memberikan kesempatan bagi titipan Allah untuk merasakan ketenangan sebentar setelah beberapa hari sudah melalui tekanan pekerjaan yang menurutku sendiri memang berlebihan. (terlalu lebay ya? ^^)
Akhirnya, hari ini aku memutuskan untuk tidak masuk kerja. Sehari saja aku rasa sudah cukup untuk men-charge badan dan pikiran. Aku sudah kirim pesan untuk minta ijin pada Kepala Bidang dan teman penyuluh. Hahaha, kalau mengingat itu aku jadi ingin tertawa. Yaaa, minimal senyum-senyum sendiri lah. Jaman dulu, kalau nggak masuk kantor (seperti nggak masuk sekolah) entah karena sakit atau ijin keperluan keluarga, orang tuh harusnya kirim surat yang ditujukan pada Kepala Dinas/Kantor/Instansi. Nah ini, malah cuma sms doang. Hahaha, jaman-jaman. Mentang-mentang sudah kemajuan teknologi, masalah beginian ikutan maju. Maaf, ya, maaf :)
Eniwey, hari istirahat yang aku harapkan, nyatanya nggak seratus persen bisa di dapat. Karena, meskipun sudah ijin sakit, tetap saja telepon genggam itu masih berbunyi beberapa kali. Ada beberapa kegiatan yang harus di tanyakan ke aku. Alhasil, mau nggak mau, dalam tidur itu, masih saja ngurusin hape berbunyi. Huffh...
Ya Allah, karena meski libur aku tetap kerja (dirumah) semoga saja besok sudah sembuh, atau mendingan lah. Amin.

Minggu, Agustus 12, 2012

(350) Alhamdulillah, saya sakit.

Hari ini menulis di blog untuk curhat^^.
Mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya dan tak terhingga pada Allah SWT. atas kesehatan yang sudah diberikan tanpa perhitungan. 
Beberapa hari kemarin, ketika saya mau sakit, dengan senyum dan sedikit merayu, saya mohon sama Allah SWT. untuk di pending dulu sakitnya. Bukan apa-apa, lantaran waktu itu kegiatan sedang padat-padatnya. Kalau sakit, bisa nggak maksimal hasil kerjanya. 
Saya minta sama Allah, supaya sakitnya dipending samapi kegiatan ini selesai. 
Dan, holaaaaa.... saya sakit!
Flu, batuk, panas ~~~> Di kombinasi jadi satu. Paket lengkap. Hidung mampet saat tidur, cukup menganggu. Tenggorokan gatal luar biasa kalau kena angin, akhirnya mendatangkan batuk. 
Namun, sungguh Alhamdulillah, meski mampet dan tenggorokan gatal yang hanya bisa dihilangkan dengan guyuran air di tenggorokan, saya masih bisa puasa.
Alhamdulillah.
Saya nggak boleh meratap atau ngeluh dong. Karena ini pinta saya. Alhamdulillah, kegiatan lancar. Alhamdulillah sakitnya juga nggak terlalu parah.
Semoga cepat sembuh, ya Ya Allah. 
Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih.

Rabu, Agustus 08, 2012

(345) Pembukaan yang melelahkan

Akhirnya hari yang 'melelahkan' datang juga. Pembukaan pasar ramadhan 1433 H.
Persiapan selesai dengan baik. Hal-hal besar yang berdampak pada kemungkinan acara ini berhasil atau justru melahirkan kemaluan besar, sudah di antisipasi. Semoga, demi Allah, semoga saja acara ini sukses. Jikalau ada kekurangan, semoga bisa teratasi atau dimaklumi.

Yang paling 'bahaya' adalah saat pembagian bingkisan, dimana meski levelnya pejabat, yang notabene bisa beli sendiri, namun ada kekhawatiran para ibu-ibunya malah berebutan. Akhirnya jalan satu-satunya adalah saya dan beberapa rekan menyiapkan sejenis kupon, kemudian memberikannya saat tamu tanda tangan dan menukarkannya setelah acara pembukaan selesai. Mirip resepsi begitulah.

Singkat kata-singkat cerita, syukur alhamdulillah yang luar biasa pada Allah, bahwa acara ini berhasil. Alhamdulillah.
Sudah, saya cerita tentang pasar ramadhan ini sampai disini saja. Capek, Ngantuk, dan saya tidur dulu ya.

Senin, Agustus 06, 2012

(344) H-1 : Begadang

Kurang sehari lagi, acara yang bikin beberapa hari ini nggak bisa tidur... atau kurang tidur... atau tidur tapi nggak berkualitas^^... atau tidur tapi mimpi buruk, akan digelar. Persiapan makin sibk dan ribet. Tahu sendiri kan, suatu perayaan paling berkesan dan paling banyak pengalaman adalah justru pada saat persiapannya. 

Mulai dari ambil bahan bingkisan yang nggak sedikit, ambil tas yang buat bingkisan di tukang sablon, sampai harus rela mandi jam setengah delapan malam karena keribetan masukin bahan bingkisan dalam tasnya. Bayangkan bingkisan sebanyak 115 ditata dirumah, alamak... jadilah satu ruang tamu full. 

Bingkisan udah kelar, mandi juga udah, sekarang berangkat ke TKP alias tempat kejadian perayaan. Naik motor, berdingin-dingin menuju tempat itu. Sebenarnya ini adalah perayaan tahunan, pas ramadhan dan menjelang hari raya idul fitri. Namanya Pasar Ramadhan. Event dimana konon kabarnya harga sembako dijual murah. Nggak tahu juga seberapa (^_^)
Meskipun tahunan, tapi masih saja selalu kelabakan kalau sudah mendekati harinya. Hal-hal sepele justru banyak yang terlupa dan ingat pada detik-detik terakhir begini. Misalnya saja, bunga untuk hiasan, gunting untuk pengguntingan pita oleh Bu Wabup, buat daftar hadir, beli bolpoin untuk tanda tangan daftar hadir, dan hal kecil lainnya. Tapi, Alhamdulillah Allah menyertai saya atau lebih tepatnya meridhoi kegiatan ini, sehingga hal kecil yang terlupa itu  segera bisa diatas. Alhamdulillah, makasih, Ya Rabb.

Kembali ke perjalanan menuju TKP, begitu sampai disana, suasananya sudah ramai. Jam tangan menunjukkan pukul delapan malam. Tenda-tenda sudah mulai didirikan. Bahkan beberapa pengisi tenda banyak yang hadir untuk membantu persiapan dan penataan meja kursi di masing-masing tenda. Alhamdulillah dua kali ya, Rabb. Sempat ngobrol sama beberapa IKM yang ikut, responnya baik. Baik banget malah. Biarpun malam dan banyak angin hingga jadi dingin, tapi nggak sedikitpun mengurangi semangat mereka. Berarti, kami nggak boleh kalah semangat. Alhamdulillah tiga kali Ya Rabb.

Beres sana-sini, tata sana-sini, akhirnya selesai juga jam setengah 11 malam. Nggak seratus persen sih, masih ada beberapa yang harus dibenahi. Tapi, mengingat sudah malam, saya minta ijin untuk pulang duluan. 
Pamit sih jam setengah 11, tapi pulangnya malah jam 11 tepat. Alhamdulillah berkali-kali ya Rabb, terutama untuk kelancaran dan kesehatan yang Engkau berikan pada kami, para petugas. Semoga besok diberi lancar lagi.

(343) Pak Gub, jangan membarengi dong!!

Hari minggu harusnya waktu bersantai. Ber-leyeh-leyeh setelah semingguan bergelut sama kertas-kertas yang bikin puyeng. Tapi, pas mau menutup mata buat istirahat sejenak, si henpong ini mendadak bunyi...
Tilililit... tilililit...Tilililit... 
Begitulah bunyinya. Maklum, henpong jaman jahiliyah, jauh sebelum BB dan Android lahir. \(^_^)/
Tak angkat, ternyata bapak kepala bidang yang terhormat yang telepon. Katanya, ada kegiatan Bapak guebrnur pada hari senin tanggal 6 Agustus 2012, perihal pembagian Sembako buat Gakin alias Keluarga Miskin. Ini memang programnya pak gubernur, sih, jadi seluruh instansi terkait yang membawahi bidang ini, WAJIB turut serta untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Jadilah hari Minggu mendadak menjadi hari kerja. Lembur, lembur, lembur.

Mengingat bahwa tanggal 7 Agustusnya Dinasku juga ada kegiatan yaitu Pasar Ramadhan, cukup menyita pikiran dan high preasure banget buat orang perdagangan. Ya, Disperindag jurusan Bidang Perdagangan. Orangnya hanya ada 7 orang, dan harus berpikir untuk dua kegiatan yang bukan skala kecil. Dana yang dipakaipun nggak sedikit. Lebih dari seratus jeti. Ya Rabb, berilah orang perdagangan kekuatan dan kesabaran ditambah ketelitian tingkat tinggi.

Seharusnya sih kalau tidak ditambah kegiatannya pak gub, mungkin kami bisa sedikit bernafas. Tapi, apa daya? Mana bisa menolak atasan. Jadi, Bismillah saja deh. Semoga Allah selalu bersama kami.

Pesan kami, sih... Tahun depan, jangan bareng-bareng dong, Pak Gub, kalau punya kegiatan. Jangan pula mendadak begini. Kami manusia juga lho, bukan robot yang bisa program langsung selesai.

Fiuff...

Minggu, Agustus 05, 2012

(342) Alhamdulillah masih bisa sakit

Sepertinya mau sakit lagi. Ya Rabb, semoga nggak bener ^,^
Sudah setengah jalan menjalani puasa, Alhamdulillah badan masih fit. Eh, beberapa menit yang lalu, tiba-tiba bersin berulang kali, hidungpun langsung beruban menjadi merah. Ya Allah, kalau sudah mulai gatal nih hidung, sudahlah... bakal mau pilek nih.

Sebenarnya aku sangat bersyukur kalau masih bisa sakit, karena apa? Karena dengan begitu aku bisa menikmati dan lebih menghargai masa sehatku. Dan artinya juga itu alarm tubuhku untuk istirahat. Sudah limitnya, katanya. Karena tubuh juga butuh rehat, nggak bisa kita semena-mena terhadapnya, hanya karena kita merasa tubuh adalah milik kita. Bukan, lho, ini hanya titipan dari Allah saja. 

Sugesti, kadang menjadi kekuatan dan obat paling manjur untuk membuat tubuh kita bertahan. Namun, ada kalanya sugesti itu disampingkan dulu untuk memanjakan pemberian Allah ini. 

Hatchii... hatchiii... hatchiiii... tiga kali bersin... Alhamdulillah....

Aku bersyukur bisa sakit, tapi plisss Allah, jangan sekarang ya. Masih banyak tanggung jawab dan pekerjaan yang harus diselesaikan. Saya janji deh akan banyak istirahat dan makan minum bergizi. Setelah tugas ini selesai, boleh deh, diberi sakit. Tapi, jangan lama-lama dan jangan parah-parah ya. Amin.

Jumat, Agustus 03, 2012

(340) Project selama Ramadhan

Pas iseng baca link seseorang, aku menemukan bahwa dia sedang mengikuti sebuah proyek yang diberi nama Magical Ramadhan. Proyek tentang kesyukuran hati, terima kasih pada Allah, berbagi dengan sesama dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Penasaran, aku mulai membuka file-file yang sudah banyak dalam proyek itu. Sudah sepuluh hari rumahnya proyek itu berjalan. Tertarik ketika membaca hari demi hari. Dalam hati, kenapa tidak mencoba juga?

Dan, well, sejak hari itu, aku mulai mengikuti proyek ini. Saya mulai menuliskan stipa tugas yang diberika. Saya menganggapnya sejenis pe-er tambahan. Semoga saja bisa tiap hari mengerjakan. Dalam blog ini saya memberi dia naman project Ramadhan.
Magical Ramadhan, semoga bisa membawa saya menjadi manusia yang lebih baik, meski tidak dalam bulan Ramadhan. Amin.

Kamis, Agustus 02, 2012

(340) Aku mencintaimu karena Allah, Saudariku

Ada sesuatu yang aneh yang terjadi dalam diriku. Perasaan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Kalau boleh disebutkan, aku tengah jatuh cinta. Bukan, bukan berarti aku tak pernah mengalaminya. Namun, kali ini lain. Aku jatuh cinta pada sebuah sosok, yang aku sendiri belum pernah bertemu dengannya. Aku mengenalnya hanya lewat media sosial, tapi dia membawaku pada perasaan yang tak pernah kurasakan sebelumnya. 

Aku mencintai dia, perempuan yang mencintai seorang lelaki yang kukagumi.^^

Aneh kah? Semoga tidak. Aku mencintai perempuan itu karena Allah. Bagaimana setiap kata dan keyakinannya atas apa yang sudah ditulis dalam hidup, begitu membuatku terkesan. Perempuan itu, hampir punya sifat yang sama dengannya. Keyakinan dan kepercayaan yang kuat pada coretan Illahi. Itu mungkin yang membuat dia begitu mencintai perempuan ini. Dan akupun jatuh cinta padanya. Perempuan berjilbab yang mengajarkanku tanpa dia sadar. 

Kau luar biasa untuk usiamu yang masih muda. Dan aku takjub dengan itu.  Aku bersyukur mengenalmu. Aku bersyukur menjadi temanmu. Meski kita punya cinta yang sama, namun aku bersyukur kau 'rival'ku. Aku bersyukur karena dia pasti akan bahagia bersamamu. Dan berterimakasih atas penjagaanmu padanya. Terima kasih atas penerimaanmu karena aku sempat sedikit 'mengacau' dalam hubunganmu, hahaha. ~~~> tersebab karena aku tak pernah tahu bahwa kamu ada saat itu. 

Meski begitu, aku ingin meminta maaf karena perasaanku belum bisa mengatakan untuk melepas dia. Aku masih mencintainya ~~> semoga juga karena Allah. Karena bagaimanapun, dia merupakan titik balik kehidupanku. Yang membuatku selalu ingin menghadap-Nya, selalu ingin membaca tulisan-Nya, dan selalu bersyukur masih bisa meneteskan air mata di hadapan-Nya. Maaf ya. Tapi bagiku, perasaanku bukanlah hal yang penting. Yang penting adalah kebahagiaannya. Tak peduli dengan siapa nantinya dia, aku berdoa semoga dia selalu bahagia. Begitu juga dengan perempuan ini. Semoga Allah senantiasa melimpahi perempuan yang baik hati ini dengan kebahagiaan. 

Aku menangis setiap kali mengingat perempuan ini. Betapa Allah sangat menyayanginya. Dan aku berharap semoga kelak Allah akan menyayangiku juga seperti dia. Mempunyai keyakinan pada Sang Maha Hidup sekuat atau mungkin bisa lebih kuat lagi ^^. 

Terima kasih, saudaraku. Insya Allah tetap mencintaimu karena Allah.


Rabu, Agustus 01, 2012

(339) Setelah hari 12

Subhanallah, sudah masuk puasa hari ke 12 ya. Alhamdulillah diberikan lancar dan kemudahan. Puasa kali ini, nggak tahu apakah karena cuaca yang dingin atau karena hal lain, ngrasa cepat sekali. Atau lebih bisa dibilang, nggak terasa. Kayak baru sahur, eh udah buka lagi. 

Selama 12 hari ini, insyaAllah banyak hal yang dipelajari. Mulai jarang atau mengurangi marah, tidak mengeluh lagi, mencoba selalu bersyukur dan memperbaiki ibadah. Yang tadinya akhir waktu sholatnya, sekarang belajar untuk menyegerakan sholat ketika adzan berkumandang. Kemudian, memperbanyak mengaji. Dan nggak tau kenapa, aku merasa senang saja membaca ayat alquran. Apa karena momen ramadhan. Sepertinya pengen tiap selesai sholat terus baca. Kemarin pertama kali baca pas bulan ramadhan itu, mulainya di juz 8. Sekarang, sudah 12 hari berlangsung sudah mencapai juz 14. Subhanallah. Pengen suatu hari nggak cuma khatam tulisan arabnya saja, tapi juga khatam artinya. Karena kadang, malas saja membaca arti dari Alquran. Mungkin karena aku merasa kalimatnya diulang-ulang atau bagaimana ya? ^^ Tapi, beberapa hari ini juga sudah mulai membaca artinya meski tidak seluruhnya.
Aku berharap, semoga ini tidak hanya berlangsung di bulan ramadhan saja. Melainkan bisa di-istiqomah-kan untuk sebelas bulan kemudian, sampai bertemu lagi dengan ramadhan. Kemudian berusaha lebih baik lagi, begitu seterusnya. Amin

Senin, Juli 30, 2012

(337) Aku tak ingin mengeluh lagi :)

Aku tak lagi ingin mengeluh, Tuhan. Aku sedang belajar menerima Ketetapan-Mu Yang Maha Tahu mana yang terbaik bagiku dan kehidupanku. Aku sedang berusaha untuk belajar meyakini, bahwa apapun yang terjadi padaku, itu memang sudah seharusnya. Dan saat itu, aku bisa berhenti khawatir, karena Tuhan tak akan membiarkanku sendirian. 

Aku berharap atau mungkin lebih tepatnya ingin memiliki keyakinan kepada-Mu sekuat yang dia miliki. Dia , seseorang yang membuatku belajar, bahwa semua yang berjalan di bumi ini sudah ada tulisannya di Lauhul Mahfudz. Tinggal kita menjalaninya dengan doa dan usaha. Dia, seseorang yang membuatku belajar untuk selalu menunaikan kewajibanku sebagai manusia kepada Tuhanku. Belajar bersujud lebih lama, untuk memohon ampun, dan belajar menerima segalanya sebagai pelajaran seraya mencoba melihat setiap hikmah yang tersirat ataupun tersurat dibelakangnya. Dia juga yang membuatku lebih sering menegakkan sholat Istikharah, yang awalnya mungkin untuknya, namun lama-kelamaan menjadi sesuatu 'kewajiban' baru untuk memperoleh petunjuk-Nya agar aku tak lagi salah langka.

Ya Rabb, aku bersyukur atas apa yang telah Kau berikan hingga saat ini. Ketika aku mengira aku telah jatuh dan Kau mencampakkanku, ternyata Kau hadir dengan warna dan semangat lain. Kau menumbuhkan diriku, hatiku, jiwaku, dan semua yang ada padaku, untuk menjadi manusia yang selangkah lebih maju, selangkah lebih baik. Aku bersyukur Kau telah mengenalkan rasa sakit hati, sehingga aku lebih bisa menghargai perasaan orang lain. Aku bersyukur Kau telah mengenalkan air mata, hingga aku bisa lebih mencintai sebuah senyuman. 

Terima kasih, Ya Rabb.

Jumat, Juli 27, 2012

(335) Mulai mengigau.

Aku mulai mengigau. 
Ya, mulai sering mengigau. 
Kau tahu? Ketika kau bicara dalam tidurmu. Atau tidak ada kesambungan antara jawabanmu dengan pertanyaan sesorang yang diajukan ketika kau bangun tidur. 
Aku masih dalam tahap itu. Belum terlalu parah, seperti berjalan dalam tidur misalnya.
Ugh, semoga tidak sampai seperti itu. 
Biasanya, sih mengigau disebabkan oleh minuman beralkohol yang dikonsumsi sebelum tidur, obat-obatan tertentu, sakit demam yang tinggi, atau stress. Dalam kasusku, faktor penyebab paling sederhana adalah stres. Mungkin karena beberapa kegiatan yang saking dipikirkan, jadi kebawa sampai tidur.

Secara umum, tidur manusia terdiri dari dua tipe: REM (Rapid Eye Movement) dan NREM (Non Rapid Eye Movement). Tidur jenis REM bukanlah tidur yang dalam, karena disertai pergerakan bola mata yang cepat di balik kelopak mata. Meski demikian kadang disertai gerakan-gerakan anggota tubuh seperti tangan dan kaki, tidur jenis REM tetap terjadi di luar kesadaran. Dalam tidur jenis ini, tubuh beristirahat, tetapi otak tetap bekerja. Mimpi atau mengigau biasanya hadir di dalam tidur jenis ini. 
Sedangkan tidur jenis NREM bisa dikatakan sebagai tidur nyenyak. Dalam tidur jenis ini, tidak hanya tubuh yang beristirahat, tapi juga pikiran. Tidur jenis ini dibagi menjadi dua kategori, NREM Light Sleep dan NREM Deep Sleep. NREM Deep Sleep adalah jenis tidur dengan kualitas terbaik bagi manusia.
Satu lagi hal yang mengakibatkan mengigau dalam tidur, yaitu terlalu banyak kafein. Mungkin beberapa orang beranggapan bahwa kafein itu bisa membuat mata anti kantuk. Iya, dan tidak. Bagi aku sih nggak terlalu berpengaruh. Tapi itu dulu, sekarang karena hampir sering mengigau, sepertinya meminum kafein perlu diperhitungkan juga untuk dikurangi.
Well, kafein dan tidur... kayaknya harus dikurangi, deh ^^