Tampilkan postingan dengan label Project Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Project Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Senin, Agustus 13, 2012

Magical Ramadhan Day#22 : FORGIVE THE CIRCUMSTANCES

 Tugas hari ke 22 --Maaf telat lagi-- adalah menuliskan kejadian diluar kuasa dan tak terduga, namun dapat memberikan hikmah yang luar biasa dalam hidup kita. 

Aku pernah mengalami kejadian itu. Satu kali, dan aku tak ingin lagi mengalaminya. Demi Allah, tidak lagi. Sebuah kejadian yang cukup membuat down luar biasa, depresi tingkat akut, dan putus asa berlebihan. 
Salah! Pastinya. Aku sangat tahu yang kurasakan sangat salah. Namun, perlahan tapi pasti, kejadian itu mengajarkanku untuk dapat bangkit dari keterpurukan, menghargai sebuah perasaan (diri sendiri dan orang lain), dan meyakinkan bahwa Allah tidak membawaku sejauh ini hanya untuk meninggalkanku d(^_^)b

Aku sering menceritakanya di blog ini. Sangat seringnya hingga aku malu, seolah aku protes pada Illahi. Ya, aku protes, tapi dulu. Seiring waktu, protes itu berubah menjadi syukur yang luar biasa. Dan hikmah yang aku dapat, jika aku tidak 'membuatkan' mataku dan mau melihatnya, sungguh luar biasa dan tak terkira.



1. Aku menjadi semakin dekat dengan-Nya. Semakin ingin belajar untuk mencintaiNya. Karena semua yang terjadi tersebab Dia menyayangiku lebih dari apapun. Tidak ada satupun yang mengharapkan kebahagiaan kita lebih daripada Dia, Sang Maha Pencipta. Benar, kan?

2. Aku menjadi semakin menyayangi keluargaku. Menjadi dekat dengan mereka, yang dulu sangat kuacuhkan. Lebih sering berada di rumah, menghabiskan waktu dengan mereka, orang yang menyayangiku tanpa pamrih. 
3. Aku lebih dekat dengan sahabatku. Mengetahui mereka-mereka yang terus mendukungku. Memberikan perhatian dan simpati, semangat yang tiada henti. Lebih banyak waktu bersama mereka, lebih membuatku tahu betapa berarti kehadiran mereka. Alhamdulillah.
 
4. Aku belajar melakukan 'perjalanan spiritualku' sendiri. Tidak megah atau besar. Sederhana, tapi mampu memberikan makna yang luar biasa bagi hati, jiwa, pikiran dan tubuhku. Aku semakin membuka diri untuk mendapatkan ridhaNya. Alhamdulillah.
5. Aku semakin percaya pada Tulisan Allah, bahwa apapun yang terjadi pada hidup dan kehidupan kami adalah semata yang terbaik pada kami. Semakin yakin pada masa depan yang akan datang.

6. Allah benar-benar mencintaku lebih dari apapun, menyelamatkanku dari perasaan menyesal seumur hidup. Aku memang menyesal, namun hanya sebentar, dan Allah tahu aku kuat melewatinya. Allah memberikan yang terbaik bagiku. Alhamdulillah. 

7. Aku belajar untuk lebih bisa mendengarkan kata hati. Membedakan mana keinginanku, mana kebutuhanku. Belajar memprioritaskan apa yang akan kulakukan, memberikan perhatian penuh pada perkembangan jiwaku, memahami kondisi psikisku, dan belajar merawat dan mengobatinya. Peristiwa ini, benar-benar memberikan pelajaran berharga bagi hidupku. 

8. Aku dapat belajar memejamkan mata sejenak dan menjernihkan pikiran sekejap, sebelum mengambil keputusan. Saat itu, aku merasa begitu dekat dengan Allah. Belajar untuk 'mendengarkan' dan lebih peka pada petunjuk-Nya.

9. Aku belajar untuk bisa memaafkan diri sendiri, memaafkan keadaan, dan tak lagi menyalahkan takdir, karena tulisan Allah selalu indah pada waktunya. Aku merasakan inilah hal terbaik dalam hidupku. Setiap langkah yang tak pernah lepas dari syukur pada Illahi. Terima kasih Ya Allah ^^ Terima kasih Engkau masih menjagaku. 

10. Aku merasa lebih dewasa, lebih tenang dan mampu mengatur emosiku, bersyukur dalam setiap apapun yang Dia berikan padaku. Berusaha menjadi manusia yang lebih baik dan tak mengecewakan lagi baik bagi Dia Sang Pencipta, orang sekitar dan lingkungan. Alhamdulillah.

Sekali lagi, terima kasih, Alhamdulillah atas apa yang Allah tuliskan bagiku. Semoga kekuatan, kesabaran, keikhlasan, dan ketegaran senantiasa Allah naungkan padaku. Amin

Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah

Magical Ramadhan Day#21 : FORGIVE YOURSELF

Terlambat lagi mengerjakan tugas bulan Ramadhan. Maaf, maaf ^^. Bukannya sengaja, tapi karena terhambat oleh tugas kantor yang lebih 'minta' didahulukan, dan beberapa tugas lain yang tak kalah pentingnya. 

Langsung saja, tugas hari ke 21 ini bikin mulut mendadak membentuk huruf 'O' panjang. Memaafkan Diri Sendiri. Dibilang berat, iya... nggak juga iya. Berat-berat ringan, susah-susah gampang. 
Tidak semua manusia bisa memaafkan dirinya sendiri. Tak terkecuali aku. Kesombongan dan keegoisan manusia yang membuat kita tidak bisa menerima kesalahan dan mengambil hikmahnya, kemudian berterusan meratapi nasib, menyalahkan diri, menyalahkan 'tetangga'.

Suara hati selaku petunjuk kebenaran, kadang salah diartikan menjadi rintihan atau hembusan nafas saja, yang berlalu dan lewat begitu saja, tak diacuhkan, tak dihiraukan. Hingga tanpa sadar aku menyakitinya. 

Sempurna aku menjadi tuna rungu jika harus mendengar kata hatiku. Padahal, kesepian-kesunyian adalah bukan saat kita sendirian, melainkan ketika tidak bisa lagi kita mendengar kata hati kita. 
Aku bodoh, menjadi manusia yang tak bisa membedakan, mana suara hati, mana yang hanya bisikan nafsu. Menjadikanku manusia yang sombong, yang merasa mampu 'berjalan' dalam kehiduapn tanpa suara hati. Dan kadang (kalau tidak mau disebut sering) aku terjerumus, tersesat.

1. Wahai Hati yang baik, maafkan aku karena tak pernah percaya dan mendengarkan ucapanmu. Kalau boleh menyesal, aku benar-benar menyesal. Sangat menyesal. Terima kasih, karena kau tak pernah lelah, tak pernah kapok, untuk terus mengingatkanku, meski aku jarang mendengarmu.

2. Maafkan aku Hati yang Baik, karena telah menelantarkanmu, tidak menghargaimu, dan sering menyakitimu, secara sadar atau tidak. Yang akhirnya melahirkan kesalahan-kesalahan dalam hidupku. Membuatku membenci kehidupan, dan juga kamu. Sungguh, aku tak bermaksud, melempar kesalahan padamu. Namun ego diri kadang tidak mau mengaku salah. Maafkan aku, Hati. Terima kasih untuk kehadiranmu yang tak pernah lelah.

3. Terima kasih untuk Hati yang Selalu Setia menerangi dan menuntunku untuk lebih berhati-hati. Menjagaku dan mengajariku untuk menjadi pribadi yang lebih baik.  Terima kasih atas kesabaranmu telah mendampingiku. Mengkoreksi segala kesalahanku, agar tak lagi terulang. Terima kasih.

Terima kasih Ya Rabb, atas hati yang telah Kau titipkan padaku. Maafkan aku Ya Allah, jika aku sudah menyia-nyiakannya, tidak menjaganya, dan membuatnya menjadi kotor. Semoga Allah mengampuniku, dan memberiku kesempatan untuk membersihkan hati ini. 
Subhanallah.

Terima kasih. Terima kasih. Terima Kasih.
Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah.




Rabu, Agustus 08, 2012

Magical Ramadhan Day#19 : THE MAGIC HEART

Hati adalah indikator yang paling mudah untuk mengetahui apakah kita sudah berada di jalur yang benar atau apakah sebuah keinginan kita akan terwujud atau tidak. Bila kita telah berada di jalur yang benar dan apabila hal yang kita inginkan sungguh kita yakini, hati akan merasa tenteram dan bahagia. Jika saat membicarakannya hati kita merasa tidak nyaman, kita tahu yang terjadi adalah sebaliknya.

Tugas hari ini lagi-lagi sedikit susah. Menuliskan apa yang kita inginkan dalam hidup. Hanya 10 item. Padahal yang saya inginkan bisa lebih dari itu, hehehe d(^_^)b

1. Tentu saja, no doubt it, bahwa saya ingin menikah. Tentu saja secepatnya. Tidak salah, kan? \(^^)/ Mengingat usia sudah lanjut,^^ kalau bisa ya tahun ini, hahaha. Menikah... ya saya ingin menikah
2. Saya ingin mengkhatamkan Al-qur'an, kemudian mempelajari artinya, supaya saya bisa mengamalkannya. Bukan hanya asal membaca. Amin, amin Ya Rabb.
3. Saya ingin jadi penulis. Entah keinginan darimana dan sejak kapan, tapi saya ingin bisa 'menulis'. Berbagi dengan banyak orang, dan bisa menghibur orang-orang meski hanya lewat sebuah untaian aksara. Kalau diingat sih, dulu sekali, pas sekolah dasar, saya pernah jualan sebuah cerita pendek. Dulu nggak ada yang namanya si kompi atau si lepi, adanya kakek mesin tik. Itupun saya nggak bisa menggunakan. Sebentar saja ngetik langsung sakit jari ini. Alhasil, saya menjual secarik kertas dengan cerita yang saya tulis dengan pensil pake tulisan tangan. Hahaha. Rp. 50 perak secarik, sudah bisa buat beli bekal untuk hari itu. :) 
4. Saya ingin bisa menabung untuk membantu bapak ibu naik haji. Pengen saja melihat beliau-beliau pergi ke tanah suci. Bertemu dengan Sang Pecinta dan menikmati perjalanan spiritual disana. Subhanallah, semoga bisa secepatnya.
5. Pengen bisa jalan-jalan keliling nusantara-dulu- baru jalan-jalan keluar. Biayanya? Itu dia, namanya juga impian, ya, masih dalam bayangan alias dalam mimpi. Semoga saja secepatnya bisa terlaksana. 
6. Saya ingin bertemu dengan seseorang yang saya kagumi. Meski hanya sebentar tak mengapa, asal saya bisa bilang "terima kasih sudah menginspirasi saya secara sadar atau tidak" Saya ingin sekali bertemu dengannya.
7. Ingin belajar bahasa asing. Nggak tahu kenapa, ingin saja. Mungkin-dan pastinya- akan bermanfaat bagi diri saya pribadi. Dan bisa jadi berguna buat orang lain.

Apa lagi ya? Saya benar-benar bingung jika harus menuliskan keinginan saya. Nggak neko-neko sebenarnya. Kalau ingin yang kecil-kecil, maka nggak akan bisa ditulis semuanya. Namun jika yang besar, saya hanya punya 4 keinginan. "MENDEKATKAN DIRI PADA SANG RABB, MENAIKKAN BAPAK IBU HAJI, MENIKAH, MENULIS"
entah mana yang akan terkabul duluan, semoga itu yang terbaik bagi saya. 

"ALLAH SELALU TAHU APA YANG KITA BUTUHKAN, BUKAN YANG KITA INGINKAN"

ALHAMDULILLAH, ALHAMDULILLAH, ALHAMDULILLAH YA RABB... 
TERIMA KASIH

Selasa, Agustus 07, 2012

Magical Ramadhan Day#18 : MAGIC-TO-DO-LIST

Tugas hari ini cukup susah. Menuliskan 10 hal/masalah yang butuh penyelesaian segera. SEGERA.
Padahal kalau dipikirkan lagi begitu banyak masalah yang ingin diselesaikan dengan secepatnya. Namun apa daya, kadang KEMALASAN DIRI SENDIRI adalah kendala utama dan paling vital. Mungkin sebenarnya itu adalah hal yang harus diselesaikan secepatnya.\(^_^)/

>> Pertama sih, tentu saja yang aku bilang tadi. Kemalasan. Masalah ini sangat butuh penyelesaian yang cepat. Alangkah menyenangkan ketika Malas ini bisa teratasi. Tidak akan ada lagi masalah yang tertunda. Semua selesai tepat waktu. Semua selesai sesuai jadwalnya, bahkan bisa lebih cepat dari yang diperkirakan. d(^_^)b

>> Kedua, Pendekatan pada Sang Maha Hidup. Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allah Yang Maha Pemberi. Allah Yang Maha Pengampun. Allah Yang Maha Segalanya. Ingin sekali mendekatkan diri dengan-Nya. Secepat mungkin. Sesegera mungkin. Agar tak terlambat dan akhirnya menyesali semuanya. Alangkah indahnya ketika kita bisa bermesraan dan bercinta dengan Sang Rabb. Saya tentunya akan menikmati rasanya ketenangan dan kedamaian. Belajar lebih sabar, lebih ikhlas, lebih banyak bersyukur, tidak mudah mengeluh, dan selalu berprasangka baik. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah. Terima kasih Ya Rabb.

>> Ketiga, mungkin sama dengan yang ditulis oleh si pemberi tugas. Ingin ketika hari raya nanti, aku bisa bertemu dengan seseorang-dalam hal ini laki-laki tentunya-hehehe. Kemudian aku ingin berjabat tangan sambil berucap "Maaf" atau dapatnya berbincang dengannya seringan dulu. Seperti tidak ada beban sama sekali. Seperti teman lama yang bertemu kembali, dan berbincang riang tanpa beban. Selalu menyenangkan ketika kita bertemu dengan teman lama dan bisa bertukar cerita tanpa beban, kan? Alhamdulillah Ya Rabb, bisa terselesaikan dengan baik. Kami bisa bercerita lagi.

>> Keempat, bertemu dengan seorang ibu, perempuan yang pernah menjadi bagian dari kahidupanku meski sesaat. Ingin sekali bersimpuh dan memohon maaf atas segala kesalahan karena sudah menyakitinya. Sungguh ingin sekali menggenggam tangannya, memeluknya, meminta maaf dengan segenap hati. Seandainya bisa, saya ingin segala hal itu terjadi sebelum lebaran. Alhamdulillah, ketika aku bisa membayangkan betapa beliau sudah memaafkanku, saat aku mencium tangannya dan berada dalam pelukannya. Alhamdulilah, sungguh menyenangkan.

>> Kelima, Pekerjaan, terkait dengan kegiatan di bulan ini, bulan Ramadhan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh kantor, yang membutuhkan laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran secepatnya. Paling tidak, saya sendiri men-deadline harus selesai sebelum liburan hari raya. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, pekerjaan itu telah selesai, dan seluruh berkas sudah ditata sedemikian rupa hingga siap di kirim ke bagian yang bersangkutan. Terima kasih, terima kasih, terima kasih.

>> Keenam, mengingat bencana banjir yang sedang melanda Ambon, sangat ingin segera mengirimkan selimut kesana. Pasalnya, selimut disana habis, dan butuh pengiriman dari luar ambon. Sesegera mungkin ingin terdistribusikan selimut tersebut. Memang nggak bisa sebanyak yang dibutuhkan, namun semoga dapat membantu. Dalam bayangan saya, saya ingin bisa mengirimkan dalam jumlah yang besar, hingga nggada ada yang kebingungan lagi cari selimut. Ngga ada lagi yang kedinginan. Meskipun berada di tempat pengungsian, namun mereka bisa mendapatkan sedikit kehangatan dari selimut yang kami distribusikan. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, Ya Allah. Semoga Allah selalu menjaga saudara-saudara kami disana. Amin

>> Ketujuh, apa ya? Kalau masalah kehilangan, sih, sudah lama sekali. Delapan tahun yang lalu, saya mengalaminya. Kehilangan motor di depan rental VCD saat saya mau menyewa. Itu jaman kuliah dan sampai sekarang perasaan bersalah saya masih saja kadang datang. Rasa bersalah karena ceroboh. Rasa bersalah saya sama bapak ibu. Kalau boleh berharap sih, dalam bayangan saya, tiba-tiba ada telpon dari kantor polisi Malang, yang mengabarkan bahwa motor saya sudah ketemu. Wah, alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah. Terima kasih, Ya Rabb.

>> Kedelapan, apa lagi ya? sepertinya untuk sementara itu saja yang perlu dan ingin secepatnya diselesaikan. Kalaupun ada hal lain, Semoga Allah mengingatkan saya untuk segera menyelesaikannya. Amin.

Alhamdulillah Ya Rabb
Alhamdulillah Ya Allah
Alhamdulillah Yang Pengasih dan Penyayang.

PS. Syukur untuk hari ini:
** Alhamdulillah bisa menyelenggarakan pembukaan pasar ramadhan dengan sukses dan lancar
** Alhamdulillah bisa buka dengan ayam goreng kesukaan yang dibelikan bapak
** Alhamdulillah bisa minum Susu Kamping tanpa sakit perut
** Alhamdulillah bisa minum kopi tanpa kembung lagi
** Alhamdulillah telpon ke ambon nyambung, jadi bisa tau kondisi saudara disana






Senin, Agustus 06, 2012

Magical Ramadhan day#16 : THANK YOU, STUFF!!

Mesin ketik, pisau dari batu, barter dengan sesama barang, kalkulator manual, radio, Flopy disk, dan benda masa lalu lainnya mungkin sudah jarang dipakai atau bahkan sudah hampir punah. Namun, tidak dipungkiri bahwa 'merekalah' ujung tombak teknologi manusia, yang sekarang bermutasi menjadi komputer, laptop, dan semua barang canggih lainnya. Dan, terima kasih, Alhamdulillah karena Allah telah menciptakan manusia-manusia cerdas dan kreatif untuk 'melahirkannya', sehingga betaa itu memudahkan manusia dalam beraktifitas... atau membuat tambah malas ^^,

Eniwey, saya pribadi sangat bersyukur adanya barang-barang itu karena dengan begitu saya dapat mengerjakan segala jenis pekerjaan atau tugas saya dengan baik dan lancar. Bukan hanya pada manusia, namun ijinkan saat ini, saya mengucapkan terima kasih pada barang-barang tersebut, yang sudah menolong saya dalam keseharian.

\(^_^)/ To my lovely lepi, alias laptop tersayang, Sony Vaio. Saya berterima kasih atas kehadiranmu yang sudah menemani saya selama hampir dua tahun. Dan karenamu, saya bisa melahirkan banyak cerita dan tugas kantor. Meski kau sudah 'wafat' namun, kenangan bersamamu takkan akan aku lupakan (lebay[dot]com)

\(^_^)/ Second lepi, pengganti Sony, Acer Aspire One. Terima kasih sudah mau menggantikan si sony untuk nemeni keseharian saya. Semoga nggak bosen 'hidup' terus dan sering saya pencet-pencet. Semoga kamu lebih bisa bertahan dan melahirkan banyak karya (cieee ^^,)

\(^_^)/ Henpong Samsung, yang setia menghubungkan saya dengan para relasi bisnis (amin, amin) pengrajin keripik dan para IKM. Terima kasih ya, kamu nggak pernah bermasalah, meski agak sering heng sendiri.

\(^_^)/ Henpong nokia, meski kamu jadul dan kalah sama BB atau android, tapi yakin seratus persen kamu lebih bisa diandalkan dalam waktu lama tanpa di charge. Kamu lebih tahan banting. Kamu lebih tahan lama. Pokoknya kamu lebih bisa diandalkan.

\(^_^)/ MP3. Terima kasih sudah menemani hari-hari saya yang penuh dengan virus tekanan dan stress dengan lagu-lagu kamu yang menyenangkan. Tanpa kamu, hari saya niscaya nggak akan lebih berwarna. Masih muat berapa lagu lagi nih? ^_^

\(^_^)/ Motor, ya tentu saja si roda dua itu, yang setia menemani saya kemanapun saya pergi. jarak sejau apapun dia sabar banget nganter saya. Padahal saya jarang memanjakan dia, malah seringkali lalai mengganti oli atau businya, atau sekedar membersihkan karburatornya. Aduh, maaf ya. Mulai sekarang, saya akan lebih menjaga kamu deh sebagaimana kamu menjaga saya. ^^'

\(^_^)/ Hardisk external, kamu peninggalan si Sony yang menyimpan begitu banyak data saya. Terutama data film, yang hampir seratu giga sendiri. Terima kasih ya, sudah mau berbaik hati menjaganya buat saya. Flashdisk juga, meskipun kamu kecil, tapi kamu kecil-kecil cabe rawit lho. Sudah menyimpan data kantor segitu banyak. Semoga kalian berdua sehat selalu ya, nggak gampang kena virus penyakit. Amin

Masih banyak sih benda-benda di sekitar kita yang pastinya sangat membantu pekerjaan dan keberadaan kita. Ada mesin cuci, vacum cleaner, televisi, setrika, dan banyak lagi yang nggak mungkin disebut satu-satu. Jadi, saya haturkan TERIMA KASIH dari lubuk hati yang terdalam, baik bagi PENCIPTANYA maupun BARANG CIPTAANNYA. Terima kasih, ya.

ALHAMDULILLAH YA ALLAH
ALHAMDULILLAH YA RABB
ALHAMDULILLAH YA ALLAH YANG MAHA CERDAS

Jumat, Agustus 03, 2012

Magical Ramadhan day#14 : MAGIC HEALTH

Banyak yang harus dan WAJIB saya syukuri atas apa yang sudah Allah titipkan dalam diri saya. Saya penciptaan saya, saya yakin Allah sudah menempatkan segala sesuatunya dengan begitu sempurna. Tugas yang diberikan pada hari ke 14 ini adalah mensyukuri kesehatan yang sudah diberikan sama Allah atas indera-indera dan organ tubuh yang ada pada diri saya.

Yang pertama, saya bersyukur Allah memberikan saya mata yang meskipun minus dan silindris-yang menyebabkan saya harus pake kacamata- tapi mata saya nggak pernah bermasalah selain itu. Masih bisa lihat matahari pagi, lihat senja, lihat cowok cakep^^, tidak kesusahan membaca dan mengerjakan hal lain. Alhamdulillah karena hal tersebut, saya jadi lebih berhati-hati dalam menjaga pemberian Allah yang sangat berharga ini. Lebih sering mengkonsumsi makanan atau sayuran yang banyak mengandung vitamin A. Semoga saja suatu hari nanti, saya bisa lepas dari kacamata.

Yang kedua, saya bersyukur punya jantung dan paru-paru yang sehat, sehingga tidak pernah mengalami sakit asma atau jantung yang berdetak sangat kencang. Sesak mungkin terjadi kalau saya sedang berada di keramaian yang banyak orang. Entah kenapa, saya selalu merasa sesak. Mungkin karena saya merasa banyak orang ini saling berebut oksigen ^^. Jantung juga berdetak sangat kencang kalau saya bertemu dengan sang idola, hahaha. Alhamdulillah, syukur ya Rabb, atas kesehatan organ saya.

Yang ketiga, mungkin saya bersyukur meski saya punya sakit lambung yang bisa dibilang akut, tapi Allah masih memberi saya kesempatan untuk merasakan segala jenis makanan. Tapi, Alhamdulillah karena hal itu, saya lebih berhati-hati dalam memilih makanan, meski tidak ada pantangan yang berlebihan. 

Yang keempat, saya bersyukur, alhamdulillah karena Allah memberikan kaki yang sehat. Karena dengan itu saya bisa beraktifitas kemana saja tanpa bergantung pada orang lain. Bisa berbagi ilmu dengan IKM, bisa main ke tempat adik2 panti, bisa jalan-jalan ke toko-toko makanan, bisa nyapu sama ngepel lantai, bisa jogging, bisa manjat, dan melakukan hal-hal yang menyenangkan lainnya. Alhamdulillah ya Rabb.

Yang kelima, saya bersyukur ternyata saya bisa juga gemuk :) Padahal, saya dalam keadaan stress kemarin. Drop gitu, tapi Subhanallah saya bisa gemuk juga. Selama ini, saya merasa saya sudah sangat bahagia, tapi berat badan hanya berkisar di angka 44-45 kg. Sekarang, berat badan saya mencapai 50-51 kg. Hahay, Alhamdulillah ya Rabb.

Kalau harus disyukuri satu per satu atas apa yang Allah berikan pada diri saya pribadi-catat:hanya pada tubuh saya ini- tidak akan cukup blog ini untuk menulisnya. Karena rasa syukur saya tidak pernah sebanding dengan apa yang sudah Allah berikan. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, hanya syukur itu yang bisa saya ucapkan untuk-Mu Rabbi. Semoga saya bisa lebih menjaga dan mensyukuri pemberian Allah. Amin.
Terima kasih, terima kasih, terima kasih
Alhamdulillah Ya Allah
Alhamdulillah Ya Rabb
Alhamdulillah Sang Maha Pemberi...

Magical Ramadhan Day#13 : My Future Start From Now

"Your future is here and now. Whenever you seize the day, you already seize the future too. Yesterday is a history, tomorrow is a mistery, but today ia a GIFT. That's why they call it PRESENT."

1. Alhamdulillah aku bisa bekerja seperti ini. Pekerjaan yang tidak sedikit orang menginginkannya. Dan, dengan pekerjaan ini, aku bisa mendapatkan apa yang kuinginkan. Membuatku lebih banyak bersyukur, karena aku beruntung.
2. Alhamdulillah aku bisa menjadi 'penulis'. Sudah bisa menerbitkan buku meski masih satu buah, dan bisa menembus koran, meski masih 1 kali. Semoga lain hari bisa melakukannya lagi.
3. Alhamdulillah Allah beri saya sahabat seorang dokter, jadi sedikit banyak saya bisa belajar tentang kesehatan. Dan tahu tentang hal-hal yang berhubungan dengan yang namanya sehat.
4. Saya ingin dan punya rencana berkeliling nusantara, mengunjungi sahabat-sahabat yang tersebar di seantero Indonesia. Dengan tabungan yang lebih dari cukup, saya mulai melakukan travelling, mulai dari Indonesia bagian timur.
5. Alhamdulillah bisa berbagi dengan banyak orang. Masih sedikit, sih, namun berharap suatu hari nanti akan bisa bertambah. Hingga bisa membantu dan berbagi dengan orang yang membutuhkan. 
6. Alhamdulillah bisa punya yayasan sendiri, yang bisa menampung anak jalanan dan anak yatim, atau juga anak-anak yang membutuhkan. Memberikan pembelajaran gratis, agar tak ada lagi anak putus sekolah hanya karena tidak punya biaya. Berbagi dengan mereka membuat saya lebih sering bersyukur. 

7. Alhamdulillah, bisa menginjakan kaki di Mekkah. Tanah suci untuk bertemu dengan Makam Sang Nabi. Dimana bisa melihat Cinta-Nya yang Maha Indah. Alhamdulillah bisa mensyukuri kebesaran-Nya.
8. Alhamdulillah bisa mengajak keluarga berlibur. Ke Pulau Anambas di Kepulauan Riau, ke Wakatobi, ke Lombok, ke Bunaken, secara gratis. Semua biaya saya yang tanggung. Bapak, Ibu dan Adik tinggal bawa badan saja, menikmati dan bersantai.

9. Alhamdulillah bisa beli rumah sendiri. Bergaya minimalis, tapi lengkap dengan kolam renang mungil di dalamnya. Sejuk dan nyaman. Rumah yang benar-benar rumah. Bukan hanya seongok bangunan yang terdiri dari pasir dan bata. 

10. Alhamdulillah punya toko one stop shoping yang sudah lama diimpikan. Lengkap. Apapun yang dicari, ada di tokoku. Buku, Tempat buat fotocopy, tempat buat nongkrong, Wifi, Cafe, butik, foto studio, semuanya. Pokoknya yang paling lengkap. 
11. Alhamdulillah bisa beli mobil mini cooper. Mobil mungil untuk mobilitas kemanapun saya ingin. Kemana-mana sendiri sesuka saya. Luar biasa kan? Mini cooper, i always like it.

12. Dua angka terakhir mungkin saya isi sambil senyum-senyum. Hahaha, cita-cita sejak usiaku 8 tahun. Menikah, hahaha. Bukankah menyempurnakan separuh Dien-Nya adalah pahala yang luar biasa. Bersyukur bisa mendapatkan jodoh yang luar biasa baik, dengan agama yang baik pula terlepas dari sifat fanatik. Menyayangi keluarga, lucu, dan pintar. Alhamdulillah Ya Rabb, jodoh yang Kau pilihkan adalah sebenar-benarnya jodoh terbaik.
13. Alhamdulillah  bisa menjadi istri dan ibu yang baik bagi keluarga. Mimpi yang selalu dirajut oleh setiap perempuan. Mendidik anak-anak menjadi berguna dan berwatak baik, mendampingi suami dengan sabar. Ingin menjadi sosok yang selalu dirindukan keluarga.
Itu semua mimpi dan cita-cita saya. Banyak hal yang ingin saya tuliskan untuk dibagi. Bukan untuk sombong, tapi untuk berbagi rasa syukur. Syukur yang teramat besar yang tak bisa kuungkapkan dengan hal lain kecuali ku tuliskan. Itu saja masih jauh dari cukup. Syukur atas segala hidup dan isinya yang melengkapi, yang sudah Allah titipkan kepadaku untuk dapat kurasakan dan kugunakan sebaik-baiknya. 

Kutitipkan hati ini pada Allah untuk dapatnya Dia mengetahui sendiri, betapa hati ini sangat berterima kasih pada-Nya, yang masih memberikan kesempatan untuk bermimpi dan berusaha menjangkaunya. Berusaha meraih mimpi itu demi cintaku pada-Nya.

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah
Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah. Sungguh tak dapat lagi ku tuliskan apa yang ingin aku katakan. Tak dapat lagi kuutarakan rasa syukur yang teramat besar ini. Syukur atas segalanya yang Dia titipkan kepadaku. Biarlah hanya Dia yang mengetahui apa yang ada dihati ini. Biarlah Dia yang mengetahui aku menuju untuk mencintaiNya lebih.

Kamis, Agustus 02, 2012

Magical Ramadhan day#12 : Wish Them Well

Pe-er hari ke 12 adalah menunjukkan tanda cinta kita untuk orang lain. Dan hal itu adalah ketika kita menginginkan kebahagiaan dan kesehatan bagi mereka.
Beberapa orang yang sangat membutuhkan semangat bagi kehidupan meraka adalah:
 >> Tentu saja kalau boleh egois, saya sendiri. Pasalnya, saya memang sangat membutuhkan pinjaman power untuk mengisi bateri hidup saya agar lebih bergiat menjalani hidup. Butuh banyak belajar untuk lebih bersyukur lagi. Alhamdulillah Allah mempertemukan dan mengenalkanku dengan orang-orang yang luar biasa, yang banyak mengajariku tentang apa itu hidup. Secara sengaja atau tidak sengaja. Semoga kelak aku bisa membalas kebaikan yang sudah mereka tumpahkan padaku. Alhamdulillah ya Rabb, Terima Kasih.
>>  Ada putra dari sahabatku yang tengah sakit. Aqila sedang sakit dan bahkan sampai masuk rumah sakit. Nggak ada lagi keceriaan, nggak ada lagi cerewetnya dia. Mana pekerjaan mas Dinta lagu numpuk, mulai dari SPJ Bimbuluh sampai temu kelompok. Istrinya yang bidan juga tengah sibuk. Ya Rabb, berilah kesehatan segera pada keponakan kecilku itu. Beberapa hari kemudian, tiba-tiba Aqila sudah berlarian di halaman rumahnya ketika aku mampir ke rumah mas dinta. Syukur Alhamdulillah, dia sudah nggak apa-apa. Sudah doyan makan, kayak tantenya ^^, sudah cerewet lagi. Alhamdulillah, semoga bisa lebih kuat daya tahan tubuh mungilnya ini.
>> Sahabat kuliahku yang terkena masalah dengan keluarganya. Pipit, gadis yang dekat denganku waktu kuliah. Tiba-tiba menghubungiku karena ada masalah kesalahpahaman dengan keluarganya. Hal ini terkait dengan pacarnya, yang menurut keluarganya tidak baik. Padahal dia sudah merasa nyaman. Aku, yang notabene adalah orang luar, merasa kurang layak untuk ikut campur, tapi melihatnya drop begitu, mau tidak mau aku memberinya semangat. Memberinya saran yang nggak memihak mana-mana. Dan alhamdulillah, dia sudah lebih baik. Pengertian yang dia berikan pada keluarganya dengan baik-baik, akhirnya diterima juga dengan baik. Semoga apapun niat baikmu, Allah selalu meridhoi. Tetaplah bersemangat, tetaplah bersahaja menyikapi semuanya. 
>> Bapak Kelapa Bidang yang saya hormati, Pak Bambang. Luar biasa saja melihat mu gigih mencari 'pinjaman' lantara uang kegiatan yang dari kantor belum juga bisa cair. Semangat, Pak, karena kami, stafmu, InsyaAllah akan selalu siap mendukung dan menjadi bala tentara bagimu. Syukurlah,  pantang menyerahmu mendapat hasil. Dananya keluar tepat waktu. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, semoga kegiatan bisa berjalan lancar, dan niat baikmu diberkahi oleh Allah SWT.
>> Semua saudara-saudara yang tengah dilanda bencana di seluruh nusantara, terutama di Ambon. Ada Sahabatku  disana. Hujan yang berkepanjangan membuat ambon, menjadi lautan sesaat. Beberapa rumah terendam. Bahkan, beritanya tinggi air banjir mencapai dada orang dewasa. Astagfirullah Ya Rabb, semoga mereka diberi keselamatan. Beberapa hari bala bantuan datang. Kirima nasi bungkus yang sangat berguna bagi mereka. Aku tak dapat membantu kesana, tapi doaku dan semangat senantiasa kucurahkan buat mereka. Alhamdulillah, air sudah mulai surut dan bantuan lebih banyak datang. Alhamdulillah ya Rabb, semoga Engkau lekas meredakan bencana ini. Alhamdulillah, alhamdulillah.
Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah...
Semoga semangat dan doa senantiasa menaungi kita dalam menjalani hidup dan meraih kebaikan. Amin

Magical Ramadhan Day#11 : Steps of Gratitude


Lagi-lagi aku terlambat menuliskan tugas hari ke 11 ini. Tapi, tak apalah, yang penting aku masih bisa mengejar keterlambatanku. Tugas hari 11 ini adalah bersyukur dengan mengucap terima kasih *bisa dengan dzikir alhamdulillah di setiap langkah*
Hm, membaca kalimat awalnya yang berbunyi, “setiap langkah adalah berarti membawa kita selangkah lebih dekat dengan apa yang kita tuju”
Setiap langkah yang kita ayunkan harusnya membawa doa untuk selalu lebih dekat dengan kebaikan, sehingga dalam langkah itu, syukur selalu menyertai. Nah, beberapa hal yang kucoba untuk kulakukan adalah,
*Aku bersyukur dan belajar mengucap subhanallah-Alhamdulillah-Allahuakbar untuk perjalanan yang kutempuh setiap aku berkunjung ke rumah para pengrajin. Membayangkan betapa menyenangkan dan selalu menyenangkan ketika bersama mereka. 

*Alhamdulillah, aku bersyukur jarak dari rumah ke kantorku hanya sekitar 500 meter. Dikala teman kerja  harus bertahan di kantor untuk sholat, makan siang atau sekedar merebahkan badan di mushola, aku bisa pulang untuk menunaikan semua itu. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah

*Alhamdulillah kantor ibu juga lebih dekat, hanya  300 meter dari rumah. Jadi, lebih mudah mengantar jemput ibu.

Semoga tiap langkahku selalu diridoi oleh Allah dan senantiasa menuju kebaikan.
Alhamdulillah Ya Allah
Alhamdulillah Ya Rabb
Alahmdulillah Ya Rahamn Ya Rohim

Selasa, Juli 31, 2012

Magical Ramadhan day#10


Tugas Ramadhan hari ke 10 ini sungguh menyenangkan. Karena kita diajak berimajinasi, seandainya kita punya serbuk ajaib, semisal milik peterpan yang bisa bikin kita terbang dengan pikiran bahagia kita. Tapi bedanya, serbuk ini bukan bikin terbang, melainkan bisa menambah energi dan doa yang kita panjatkan atas orang tersebut bisa dikabulkan. Hebat, kan?

Nah, aturannya, serbuk itu hanya bisa berfungsi ketika kita sangat berterima kasih pada seseorang dan mendoakan dengan tulus bagi orang tersebut.

Oke, saya mulai dari saya bangun tidur sahur, ya.

Serbuk pertama, tentu saja tanpa berpikir panjang saya akan menyebutkan namanya. Ibu. Yang padanyalah surgaku kutitipkan. Kesabaran, ketegaran, dan kegigihannya yang luar biasa untuk membesarkan anak macam kami (saya bersaudara^^) patut diacungi jempol. Cling.. cling... saya taburkan serbuk itu dengan doa semoga Allah senantiasa mendampingi beliau sampai kapanpun. Memberikan extra tenaga, sabar, ikhlas bagi ibuku yang cantik =)

Serbuk kedua, Mbak Mima, pembantu di rumah yang selalu bikin rumah menjadi bersih bersinar (ciee..iklah nih ^^) Nggak pernah mengeluh, bukan karena ini sudah tugasnya, melainkan karena keikhlasan melakukan itu semua sebagai kewajiban. Semangatnya setiap pagi menular padaku, ketika aku mulai lelah dan jenuh dengan pekerjaanku. Menaburkan sambil berdoa semoga Allah memberikan kesehatan dan kebahagiaan baginya dan keluarganya.

Serbuk ketiga, buat pak tukang sampah, yang sudah hampir sepuluh tahun dengan setia dan rela berkotor-kotor ria untuk membawa sampah dari bak-bak sampah depan rumahku. Aku menaburkan serbuk ini seraya berdoa semoga Allah memberinya rejeki yang barokah bagi dia dan keluarganya. Juga untuk pak Mukid, orang tua renta penjual barang dapur (sendok, serok, sikat, gayung, dan sebangsanya) yang tak mengenal lelah memanggul barang tersebut demi mencari rejeki tanpa harus meminta-minta. Aku selalu merasa malu jika bertemu denganmu yang selalu bersemangat dan bersyukur. Sedang aku, masih saja merasa kurang dan kurang. Terima kasih, terima kasih, terima kasih, untuk pelajaran yang tanpa sadar sudah kau ajarkan untukku. Aku taburkan serbuk ini sebanyak yang aku bisa, demi melihatmu selalu sehat, bahagia, tersenyum, dan selalu dalam penjagaan Allah.

Serbuk keempat, teruntuk pak Ilyas dan pak Edi. OB dikantor yang siap membantu saya mem-fotocopy-kan berkas, membuatkan teh dan kopi, mengambilkan kertas jika saya kehabisan pas lagi nanggung nge-print. Yang selalu tersenyum setiap paginya. Saya taburkan serbuk ini seraya berdoa semoga semangat dan senyum itu nggak pernah hilang dan selalu mereka hadirkan dalam kantor yang memacu stress ini. Terima kasih bantuannya selama ini. Terima kasih untuk senyum tulusnya. Aku berharap, semoga ucapan terima kasih yang tulus, yang kadang kami sampaikan, bisa sedikit membuat senyum dan semangat bapak tetap berkembang. Untuk saat ini, hanya itu yang bisa kami berikan.

Serbuk kelima, Teman-teman kantor, para penyuluh (Elok, Dinta, Endra, Inggrid) yang selalu tertawa dan stress bersama. Nelongso bareng demi tugas negara J Terima kasih untuk kehadiran kalian dan kebersamaan ini. Serbuk ini kau taburkan sambil terucap doa semoga Kebahagiaan selalu menyelimuti kalian. Selalu sehat bagi keluarga dan orang yang kalian cintai.

Hm, belum puas rasanya berbagi bahagia. Serbuknya juga nggak habis-habis, sih J
Aku mau terbang saja ke Makassar dan menaburkan serbuk ini pada saudara terhebatku, nadeth birana. I miss her so much. Doaku semoga dimanapun dan apapun yang dilakukan, dia selalu dalam lindungan-Nya, selalu sehat dan bahagia. GBU, sist.
Terus, lanjut terbang ke Ambon, bertemu dengan ‘istriku’ Febry Waliulu, Chalied, Caca, Keluarga besar Waliulu. Semoga serbuk yang kutaburkan membawa kebahagiaan dunia akhirat untuk seluruh saudaraku di Ambon ini. Miss u soo.... Berharap suatu hari bisa bertemu.

Terbang lagi ke Ciloto. Di hotel Lembah Hijau yang aku huni lima bulan. Bertemu dengan orang-orang yang bisa membuatku nyaman dan betah dengan alam baru. Pak Asep, security yang murah senyum. Mas Cleaning Service, yang selalu sabar membereskan kamar yang aku berantakin. Mas dan Mbak di resto, yang siap memenuhi menu yang kami inginkan. Terima kasih, terima kasih, terima kasih.

Naik busway keliling Jakarta. Menaburkan serbuk untuk bang Roe, acha, nizka, zamah. Terima kasih untuk kebaikan yang sudah kalian tabur dan berimbas luar biasa bagiku. Serbuk ini, semoga kebahagiaan dan kebaikan selalu menyelimuti kalian, Saudaraku.

Kemudian, mungkin serbuk yang masih banyak aku gunakan untuk menaburi sahabat-sahabat yang tak terkira jumlahnya, yang kehadirannya membawa makan masing-masing dalam hidupku. Aku doakan semoga kebahagiaan selalu menyertai hidup mereka. Bagi yang belum menikah, semga cepat dapat jodoh. Bagi yang sudah menikah tapi belum dapat momongan, semoga Allah mengaruniai seorang bayi. Bagi yang keluarga kecilnya sudah lengkap, semoga Allah selalu menjaga mereka. 

Lalu, untuk dia-yang-namanya-tak-boleh-kusebut (hahay...) Terima kasih untuk ‘pelajaran menjadi dewasa’ yang kau ajarkan buatku. Sengaja atau tidak sengaja. Sadar atau tidak sadar. Serbuk ini kutabur dengan doa semoga kaupun selalu bahagia.

Alhamdulillah Ya Allah
Alhamdulillah Ya Rabb
Alhamdulillan Ya Rahman Ya Rohim

NB. Syukur hari ini:
-          Alhamdulillah bisa beli meja lipat, jadi kalau ngaji nggak lagi bungkuk dan bisa lebih lama
-          Alhamdulillah bisa beliin adik pulpen, nggak seberapa sih, tapi semoga berguna J
-          Alhamdulillah jam delapan malam, tukang potong langganan masih buka, jadi bisa potong rambut
-          Alhamdulillah bisa telepon Nadeth
-          Alhamdulillah punya waktu buat nge-pel rumah
-          Alhamdulillah tulisan udah mau kelar

Senin, Juli 30, 2012

Magical Ramadhan Day#9

Pe-er day#9 >>> Mengucap syukur alhamdulillah di setiap peristiwa hari ini. 
Sebuah kalimat yang menurut saya sungguh bagus dari blog magical-project 
  
"Hati yang penuh syukur adalah obat dari segala penyakit dan kunci utama dari berbagai pintu kebahagiaan."
Hati yang penuh syukur? Bisakah kita punya hati seperti itu? Manusia tak pernah luput sih, dari yang namanya mengeluh. Bahkan sehari atau mungkin sejam saja, bisa dijamin sedikit banyak kita mengeluh. Entah mengeluh karena keadaan atau karena diri sendiri.
Hati yang penuh syukur menjadi kunci utama dalam kebahagiaan. Menurutku juga demikian. Malah dulu disandingkan dengan ikhlas, karena syukur selalu menghadirkan ikhlas. Namun sebersih apakah hati ini hingga tak sanggup mengeluh? Manusia-benarkah tak ada apenyakit dalam hati kita, meskipun sekecil biji sawi? Bahkan ketika kita mengatakan bahwa teladan kita adalah Nabi Muhammad SAW yang tak punya sedikit pun penyakit hati, yang hatinya selalu bersih-penuh syukur dan ikhlas- tetap saja kita tak bisa sepenuhnya punya hati seperti beliau. Namun kita bisa belajar. 

Hm, tugas rumah kali ini memang susah buat saya. Karena saya yakin seyakin-yakinnya dan sadar sesadar-sadarnya bahwa saya masih sering mengeluh dan kurang bersyukur. Padahal Allah sangat menyukai dan merahmati makhluknya yang penuh syukur.  Saya terus belajar untuk selalu bersyukur dengan apa yang sudah Allah titipkan pada saya. Apapun titipan itu. Sakit atau senang, saya belajar untuk mensyukurinya. Saya berharap suatu hari nanti saya bisa menjadi orang yang mudah bersyukur, tak ada lagi penyakit hati yang bernaung dalam organ yang diberikan Allah.
Subhanallah... semoga Allah meridhoi usaha saya. Menjadikan manusia yang tidak mengeluh dan selalu bersyukur hingga mendapat keberkahan dan kebahagiaan dari Sang Maha Syukur.

Alhamdulillah Ya Allah
Alhamdulillah Ya Rabb
Alhamdulillah Ya Syakuur
NB. syukur untuk hari ini
- Alhamdulillah bisa sahur sama sate buatan bapak 
- Alhamdulillah bisa belajar bareng sama adik-adik panti
- Alhamdulillah bisa telepon saudara di Makassar jadi bisa cerita-cerita
- Alhamdulillah meski tidur pulas, sama Allah masih dibangunkan tepat waktu buat sholat
- Alhamdulillah bisa ngaji bareng adik panti sampai satu juz


Magical Ramadhan Day#8

Hahaha, baru juga mulai ikutan kemarin, sudah telat untuk pe-er berikutnya ini. Ini lantaran aku ngintip tugas dari tetangga sebelas sih, hehehe [maaf ya dwi, aku nyontek judulnya =)]

Tugas kali ini temanya “I Love You, My Self!
Allah beri aku diri yang seutuh dan sesempurna ini, sudahkah aku bersyukur atas senang dan susah hidupku?-MagicalProject

Okay, kita mulai saja ya. Hm, mencintai diri sendiri. Orang kebanyakan sering berkata bahwa jika kau ingin dicintai oleh orang lain, maka cintailah dirimu sendiri dulu. Karena bagaimana orang bisa cinta sama kita, kalau kitanya sendiri nggak cinta. Iya , nggak? *Sok tau ya. Well, meski sebenarnya nggak semudah itu. Mencintai diri kita sama dengan menerima apa yang kita punya. Orang bilang apa adanya. Dan kadang, tingkat cinta kita terhadap diri sendiri dibandingkan pada pasangan justru lebih rendah. Kadang kita lebih memilih untuk membahagiakan pasangan dibandingkan diri sendiri. Ya, sedikit banyak seperti itulah. =)
Yang jelas, kita biasanya lebih mendahulukan mencintai orang lain, kemudian berkorban untuk membahagiakan dia yang kita cinta, dan itulah kesalahan. Hm, harusnya kita mencintai diri kitan sendiri dulu, baru orang lain akan mengikuti.^^

Sejak beberapa bulan lampau, ketika menyadari bahwa mencintai orang berlebihan itu salah, aku mulai belajar untuk lebih mendahulukan diriku. Sejak berpisah dengan dia-yang-namanya-tidak-boleh-disebut-hahaha-aku mulai berbenah diri. *cieee
Aku mulai banyak intropeksi diriku sendiri, mulai belajar juga bagaimana bangkit dan bersyukur dengan apa yang Allah kasih padaku. Bersyukur bahwa Allah nggak pernah meninggalkanku, dan selalu menyediakan apa yang kubutuhkan. Badan yang sehat, sempurna-menurutku-, pikiran dan akal yang baik-walau kadang cenderung licik, hahaha, dan jiwa yang bahagia.
a. aku bersyukur memiliki sifat easy going, meski kadang bikin orang kesel dan iri (hahay) tapi dengan sifat itu, aku lebih bisa membawa diri santai. Tak terlalu terbawa omongan orang yang kadang nggak enak di kantor.
b. aku bersyukur menjadi manusia yang gampang tersenyum, hingga kadang bisa membawa kesenangan juga bagi beberapa teman yang sedih. Semoga selamanya bisa begini.
c. aku bersyukur punya sifat seperti lelaki alias tomboy, karena dengan begitu aku punya teman yang luar biasa banyak. Dengan sifat tomboy, aku bisa lebih mandiri, tidak bergantung pada orang lain. Dan kebanyakan teman-teman selalu mencariku untuk membantu menyelesaikan masalahnya. Nyambung nggak sih? =)
d. aku bersyukur memiliki sifat yang sensitif dan gampang iba, hingga aku bisa menangis hanya karena hal sepele meski nggak bisa juga dibilang cengeng =) Hanya saja, aku lebih mudah tersentuh.
e. aku bersyukur tak punya sifat pendendam hingga nggak pernah aku marah sama orang lebih dari sehari
f. aku bersyukur mempunyai ilmu yang sedikit ini, sehingga tetap dengan kerendahan hati mencari ilmu yang lain. Alhamdulillah, semoga yang sedikit ini menjadi bermanfaat bagi sesama. Amin.
g. aku bersyukur menjadi penyuluh dan berada di antara teman-teman yang hebat. Walau kerjanya itu lebih banyak dihabiskan di lapangan, jarang dikantor, dan harus ke pelosok-pelosok, tapi aku bersyukur alhamdulillah sekali, karena aku jadi kenal dengan begitu banyak jenis manusia. Manusia pelosok yang polos, dan jauh dari kengerian kota. Dengan polosnya mereka selalu menyambut kami selayaknya keluarga, dan dari mereka aku belajar untuk menghargai dan mencintai sesama. Jarak menjadi hal terakhir yang kami pikirkan demi mereka.
h. aku bersyukur menjadi bagian dalam keluarga ini. Bapak, ibu dan dua adikku yang mempesona. Kadang membuatku marah, jengkel, sebal, ngambek, tertawa, menangis, dan aku sangat mencintai mereka. Mereka adalah alasan yang bisa membuatku bangkit, dan berusaha.
i. aku bersyukur dikatakan jomblo atau single fighter. Karena sebenarnya aku menunggu pilihan Allah yang entah kapan akan diberikan padaku. Tentunya diwaktu yang tepat. Dan tentunya juga dia adalah yang terbaik.
j. aku bersyukur dikatakan polos dan lugu, karena dengan begitu aku nggak akan pernah mempunyai pikiran negatif pada orang lain. Dan semoga Kepositifan itu juga membawa aura yang positif bagi diri dan lingkungan.
k. aku bersyukur bisa berteman dengan siapa saja, menerima siapapun yang ingin berteman denganku, aku bersyukur memiliki teman yang sangat banyak hingga tak pernah kesusahan bagiku untuk berbagi.
l. aku bersyukur mempunyai sifat yang ceroboh, karena dengan begitu aku akan menjadi manusia yang belajar untuk selalu berhati-hati.
m. aku bersyukur mempunyai sifat keras kepala dan kadang tidak mau mengalah. Karena dengan itu, Allah memberiku kesempatan untuk belajar menghargai pendapat orang lain. Memahami bahwa tidak melulu pendapat kita yang benar
n. aku bersyukur Allah masih memberiku kesempatan untuk bersyukur dan selalu bersyukur. Melahirkan hati yang penuh syukur dan menyadarkan pikiran untuk selalu berterima kasih pada-Nya, Dzat Pemberi Nikmat. Aku bersyukur aku adalah aku, lengkap dengan kekurangan dan kelebihanku. Aku bersyukur, dengan kelebihanku semoga bisa berguna untuk orang lain. Aku beryukur dengan kekuranganku, Allah menjauhkan ku dari sifat sombong dan menyadarkan bahwa tidak ada manusia yang sempurna.
I LOVE U, MY SELF!!!
Alhamdulillah Ya Allah
Alhamdulillah Ya Rabb
Alahmdulillan Ya Rahman Ar Rohim
NB. : 
- Alhamdulillah bisa sholat Dhuha delapan rakaat plus ngaji 
- Alhamdulillah bisa sholat tepat waktu
- Alhamdulillah hari ini bisa buka bareng dengan adik-adik panti asuhan, 
- Dapat kenalan baru (Mb. Lilik yang jago masakan, Mb. Ratih yang calon guru, adik Ratna, adik Rizka). Oia, untuk mbak ratih, seneng bisa kenal, jadi kalau aku ada acara bisa minjem mangkok buat es buahnya =D
- Alhamdulillah bisa bungkus makanan yang sisa pas buka bersama tadi jadi nanti sahur nggak perlu masak
- Alhamdulillah kebagian es jus strawberry, jadi besok pas puasa nggak mupeng *muka pengen