Tampilkan postingan dengan label DailyNote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DailyNote. Tampilkan semua postingan

Kamis, Desember 22, 2016

Menyapa Akhir Tahun

Malang, 22 Desember 2016

Saya awali 'curhatan' kali ini dengan ucapan "selamat hari ibu" untuk semua ibu -makhluk terhebat- di seluruh dunia. Sebuah lagu menasbihkan bahwa kasih ibu adalah sepanjang jalan, -bukan jalan buntu tentunya ^^, 

Tidak terasa (mungkin) bagi sebagian manusia tahun akan segera berganti. Jika kau merasakan hal ini, maka kita sama. 2016 perlahan akan mengucapkan selamat tinggal. Dan sepertinya awal tahun 2017 nanti, saya mungkin tidak akan membuat resolusi, yang bagi sebagian orang merupakan hal yang umum dibuat saat tahun berganti. Kenapa? entahlah, mungkin karena beberapa resolusi tidak tercapai selama beberapa tahun. Atau karena resolusi tidak perlu diungkapkan, cukup dengan doa yang terucap saat ingat apa yang ingin dicapai. Mungkin. 

Bicara resolusi, meski tidak banyak yang terealisasi, tapi ada juga beberapa yang menjadi nyata. Dream comes true. Sekolah lagi tanpa mengeluarkan biaya, beasiswa full, fast track alias hanya 15 bulan untuk program magister -adalah satu diantara beberapa mimpi yang menjadi nyata. Universitas Brawijaya, adalah mimpi yang lain. Dan dengan berakhirnya tahun 2016, masa-masa di institusi ini juga semakin mendekati finish. 

Akan ada masa-masa yang saya rindukan kelak. Masa dimana harus rela insomnia demi tugas yang menggunung, jalan-jalan dengan 'saudara' baru yang luar biasa, Niken, Heni dan Esti. Seolah kami adalah geng yang baru terbentuk sejak masuk kuliah. Padahal ada 15 orang dalam kelas ini, tapi entah dengan mereka, saya bisa 'menggila' bersama. Sama-sama menempuh gelar magister ekonomi dengan biaya Pemerintah, membuat kami berempat saling nyambung dalam membicarakan apa saja. Tentu saja, sekali lagi, dalam lingkungan yang baru ini, 15 orang, hanya saya yang masih 'single' -jika tidak mau disebut jomblo. Bahkan yang kelahiran 1987 saja sudah beranak satu. Ah....

Kembali ke resolusi. Kalau harus ada resolusi yang dibuat setiap pergantian tahun, maka "menikah" adalah resolusi "usang" yang sudah dibuat sejak beberapa tahun lalu. Resolusi baru? Tentu saja lulus tepat waktu dengan nilai memuaskan dan segera kembali bekerja. Semoga bisa kembali ke tempat yang dulu. Meski kadang jengah, tapi hati sudah terpaut di tempat itu. Semoga.. 

Senin, Oktober 10, 2016

Disinilah saya sekarang

Malang, 10 Oktober 2016 *latepost*

Sejak tanggal 9 Agustus 2016 kemarin saya resmi menjadi anak malang lagi. Kembali berkutat dengan tugas dan buku-buku. Entah kenapa saya memilih ini. Kalau diruntut dari awal, mungkin memang ini yang saya inginkan... 4 tahun yang lalu.

Beasiswa Bappenas. Tahun 2012 saya dapat telpon dari seorang teman yang sudah seperti saudara bagi saya, bahwa ada beasiswa bappenas. Mungkin saja kamu berminat, katanya. Waktu itu status saya masih seorang staf di sebuah instansi pemerintahan. FYI, jika sudah bekerja di instansi pemerintahan, gelar itu sudah tidak begitu dibutuhkan lagi. Cukup loyalitas pada pimpinan, dan cakap dalam pekerjaan. Namun, entah kenapa, saat itu, saya ingin 'menghirup' udara yang lain. Ingin 'lepas' sejenak dari penat. Dari jenuh.

Jadilah saya mulai mengurus pendaftaran. Surat legalitas dan lain-lain. Dari Kantor ke BKD, balik kantor lagi, revisi, BKD lagi... sampai 3 kali balik. Lalu kelar. Ikut tes potensi akademik.. dan lulus. Tapi gagal di tes TOEFLnya. Karena telinga saya mungkin yang agak bermasalah, atau memang saya tidak pandai bahasa itu. *alasan*

Itu 2012.
Ya, 4 tahun yang lalu mungkin saya masih bersemangat untuk ikut begituan. Perlahan, tiap tahun semangat saya mulau menurun. Entah apa yang membuat saya tetap kekeuh ikut tes penerimaan beasiswa itu. Dan akhirnya, setelah empat kali ikut tes -ya, empat kali- disinilah saya berada sekarang. Kota Malang. Menempuh kembali pendidikan tanpa mengeluarkan uang, seperti keinginan saya dulu. Beasiswa Bappenas, 'hutang' yang harus dipertanggung-jawabkan. 

Jumat, November 20, 2015

Welcome, baby :)) #latepost

"Vania sudah mau melahirkan, mama ngantar ke rumah bude in dulu."
Sms itu masuk pagi ini jam 8 ke hapeku. Ah, ya... memang sudah tanggalnya ya. Seharusnya malah tanggal 23 Oktober 2015, tapi ini mundur sampai tanggal 26 Oktober 2015. 

Padahal bukan aku yang mau melahirkan, tapi kenapa jadi ikutan gugup begini. Nasi kuning yang semula sudah kubuka dan siap disantap, malah terlihat tidak menggiurkan lagi -,- Lancarkan, Ya Allah... Mudahkan prosesnya... kalimat-kalimat itu yang terus mengalir dalam hatiku. 

Pukul 9, ibu sms lagi. Lapar, katanya, minta tolong belikan roti dan minuman ringan. Bergegas aku beli beberapa roti, nasi bungkus yang siap saji dan minuman. Sampai di rumah bude In, yang dalam hal ini bertidak sebagai bidan (ya, bude In memang bidan), bungkusan bermacam makanan itu langsung kuserahkan ke ibu. Kebetulan saat itu masih sepi, jadi aku bisa masuk dan melihat proses melahirkan. Vania masih kesakitan, meskipun kata asisten bidannya bilang sudah ada tanda-tanda mau keluar bayinya. 

Aku kira aku bakal kuat melihat seorang perempuan dalam kondisi menjelang melahirkan. Tapi ternyata tidak begitu. Mendadak muncul perasaan ikut mulas, pengen muntah, mata berkaca-kaca dan pusing mulai merayap. Langsung aku minta ijin ibu untuk pulang duluan. Ternyata sekitar pukul 10-an bayinya keluar \^^/

Alhamdulillah... Sehat. Berat 3,9 kg dan Panjang 51 cm. Bayi kecil yang diberi nama "Muhammad Aghni Syailendra"

Welcome to the world, baby boy. Semoga menjadi anak yang sehat, bermanfaat dan tidak lupa selalu bersyukur dan bahagia :))


#latepost

Senin, Agustus 24, 2015

Cuti yang ter-pending ;(

Yah, seharusnya bulan Agustus ini saya punya jatah cuti. Lebih tepatnya saya sudah ancang-ancang untuk ambil cuti. Saya ambil mulai tanggal 14 s/d 21 Agustus 2015. Paling tidak saya hanya cuti 5 hari tapi dapatnya hampir 10 hari. Saya akan beli salah satu tiket, entah ke Ambon, Makassar atau Palembang. Setidaknya di tiga kota itu ada seseorang yang akan saya kunjungi. Orang istimewa? Bisalah dikatakan begitu. Atau rencana kedua saya adalah saya akan beli tiket ke Ambon, separuh jatah cuti saya akan terbang ke Makassar, dari sana baru saya balik ke Jawa lagi. Yah, seperti itu kira-kira rencana saya. 

Tempat-tempat yang akan saya datangi-pun juga makanan yang akan saya lahap disana sudah saya list. Pantai Ose, Piru, Papeda, Bantimurung di Makassar (lagi), Tanah Toraja, Losari, Cotto Makassar, Lasinrang, dan beberapa makanan dan tempat yang mungkin akan saya kunjungi (jika ada waktu) 

Yah, saya kira matanglah rencana saya itu. 

Tapi..... eksekusinya..... Gagal Total!!!! ;(;(;(;(

Alasan? 
1. Tiket ke Ambon dan Makassar lagi over high harganya. ;(
2. Seseorang yang akan saya kunjungi di Makassar tidak dapat saya hubungi sampai mendekati hari H pemesanan tiket.
3. Yang paling bikin syedih, permohonan cuti yang tidak bisa di-ACC di karenakan bertepatan dengan HUT RI yang artinya akan banyak kegiatan di Dinas.

Well, sebagus, se-teliti, se-akurat atau se-matang apapun sebuah rencana yang dibuat, semua kembali kepada eksekusinya. Tanpa eksekusi yang berhasil, rencana tinggallah sebuah coretan di atas kertas atau hanya khayalan di alam mimpi ;D

Semoga cuti selanjutnya bisa segera di ACC ^^

Selasa, Juli 28, 2015

welcome, Kindergarten


1st day on Kindergarten.......
YEEEYYYY \^^/
Akhirnya saya TK juga. Usia memang masih 4 tahun lebih, tapi sebentar lagi saya 5 tahun Oktober mendatang. Ah, sekolah baru, teman baru, guru baru, dan tentu saja mainan baru :D :D 
Dan saya sudah bersiap membuat petualangan baru di sekolah ini :)))


Jumat, Juli 24, 2015

Selamat Datang Kembali, Vina

Ah, sungguh judul itu memang diperuntukkan untuk saya ^^'
Bukan apa-apa, tapi 'rumah' saya ini memang sudah sangat lama tidak saya jenguk. Sarang laba-laba dan debu sudah menebal entah berapa senti. Untung saja 'rumah' ini tidak dirobohkan oleh sang blogspot. :D

Hari ini, Jum'at (yang barokah) tanggal 24 Juli 2015 saya 'kembali' ke 'rumah' ini lagi. Berharap bisa mulai kembali menyapa siapa saja yang berkenan mampir kemari. Menjalin kembali silahturahim dengan siapapun, entah saya kenal atau akan saya kenal. Dan berhubung masih suasana lebaran, saya mengucapkan 

"Taqabalallahu Minna Wa Minkum, Taqabbal ya karim, Mohon maaf lahir bati :)) Semoga senantiasa diberikan kesehatan dan rejeki. Diberikan juga kesempatan untuk kita bertemu kembali dengan bulan Ramadhan yang selanjutnya.. Amin"

Sejak terakhir saya mengupload postingan yang terakhir, banyak hal yang terjadi, tentu saja hal itu mengubah sebagian besar diri saya. Apakah lebih baik atau tidak? Entahlah. Saya hanya terus berharap, apapun yang saya lakukan akan memberikan kebaikan bagi diri saya dan orang lain. 

Tanggung jawab saya pada pekerjaan juga sudah berubah. Naik satu tingkat. Apakah menjadi beban atau berkah? Saya juga tidak tahu. Yang pasti, amanah yang besar juga membutuhkan tanggung jawab yang besar pula. Menuntut saya untuk lebih banyak dan giat belajar. Membuat saya tahu banyak hal sekaligus menyadari bahwa saya juga tidak tahu apa-apa. 

2015, saya berharap menjadi tahun yang lebih baik dari 2014. Memang tidak ada resolusi yang saya buat tahun ini, karena kadang resolusi tahun ini tak ubahnya resolusi tahun lalu dan tahun lalunya lagi yang diulang dan diulang. 

Jadi, apapun jadinya tahun 2015 ini, Semangat selalu, lakukan yang terbaik, menjadi lebih baik dan tidak pernah lupa untuk bersyukur dan bahagia :))

Minggu, Desember 29, 2013

11.12.13.14... Rindu Yang Tuntas

2013 lalu. Tapi, karena ada beberapa hal yang lebih urgent, makanya baru bisa posting hari ini.

Tulisan ini kutulis dengan perasaan yang masih meletup. Bahagia. Senang luar biasa. Karena apa??? Cuma ada satu alasannya. Sebuah pertemuan yang ditunggu sejak dua tahun lamanya. Pertemuanku dengan seseorang yang menurutku adalah sosok yang luar biasa. Sabar, tegas, perhatian dan baik hati.

Febry Waliulu. Semua memanggilnya Ebi. Aku.. memanggilnya Si Gerimis. Mengenalnya dua tahun lalu di perantauan benar-benar hal yang kusyukuri. Ebi dan Nadeth itu sama. Sama-sama mengagumkan dan mengajarkan banyak hal tentang (ke)hidup(an) padaku. Enam bulan bersama mereka, disaat jiwa lagi down, sungguh saat-saat yang akan selalu kurindukan. Sama seperti sekarang, dimana aku merindukan kehadiran mereka. Kalau Kak Nadeth, aku sudah bertemu dengannya tahun lalu. Kakiku sudah menginjak Tanah Para Daeng akhir tahun lalu. Harusnya tahun ini aku berangkat ke Bumi Timur, tapi karena sakit kemarin rencana itu jadi terpending. Syukur alhamdulillah, ternyata Ebi-lah yang datang ke Tanah Jawa. Tour de Java, judul perjalanannya bersama sang suami, Bang Litho.

Kota Pahlawan, yang biasanya dikenal dengan hawanya yang panas, hari ini tidak seperti biasa. Aku memang bukan penduduk Surabaya, jadi tidak pernah tahu bagaimana kota ini saat musim penghujan. Hari ini aku merasakannya. Pukul setengah 2 siang, yang seharusnya matahari bersinar terik, malah diganti dengan mendung dan angin yang bertiup. Matahari kayaknya sedang bebas. Aku sudah sampai di Delta Plaza, tempat yang dipilih sebagai titik pertemuan melepaskan rindu.

Tanganku saling menggenggam satu sama lain. Kakiku tak bisa berhenti mengetuk lantai. Bahkan, jangan-jangan kalau tidak pindah tempat bisa lubang lantai itu ^^'. Celingukan melihat tiap sudut. Melihat tiap manusia yang lewat dan berjalan memenuhi mall ini. Belum terlihat wujud si Gerimis. Jam tangan ini terasa bergerak sangat cepat. Aku belum bertemu dengannya, tapi jarumnya sudah menunjukkan pukul dua-kurang-sepuluh menit.

13.55... 13.56... 13.57... 13.58... 13.59...

Mataku tercekat melihat sosoknya di pintu masuk. Langsung aku menghambur memeluknya. Dia agak gemukan dan kulitnya memang lebih hitam dibandingkan terakhir aku bertemu dengannya. Tapi, dia tetap Ebi, si Gerimisku ^^.

14.00

Cantik, kan...
Pertemuan kami.
11.12.13.14
Dan rindu ini akhirnya tuntas.

Tak bisa lagi menuliskan apa yang kami lakukan. Kami hanya menikmati pertemuan dan kebersamaan kami yang singkat namun berharga. Ya, hanya kami yang tahu bagaimana luar biasanya perasaan itu.

Dulu kami berpisah dengan air mata. Bertemu lagi dengan air mata, dan berpisah lagi sekarang dengan air mata. Tapi tenang, karena air mata itu adalah air mata bahagia. Air mata senang. Dan kami yakin, perpisahan kali ini adalah untuk pertemuan selanjutnya. Dan waktunya, semoga tidak lebih lama dari dua tahun. Amin.
miss u sist,... akhirnya bisa peluk, peluk, peluk :*



Our favorit place..
Semoga bisa bertemu kembali secepatnya


Kamis, Agustus 08, 2013

Selamat Idul Fitri :)


 gambar diambil dari sini

Segala dosa dan penyesalan yang ada di seluruh tubuh, ingin sekali dihapuskan di hari yang fitri ini. Segala khilaf dan salah yang telah terjadi, berharap bisa dimaafkan. Taqobalallahu minna wa minkum. Selamat hari raya idul fitri 1434 H. Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. V^_^p

Selasa, Agustus 06, 2013

Hasil Check Lab

Hasil check labnya baru saya ambil hari ini. (check lab saya lakukan tanggal 31 Juli 2013). Untung saja, laboratorium ini tidak ikutan cuti bersama. Paling nggak masih ada yang piket. Dan pas lembaran hasil itu dibuka.... deng..deng..deng!!!!
Apa nih? Bagaimana mungkin hasilnya bisa setinggi ini? Hormon T4 yang nilai normalnya maksimal satu koma sekian, punyaku malah 13,sekian. T3 yang harusnya normal maksimal dua koma sekian, punyaku bisa 8,88. Sedangkan untuk hormon TSH, yang nilai minimalnya 0,05 milikku malah 0,007. Tuhan! Nggak nyangka dapat hasil seperti ini. Jauh sekali dari nilai normal.

Tahun 2009 s/d 2010 saya memang melakukan pengobatan secara rutin setiap bulan di RS sutomo surabaya. Tiap tiga bulan sekali selalu check lab. Dan terakhir, sebelum saya berangkat ke Jakarta untuk pendidikan, hasilnya sudah normal untuk dua hormon, sedangkan hormon satunya sudah hampir mendeati normal. Karena itu, saat berangkat ke jakarta, saya memutuskan untuk berhenti berobat. 

Sampai awal 2013 kemarin, tubuh saya baik-baik saja. Bahkan dulu, saat saya belum pernah berobat sama sekali, saya juga tidak pernah mengalami hal ini. Tidak pernah terpikir bahwa saya akan mengalami sakit seperti ini. Setelah browsing kesana-kemari akhirnya saya menemukan alasannya. Otot di kaki saya mengalami katalisasi yang berlebihan. Pemecahan protein yang ada di kaki ini, membuat kekuatan kaki berkurang untuk melakukan aktivitas normal. 

Ada syukur yang menghinggap. Alhamdulillah, karena ternyata ini bukan sakit yang 'aneh', tapi disebabkan oleh penyakit yang sudah ada. Kemungkinan sembuhnya tidak bisa diprediksi. Semua tergantung bagaimana gaya hidup, konsumsi obat, dan istirahat teratur, untuk bisa mengembalikan kondisi kaki seperti semula. Sedangkan untuk sakit hypertiroidnya sendiri, butuh waktu satu tahun untuk pengobatan tanpa henti. Tiga bulan sekali check lab. Setelah satu tahun, akan ada tindakan lanjutan dari pak dokter.

Rabu, Juli 31, 2013

Check Up Pertama

Akhirnya acara kunjungan orang nomor satu di negeri ini selesai sudah. Artinya seluruh rangkaian acara di bulan Ramadhan ini juga ikut selesai. Kembali bisa fokus untuk menyelesaikan puasa yang tinggal beberapa hari lagi. Belum bisa sepenuhnya fokus cih, karena saya masih punya satu hutang lagi. 

Jika saja rasa lemah di kaki ini sudah tidak terasa lagi, mungkin saya tidak akan melakukan check up. Diambil darah di urat tangan itu tidak pernah menjadi hal yang menyenangkan. Kecuali untuk donor darah. Tangan ini selalu gemetar saat ujung jarumnya menembus kulit. Tapi, saat check up pertama hal tersebut tidak perlu dilakukan. Dokter penyakit dalam itu langsung memvonis kalau saya sakit maag. 

Hah??!!
Bagaimana mungkin sakit maag bisa mengakibatkan kaki hampir susah berjalan? Memang saat itu, saya suka mual, pengen muntah kalau makan, hingga berat badan terjun bebas. Dari 51 kg menjadi 48 kg dalam waktu dua minggu. Padahal saya sudah susah payah menaikkan berat bada. :'( 
Tapi, merasa bahwa yang mengatakan itu adalah seorang dokter, saya nurut saja untuk mengkonsumsi obat yang diberikan. Dua obat diminum sebelum makan.  

Seminggu sejak saya berobat, belum juga ada perubahan. Minimal saya harusnya sudah bisa merasakan manfaat dari obat yang saya minum untuk kaki saya. Tapi, tidak ada. Kaki saya tetap saja susah untuk berjalan. Saya harus merambat untuk bisa mencapai tempat tertentu. Selain itu, saya susah berdiri jika sudah jongkok atau duduk di lantai, mengakibatkan saya harus pakai kursi untuk melakukan sholat. Saya tidak bisa jinjit, berlari atau lompat. Awalnya, takut juga akan mengalami kelumpuhan. Karena itu, saya mengajak ibu untuk periksa ke dokter spesialis lain. Syaraf, misalnya.

Dan di syaraf, saya justru mendapatkan diagnosis lain. Si dokter cantik langsung bilang, jangan-jangan ini efek dari hypertiroid yang saya idap. What??!! saya malah berpikir itu sudah hilang setahun yang lalu. Akhirnya, check lab lengkaplah saya. Mulai dari semua hormon yang mempengaruhi, ECG alias jantung, rontgen, kandungan kalium, kolesterol, dan gula darah. Setelah itu, si dokter menyarankan untuk membawa hasil ceknya ke dokter spesialis penyakit dalam.  

Kala itu juga, langsung meluncur ke lab terdekat untuk mengecek semua hal yang dianjurkan. Siap-siap diambil darahnya, nih.
Bismillah, semoga hasilnya tidak terlalu mengecewakan. :'( 

Jumat, Juli 26, 2013

Sakit? atau hanya lelah?

Beberapa hari ini sudah mulai merasakan sakit. Badan -terutama kaki- mulai tidak bisa diajak kerjasama. Nggak singkron antara mana arah yang ingin kutuju dan kemana kaki ini melangkah. Rasanya berat sekali. Badan sih nggak demam, tapi perut ikutan bergejolak. Apapun yang masuk ke dalam perut, mau makanan, minuman, ataupun cemilan, semuanya berebut untuk keluar lagi. Jadi semacam mengidap anorexia. Padahal sumpah, buat apa mengidap anorexia kalau badan sudah seceking lidi. Sempat khawatir berat badan akan terjun bebas.

Apalagi mengingat akan ada kunjungan dari orang nomor satu di negeri ini. Agendanya melihat yang namanya Pisang Mas Kirana dan ke-khas-an lain yang ada di kota ini. Acaranya sudah minggu depan, jadi harapanku bisa sembuh sebelum pelaksanaannya. Karena itu, meski nggak enak, makanan tetap saja kupaksa masuk. Paling nggak bisa menopang semua kegiatan yang harus dilaksanakan. 

Tapi, yang paling membuatku khawatir adalah bagian kaki ini. Perasaan berat yang kemarin kurasakan dan kupikir hanya karena kelelahan, ternyata berdampak cukup buruk bagi keseharianku. Ternyata itu bukan sekedar kelelahan biasa. Entah apa penyebabnya, mendadak kaki ini susah dibuat berdiri jika sudah jongkok atau duduk di lantai. Susah juga dibuat lari atau sekedar jinjit. Takut? Sudah pasti. Takut jika mendadak lumpuh. Astagfirullah, sumpah nggak enak banget. Mobilitas benar-benar terganggu.

Aku harus periksa! Ya, itu yang ada dipikiranku. Harus segera periksa. Mungkin nanti, setelah kegiatan kunjungan RI 1 selesai. Ya, setelah itu. 

Senin, Juli 22, 2013

Sumpah PNS


Demi Allah, saya bersumpah :
Bahwa saya, untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri sipil akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara dan Pemerintah;
Bahwa saya, akan mentaati segala peraturan perundangan-undangan yang berlaku dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada saya dengan penuh pengabdian, kesadaran dan tanggung jawab;
Bahwa saya, akan senantiasa menjunjung tinggi kehormatan Negara, Pemerintah dan Martabat Pegawai Negeri Sipil, serta akan senantiasa mengutamakan kepentingan Negara dari pada kepentingan saya sendiri, seseorang atau golongan;
Bahwa saya, akan memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus saya rahasiakan;
Bahwa saya, akan bekerja dengan jujur, tertib, cermat dan bersemangat untuk kepentingan Negara

Itulah sebuah sumpah yang diucapkan pada hari ini, Senin 22 Juli 2013, tepat pukul delapan pagi. Entah kenapa, matahari jam segini sudah terik sekali. Banyak yang pingsan atau mundur sebelum prosesi sumpah itu selesai. Mungkin karena masa puasa, jadi beberapa orang sempat mengalami dehidrasi.

Sumpah PNS ini seharusnya saya ucapkan pada tahun 2011, tapi karena tahun itu saya melaksanakan tugas lain, maka hari inilah saatnya sumpah itu terucap. Hahaha, pantas saja saya merasa kurang bertanggung jawab dalam pekerjaan saya. Apakah karena belum disumpah? #nyengir.

Mengingat hal itu, kalau tahun 2011 lalu saya tidak 'pergi', mungkin akan ada 2 sumpah yang saya ucapkan. Sumpah ini, dan sumpah satunya lagi yang akan mengubah hidup saya. Iya, begitu.
Tapi, sudahlah. Sudah lama juga, 2 tahun yang lalu. Waktu berjalan nggak terasa. Cepat sekali. Tapi, kenapa kenangan tidak bisa lari meninggalkan kita secepat waktu yg 'hanya berjalan'?

Baiklah, karena sudah disumpah, WAJIB bekerja dengan penuh semangat dan tanggung jawab, ya!!!!
 

Jumat, Juli 19, 2013

Pembukaan Pasar Ramadhan


Tadaaaaaaa!!!!Akhirnya datang juga hari pembukaan pasar ramadhan yang bikin kepala puyeng sekaligus yang ditunggu-tunggu. Acara di undangan dimulai pukul setengah 9, tapi seperti pada umumnya acara dimana saja, panitia dan segala persiapannya sudah stand by pukul 7. Melakukan cek ulang terakhir. Tenda tamu, cek! Tenda peserta, barang sekaligus pesertanya, cek! Kursi untuk undangan, masih ditata.. ya, tak apalah yang penting jumlahnya sudah 100 buah. Meja tamu dan buku tamunya, cek! ehm, cuma kurang sentuhan taplak saja. Taplak mana taplak? Oia, bingkisan-bingkisannya... ditata di belakang meja tamu biar gampang ngambilnya nanti.

Oke, fiufh... *nafas dulu*
hahaha, kayak kerja sendiri aja, padahal banyak yang bantu. Ya, ya, lupa.. terima kasih buat yang udah bantu. 

Acaranya sih sama seperti tahun kemarin. Para pejabat datang duluan, baru kurang sepuluh menit dari waktu yang dijadwalkan (atau mungkin lebih) Pejabat tertinggi kota ini datang. Sambutan, doa, lantas berkunjung ke stand-stand yang sudah dipersiapkan. Panas terik sudah mulai menyerang siang ini. Kenapa harus pas puasa diadakan acara ini? Memang harus! Bukan karena namanya pasar ramadhan. Sama halnya dengan acara pengawasan barang beredar, pasar ramadhan diadakan sebagai acara tahunan untuk menyambut hari raya idul fitri. Diharapkan di tempat ini masyarakat bisa mendapatkan barang-barang pokok atau kue-kue buat lebaran dengan harga yang lebih murah (sedikit) daripada di toko-toko.

Ada lega sedikit di hati. Selesai juga agenda untuk ramadhan tahun ini. Meskipun keringat dingin hari ini setia menemani. Kaki ini rasanya agak lemas, tapi kupikir hanya karena lagi puasa aja. Ditambah hawa terik dan ekstra tenaga yang harus dipersiapkan untuk hari ini.
Ya, semoga hanya karen itu =)

Pembukaan Pasar Ramadhan


Tadaaaaaaa!!!!Akhirnya datang juga hari pembukaan pasar ramadhan yang bikin kepala puyeng sekaligus yang ditunggu-tunggu. Acara di undangan dimulai pukul setengah 9, tapi seperti pada umumnya acara dimana saja, panitia dan segala persiapannya sudah stand by pukul 7. Melakukan cek ulang terakhir. Tenda tamu, cek! Tenda peserta, barang sekaligus pesertanya, cek! Kursi untuk undangan, masih ditata.. ya, tak apalah yang penting jumlahnya sudah 100 buah. Meja tamu dan buku tamunya, cek! ehm, cuma kurang sentuhan taplak saja. Taplak mana taplak? Oia, bingkisan-bingkisannya... ditata di belakang meja tamu biar gampang ngambilnya nanti.

Oke, fiufh... *nafas dulu*
hahaha, kayak kerja sendiri aja, padahal banyak yang bantu. Ya, ya, lupa.. terima kasih buat yang udah bantu. 

Acaranya sih sama seperti tahun kemarin. Para pejabat datang duluan, baru kurang sepuluh menit dari waktu yang dijadwalkan (atau mungkin lebih) Pejabat tertinggi kota ini datang. Sambutan, doa, lantas berkunjung ke stand-stand yang sudah dipersiapkan. Panas terik sudah mulai menyerang siang ini. Kenapa harus pas puasa diadakan acara ini? Memang harus! Bukan karena namanya pasar ramadhan. Sama halnya dengan acara pengawasan barang beredar, pasar ramadhan diadakan sebagai acara tahunan untuk menyambut hari raya idul fitri. Diharapkan di tempat ini masyarakat bisa mendapatkan barang-barang pokok atau kue-kue buat lebaran dengan harga yang lebih murah (sedikit) daripada di toko-toko.

Ada lega sedikit di hati. Selesai juga agenda untuk ramadhan tahun ini. Meskipun keringat dingin hari ini setia menemani. Kaki ini rasanya agak lemas, tapi kupikir hanya karena lagi puasa aja. Ditambah hawa terik dan ekstra tenaga yang harus dipersiapkan untuk hari ini. 
Ya, semoga hanya karen itu =)

Kamis, Juli 18, 2013

Pengawasan day 2

Pengawasan hari kedua. Menunya masih sama dengan kemarin. Tapi, anehnya hari ini tubuhku seperti ada yang tidak beres. Hm, maki dirasa...hmmm.. anu, eh... apa.. ehm... pusing? agak kedinginan dalam suasana se-'hot' ini? Mual, morning sick, meskipun udah nggak terlalu pagi juga.
Nggak tau pastinya, sih. Yang jelas, kudu tetap semangat, mengingat besok adalah hari yang di nanti. Jadi, hari ini mesti tetap tegak berdiri, nggak boleh K.O! 
Oke... Ciayo!!!

Rabu, Juli 17, 2013

Pengawasan day 1

Setelah berkecimpung penuh pikiran karena persiapan yang sudah hampir kelar, hari ini dapat tugas baru yang nggak kalah menguras tenaga. Pengawasan peredaran barang dan jasa. Dan ini adalah hari pertama. Panas, ke pasar-pasar dan toko makanan, dan puasa. Satu yang tetap membuat semangat. Allah akan melipatgandakan pahala orang yang puasa saat terik membakar. Hahahaha, itu semacam keyakinan sendiri sih.

Eniwei, kami berangkat pukul 8 pagi, bareng sama dinas kesehatan, polres, dinas pasar, sama satpol pp. Setiap tim diisi oleh lima orang, masing-masing dari instansi itu. Pengawasan ini akan dilaksanakan rabu dan kamis selama 3 minggu. Yang harus dilakukan adalah mengecek makanan dan minuman yang ada di pasaran, untuk mengetahui apakah makanan dan minuman tersebut sudah memenuhi aturan yang berlaku untuk dikonsumsi masyarakat, misalnya tanggak kadaluarsanya, komposisi atau keterangan yang menggunakan bahasa indonesia, kemasannya, dan ijin edar. Karena banyak makanan beredar yang ada di pasaran tidak menggunakan atau menyertakan ijin edarnya. Baik dari itu PIRT atau MD.

Pengawasan ini dilaksanakan setiap bulan puasa (menjelang idul fitri), natal dan tahun baru. Diperkirakan pada saat-saat itu, banyak makanan 'sembarangan' beredar. Bisa jadi cuci gudang, atau memang si empunya toko tidak peduli meski produk yang dijualnya sudah rusak atau kadaluarsa. Kalau mendapati pemilik yang bisa diajak kerjasama, sih enaka. Tidak ada 'gontok-gontokkan' dengan pihak lain. Tapi, kalau sudah kena yang keras kepala, wah, itu yang butuh kesabaran ekstra.

Variasi pekerjaan? Ya. Dan semoga bisa menjadi cara baru untuk refresing