Tampilkan postingan dengan label celoteh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label celoteh. Tampilkan semua postingan

Senin, Agustus 24, 2015

Cuti yang ter-pending ;(

Yah, seharusnya bulan Agustus ini saya punya jatah cuti. Lebih tepatnya saya sudah ancang-ancang untuk ambil cuti. Saya ambil mulai tanggal 14 s/d 21 Agustus 2015. Paling tidak saya hanya cuti 5 hari tapi dapatnya hampir 10 hari. Saya akan beli salah satu tiket, entah ke Ambon, Makassar atau Palembang. Setidaknya di tiga kota itu ada seseorang yang akan saya kunjungi. Orang istimewa? Bisalah dikatakan begitu. Atau rencana kedua saya adalah saya akan beli tiket ke Ambon, separuh jatah cuti saya akan terbang ke Makassar, dari sana baru saya balik ke Jawa lagi. Yah, seperti itu kira-kira rencana saya. 

Tempat-tempat yang akan saya datangi-pun juga makanan yang akan saya lahap disana sudah saya list. Pantai Ose, Piru, Papeda, Bantimurung di Makassar (lagi), Tanah Toraja, Losari, Cotto Makassar, Lasinrang, dan beberapa makanan dan tempat yang mungkin akan saya kunjungi (jika ada waktu) 

Yah, saya kira matanglah rencana saya itu. 

Tapi..... eksekusinya..... Gagal Total!!!! ;(;(;(;(

Alasan? 
1. Tiket ke Ambon dan Makassar lagi over high harganya. ;(
2. Seseorang yang akan saya kunjungi di Makassar tidak dapat saya hubungi sampai mendekati hari H pemesanan tiket.
3. Yang paling bikin syedih, permohonan cuti yang tidak bisa di-ACC di karenakan bertepatan dengan HUT RI yang artinya akan banyak kegiatan di Dinas.

Well, sebagus, se-teliti, se-akurat atau se-matang apapun sebuah rencana yang dibuat, semua kembali kepada eksekusinya. Tanpa eksekusi yang berhasil, rencana tinggallah sebuah coretan di atas kertas atau hanya khayalan di alam mimpi ;D

Semoga cuti selanjutnya bisa segera di ACC ^^

Jumat, Juli 24, 2015

Selamat Datang Kembali, Vina

Ah, sungguh judul itu memang diperuntukkan untuk saya ^^'
Bukan apa-apa, tapi 'rumah' saya ini memang sudah sangat lama tidak saya jenguk. Sarang laba-laba dan debu sudah menebal entah berapa senti. Untung saja 'rumah' ini tidak dirobohkan oleh sang blogspot. :D

Hari ini, Jum'at (yang barokah) tanggal 24 Juli 2015 saya 'kembali' ke 'rumah' ini lagi. Berharap bisa mulai kembali menyapa siapa saja yang berkenan mampir kemari. Menjalin kembali silahturahim dengan siapapun, entah saya kenal atau akan saya kenal. Dan berhubung masih suasana lebaran, saya mengucapkan 

"Taqabalallahu Minna Wa Minkum, Taqabbal ya karim, Mohon maaf lahir bati :)) Semoga senantiasa diberikan kesehatan dan rejeki. Diberikan juga kesempatan untuk kita bertemu kembali dengan bulan Ramadhan yang selanjutnya.. Amin"

Sejak terakhir saya mengupload postingan yang terakhir, banyak hal yang terjadi, tentu saja hal itu mengubah sebagian besar diri saya. Apakah lebih baik atau tidak? Entahlah. Saya hanya terus berharap, apapun yang saya lakukan akan memberikan kebaikan bagi diri saya dan orang lain. 

Tanggung jawab saya pada pekerjaan juga sudah berubah. Naik satu tingkat. Apakah menjadi beban atau berkah? Saya juga tidak tahu. Yang pasti, amanah yang besar juga membutuhkan tanggung jawab yang besar pula. Menuntut saya untuk lebih banyak dan giat belajar. Membuat saya tahu banyak hal sekaligus menyadari bahwa saya juga tidak tahu apa-apa. 

2015, saya berharap menjadi tahun yang lebih baik dari 2014. Memang tidak ada resolusi yang saya buat tahun ini, karena kadang resolusi tahun ini tak ubahnya resolusi tahun lalu dan tahun lalunya lagi yang diulang dan diulang. 

Jadi, apapun jadinya tahun 2015 ini, Semangat selalu, lakukan yang terbaik, menjadi lebih baik dan tidak pernah lupa untuk bersyukur dan bahagia :))

Selasa, Oktober 01, 2013

Hepi Hari Lahir, Ganteng :))

Si Sakti ulang tahun hari ini. Dirayain di sekolah paud, sama seperti beberapa temannya yang ulang tahunnya juga dirayain di sekolah paud.
Share poto aja deh langsung :))
Bangun tidur, dia sudah terperangah melihat hadiahnya... (btw, kaki Uti ke-poto, tuh ^^')

Kekagumannya hanya sebentar... lalu dengan lagak sok berfoto di depan hadiahnya, hahahaha.... Dasar!!

 
Udah siap-siap ke sekolah, nih. Angry bird dan kue buat temen-temen, jangan lupa dibawa ya, Dek :D

 
Fotonya nge-blur, nih... Pas perayaan di sekolah


 
Terus, pulang sekolah langsung pose bareng uti sama kakung di depan tumpukan hadiah

 
Bunda sama mama nggak ketinggalan ikutan foto, lho. Eits, bunda ketahuan ijin nih masih pake seragam :P

 
Daaaannn.... Taraaaa
Hadiah dari Kakung.... Mobil!!!!!

Selamat ulang tahun ya Adek. Semoga tambah pinter, nurut sama orang tua, jadi anak sholeh, dan berguna buat orang-orang di sekitarmu. Amin :*
 



Kamis, Agustus 08, 2013

Selamat Idul Fitri :)


 gambar diambil dari sini

Segala dosa dan penyesalan yang ada di seluruh tubuh, ingin sekali dihapuskan di hari yang fitri ini. Segala khilaf dan salah yang telah terjadi, berharap bisa dimaafkan. Taqobalallahu minna wa minkum. Selamat hari raya idul fitri 1434 H. Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. V^_^p

Sabtu, Agustus 03, 2013

Cinta bertepuk sebelah tangan

Habis nonton sebuah film dari negeri seberang, dan denger sebuah kalimat yang diucapkan oleh si pemeran utama wanita. 
"Sungguh hal yang rumit, menyakitkan dan memalukan cinta bertepuk sebelah tangan itu. Cinta yang seakan tersesat dan tak menemukan jalan keluar."

Ya. Sedikit banyak begitulah bunyi kalimatnya. Lalu, apa yang istimewa dari kalimat itu? Nggak ada sebenarnya. Hanya saja, kurang setuju dengan kata 'memalukan'. Menurutku malah itu adalah hal yang berani yang dilakukan oleh seseorang. Tetap berani mencintai meskipun dia tahu cintanya bertepuk sebelah tangan. Atau mungkin beberapa orang mengatakan itu..... bodoh.

Hanya saja, menurutku tetap tidak pernah salah ataupun bodoh saat mencintai seseorang meski nggak berbalas. Cinta bertepuk sebelah tangan itu, nggak pernah salah. Orang yang mengatakan itu salah atau bodoh, kemungkinan cintanya nggak pernah bertepuk sebelah tangan atau mereka membohongi diri sendiri untuk bisa melupakan cinta bertepuk sebelah tangannya. Mendengar saran banyak manusia yang menyuruh kita melupakannya, move on, cari pengganti, atau hal lain yang membuat kita 'membunuh' cinta itu. Tidak mudah memang, tapi itulah saran yang biasanya kita dengar.  Sebagian besar mampu melakukannya, sebagian lagi tidak.


Begitulah saat kau memilih, hatimu atau logikamu yang mengambil peran utama. Jika logika, mungkin akan lebih mudah melupakan perasaan itu. Tentu saja dengan menggantinya dengan sosok lain. Tapi jika hati yang mengambil peran itu, maka perasaan itu nggak akan mudah untuk digantikan. Mengendap hingga mengkristal. Lalu tanpa sadar, kita menunggunya tanpa paksaan, menghindari beberapa hati yang sudah mengetuk ataupun akan mengetuk. Dan berakhir dengan kesendirian. Meski kau tahu itu, kau tetap bertahan.

 

Senin, Juli 22, 2013

Sumpah PNS


Demi Allah, saya bersumpah :
Bahwa saya, untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri sipil akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara dan Pemerintah;
Bahwa saya, akan mentaati segala peraturan perundangan-undangan yang berlaku dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada saya dengan penuh pengabdian, kesadaran dan tanggung jawab;
Bahwa saya, akan senantiasa menjunjung tinggi kehormatan Negara, Pemerintah dan Martabat Pegawai Negeri Sipil, serta akan senantiasa mengutamakan kepentingan Negara dari pada kepentingan saya sendiri, seseorang atau golongan;
Bahwa saya, akan memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus saya rahasiakan;
Bahwa saya, akan bekerja dengan jujur, tertib, cermat dan bersemangat untuk kepentingan Negara

Itulah sebuah sumpah yang diucapkan pada hari ini, Senin 22 Juli 2013, tepat pukul delapan pagi. Entah kenapa, matahari jam segini sudah terik sekali. Banyak yang pingsan atau mundur sebelum prosesi sumpah itu selesai. Mungkin karena masa puasa, jadi beberapa orang sempat mengalami dehidrasi.

Sumpah PNS ini seharusnya saya ucapkan pada tahun 2011, tapi karena tahun itu saya melaksanakan tugas lain, maka hari inilah saatnya sumpah itu terucap. Hahaha, pantas saja saya merasa kurang bertanggung jawab dalam pekerjaan saya. Apakah karena belum disumpah? #nyengir.

Mengingat hal itu, kalau tahun 2011 lalu saya tidak 'pergi', mungkin akan ada 2 sumpah yang saya ucapkan. Sumpah ini, dan sumpah satunya lagi yang akan mengubah hidup saya. Iya, begitu.
Tapi, sudahlah. Sudah lama juga, 2 tahun yang lalu. Waktu berjalan nggak terasa. Cepat sekali. Tapi, kenapa kenangan tidak bisa lari meninggalkan kita secepat waktu yg 'hanya berjalan'?

Baiklah, karena sudah disumpah, WAJIB bekerja dengan penuh semangat dan tanggung jawab, ya!!!!
 

Rabu, Juni 26, 2013

Reply 1997... Mengingat cinta pertama

Baru selesai menamatkan drakor "Reply 1997" atau bisa juga disebut "Answer Me 1997". Melihat drakor itu, rasanya seperti dibawa menuju kenangan jaman SMa dulu. Setting tahun 2012 yang dipadu dengan beberapa setting di tahun 1997, awalnya terasa membingungkan. Tapi, lambat laun, saya jadi menikmati perjalanan 'roh' sang pemeran utama dan para sahabatnya ke masa lalu. Ke masa 15 tahun yang lalu. Saat mereka masih berusia 18 tahun, di tahun 1997. 


Inti dari cerita ini adalah tentang persahabatan dan cinta pertama. Semua hal yang terjadi adalah 'yang pertama'. Dimana semua dialami dan dijalani dengan sikap yang polos. 
Adalah Shi Won dengan Yoon Jae, sahabat yang tumbuh besar bersama. Saling berbagi apapun yang mereka miliki. Tak ada rahasia diantara mereka. Tidak ada perasaan yang lebih dari sekedar saudara dalam hati mereka. Hingga pada suatu saat, mereka menjadi siswa SMA. Saat itulah, Yoon Jae merasa ada sesuatu yang berdegup dalam hatinya saat melihat dan bersama Shi won. Dia Jatuh cinta pada teman masa kecilnya itu. 

Kisah ini, sejak awal hingga akhir ending, selalu penuh teka teki. Ada yang mau mengumumkan pertunangan, ada yang sedang hamil, bahkan suami Shi won pun masih dirahasiakan sampai episode terakhir. Yoon Jae kah, atau sang kakak, Tae Woong? Kisah ini menceritakan, bahwa jodoh kita bisa saja cinta pertama atau cinta kesekian. Bisa saja cinta pertama menjadi pasangan hidup, tetap sebagai sahabat, atau berlalu dan hilang begitu saja. Tak tahu akan menjadi apa sahabat kita, masihkah berhubungan sebagai sahabat atau justru berpisah sebagai orang asing. Masihkah sahabat terbaik mendampingi hingga usia menua atau malah memilih pergi menjejakan kakinya sendirian.

Melihat kisah ini, ingin rasanya ikut kembali ke usia 18 tahun. Cinta pertama menjadi hal yang sangat menakjubkan. Bukan hanya karena itu pertama kalinya kita jatuh cinta, melainkan saat itu kita mencintai seseorang tanpa syarat. Kita menjadi apa adanya, dengan segala kepolosan, keluguan, naif, dan bodoh. Itu adalah pertama kalinya kita tahu, bahwa saat kita menyukai seseorang, kita takkan bisa berhenti memperhatikannya. Saat itu, kita tahu, jika kita hanya diam, maka takkan ada hasil bagi diri kita. 

Ah, cinta pertama ya? Kapan itu terjadi, ya? Hm, SMP? SMA? Kapanpun itu terjadi, sebuah cerita tentang cinta pertama memang selalu menggelitik. Menyejukkan hati disetiap waktu yang mulai membosankan ini. Saat usia muda perlahan merangkak tua. Cinta pertama, takkan ada seorangpun yang bisa melupakan.

"Reply 1997" atau "Answer me 1997" layak ditonton. Supaya kita ingat, betapa kita pernah merasa 'bahagia' di usia 1998. Persahabatan, cinta pertama, mengidolakan selebriti, grup band, persaingan, pertengkaran dengan sahabat, dengan orang tua, salinh berbagi, semuanya ada di drakor ini. Keren pokoknya. Mungkin saat 1997 kita masih berusia di bawah 18 tahun. Tapi, cerita ini tetap tentang anak-anak 18 tahun, dan kita pernah merasakan itu, kan? Tahun berapapun itu. 

Answer me, 2003. Saat itu usiaku 18 tahun. Meskipun cinta pertama dan persahabatan sudah kurasakan sejak 3 tahun sebelumnya, tapi usia 18 tahun memang selalu menakjubkan. 
Selamat datang kembali, 18 tahun. :D

Rabu, Juni 12, 2013

Time Travel, adakah?

Seperti yang sudah dibicarakan di postingan sebelum-sebelumnya bahwa saya sedang getol-getol menonton drakor alias drama korea. Salah satunya adalah Faith:The Great Doctor. Pemainnya Lee Min Ho sama Kim Hee Sun. Ceritanya tentang time travel gitu. Perjalanan menuju dimensi lain, entah dunia yang berbeda atau jaman dan waktu yang terpaut jaaauuuhhh sekali. Dunia lain. Yupz, cerita tentang sebuah kehidupan di dunia lain selalu membuatku takjub, terlepas dari itu benar atau tidak. 

Bermula dari tahun 2003 ketika sebuah komik dunia mimpi tertangkap bebas di tangan. Ah, yang belum pernah membaca atau bahkan tak tahu komik itu, mungkin aku bisa menceritakan sedikit. Dunia Mimpi adalah komik Jepang yang bercerita tentang Noriko, siswi SMU yang tanpa sengaja (atau sebenarnya sudah ditakdirkan begitu) terkena ledakan bom saat pulang sekolah. Bukannya meninggal dengan badan terburai (eiiks!) Noriko justru terbangun di sebuah dunia baru. Dunia yang sama sekali tak ia kenali. Sebuah hutan dengan pohon lebat berwarna emas. Singkat cerita, di situlah dia bertemu dengan Izaku, pemuda tampan yang misterius. Nah, mereka ini sebenarnya adalah Sang Kegelapan dan Sang Pencerah. Kedatangan Noriko sudah pasti akan mengarahkan takdir Izaku sebagai sang kegelapan. Karena tidak mau menjadi monster, Izaku bermaksud membunuh Noriko. Tapi begitu tahu sang pencerah adalah seorang gadis kecil, Izaku justru membuang keinginan itu dan menjadi penjaga Noriko. Dan begitulah, akhirnya kisah cinta terjalin diantara mereka. Berdua, mereka bermaksud mengubah takdir dan masa depan. Karena tidak ada masa depan yang mutlak.
Ini dia beberapa gambar dari komik Dunia mimpi.


Kembali lagi ke filmnya Lee Min Ho. Di sana diceritakan bahwa Jenderal Choi Young (Lee Min Ho) mendapat tugas untuk membawa tabib dari langit, yang dipercaya keturunan Hwata (tabib hebat yang mampu menyembuh penyakit apa saja) untuk menyembuhkan putri NoGuuk yang tengah sekarat. Alih-alih pergi ke langit, saat Jenderal Choi Young memasuki sebuah putaran sinar (yang dianggap jalan menuju langit), Jenderal Choi Young justru datang ke jaman 660 tahun yang akan datang. Tahun 2012. Dan yang dia bawa pulang ke jamannya adalah seorang dokter bedah terbaik, yang beralih menjadi dokter kecantikan, Yoo Eun Soo. Mau tidak mau, Eun Soo melakukan operasi dengan alat seadanya. 

Bisa ditebak, bahwa antara Eun Soo dan Choi Young akan terjalin sebuah kisah cinta. Dan beberapa rahasia besar terkuak. Mulai dari ditemukannya alat-alat medis modern sampai sebuah buku catatan yang merangkum tentang sejumlah angka. Awalnya Eun Soo tidak tahu apa artinya, tapi akhirnya dia menyadari bahwa itu adalah beberapa buah titik kordinat, yang menjelaskan dimana dan kapan sebuah pintu yang menyambungkan tiap dimensi akan terbuka. 
Hingga akhirnya, semakin mendekati ending, akan terkuak sebuah benang merah. Bahwa Eun Soo tak hanya sekali datang ke jaman Goryeo ini. Dia sudah berkali-kali datang. Dia, di masa depan, sudah sering melakukan perjalanan time travel dalam usahanya menyelamatkan Choi Young dari masa ke masa. Memperbaiki setiap kesalahan yang terjadi, yang bisa membahayakan Choi Young, dari waktu ke waktu. Hingga akhirnya cerita itu menemukan endingnya.

Ada sebuah pertanyaan yang muncul setelah melihat dan melihat sinosipnya. Jika memang Eun Soo dari masa depan mengirim pesan pada Eun Soo di masa ini, artinya diri kita itu ada di masa depan? Jika kita berdiri di tahun 2013, adakah diri kita di tahun-tahun depannya? 2014, 2015 dst? Atau diri kita di tahun 2011 masih ada? Begitukah? Atau time travel itu sendiri sebenarnya ada? Jika tidak, kenapa banyak orang yang menuliskan cerita tentang itu? 

Ah, jangan-jangan itu hanya cerita, ya? 
Yang pasti, Tuhan memang menciptakan dunia lain, alam lain, yang tidak kita ketahui. 

 


Senin, Juni 10, 2013

Menggenggam tangan

Saat melihat sebuah film romantis, adegan saat apa yang membuatmu berdebar? Saat berpelukan? Saat berciuman? Jika pertanyaan itu ditanyakan padaku, maka jawabanku adalah saat salah satu pemeran menggenggam erat tangan lawan mainnya. Rasanya amaaaaaannnn gitu. Entah secara malu-malu atau terang-terangan. Adegan saat itulah yang membuat jantungku cukup berdebar. 

Ya, saat seseorang menggenggam tanganmu, seolah muncul perasaan tenang. Perasaan aman. Adegan itu banyak ditemui dalam drakor, dimana perwujudan perasaan cinta yang kuat bisa diperlihatkan dari bagaimana cara sang tokoh menggenggam tangan lawan mainnya. Berbeda dengan sinetron, dimana rasa cinta ditunjukkan dengan ucapan yang menggebu-gebu. Drakor, sebelum mengucapkan rasa itu, sang tokoh biasanya memperlihatkan dalam tingkah lakunya terlebih dulu. 

Ah, melihat adegan itu dalam drakor membuatku iri. Ada ya, manusia nyata yang bisa kayak begitu? Meskipun sebenarnya adegan seperti itu banyak di dunia nyata, tapi kadang si pelaku tidak menyadari dan menganggap hal itu menjadi sesuatu yang biasa. Atau mungkin karena saat adegan di drakor, si pelaku bisa menunjukkan ekspresi yang total dalam penyampaian perasaannya ya???

Ya jelas, saat ini tidak ada yang bisa diharapkan untuk menggenggam tangan ini. Dia sudah menghilang lebih dari dua tahun yang lalu. Hiks...

Rabu, Juni 05, 2013

Hujan

Hujan. Aku menyukainya. Aku sangat menyukai hujan. Setiap rintiknya, sejak rintik pertama. Aku menyukainya dengan tingkat kesukaan yang luar biasa. Saat hujan turun, aku bisa tahan berjam-jam memandangi airnya di luar jendela. Aku merasa, setiap hujan yang turun akan menghapus setiap kenangan pahit yang kulalui dulu. 

Berlebihan, ya? Kurasa tidak. Karena begitulah adanya. Saat hujan turun adalah saat paling tenang dalam hati ini. tentu saja saat itu hujan tak mengajak serta sang petir. Petir yang menggelegar itu seringkali membuatku kalap. Tapi, tak dipungkiri juga kalau aku sangat menyukai warna dan bentuk petir yang menakjubkan itu. 

Hm, sepertinya kenangan pahitku lumayan banyak, ya? Buktinya, begitu banyak hujan yang telah turun, tetap saja rasa sakit itu kadang masih muncul. Artinya, hujan itu belum sepenuhnya menghilangkan kenangan itu. Atau mungkin sebenarnya akulah yang 'enggan' menghilangkannya. Enggan mengusirnya dan membiarkan 'dia' tetap tinggal di sana. Karena saat aku berusaha melupakannya atau mengusirnya pergi, aku harus mengingatnya. Mengingat kenangan mana yang akan aku perlakukan seperti ini. Semakin sering berusaha melupakan, semakin sering hal itu muncul. 

Ah, hujan... aku berharap rintikmu membawa pergi rasa sakit ini.

 

Rabu, Mei 22, 2013

Bye (sementara) Gadget

Dapat 'peringatan' dari juragan GG. "Hei, anak muda, mana postingan barumu? Aku tunggu!!" ucapnya pada suatu hari. Deg. Iya, ya... sudah beberapa hari ini saya tidak membuat postingan baru. Jangankan membuat, membuka saja tidak. 
 
Arrrrggghhh,,,,, Aku mengacak rambutku. Bukannya malas memposting. Hanya saja, saya sedang terkena demam korea. Seperti yang pernah saya ceritakan di postingan sebelumnya, mendadak saya terkena demam korea. Kalau kemarin setelah nonton film that winter, the wind blows jadi suka lihat film korea, sekarang, rasa suka itu mendadak menjadi-jadi saja. Yang tadinya cuma suka sama film korea baru, sekarang malah berburu film korea yang lama. BBF atau Boys Before Flower, City Hunter dan Personal Taste, filmnya Lee Min Ho dulu, ingin lihat karena baru selesai melihat Faith:The Great Doctor. Lalu, ada film King2Heart, Prince Coffe, Partner dan masih banyak lagi film Korea yang saya hunting. 

Akibatnya? Gadget sementara saya tinggalkan. Kalau dulu begitu hape berbunyi, langsung saja berlari menyambut. Sekarang? Ah, maaf ya, kalian jadi anak tiri. Bahkan suara hape (jika itu hanya beruba sms) tidak bisa langsung membuat mataku berpindah dari layar laptop. Kecuali adegan sedang tidak terlalu menarik, baru saya akan mengambil hape itu. Hahaha.. karena itu, beberapa ada yang mengira saya sibuk. Lho, iya memang, sibuk nonton film :D

Aaahhh.. benar-benar film serial korea itu sudah membuat saya malas. Kalau sudah duduk menghadap laptop dan menyala filmnya, sungguh saya jadi malas melakukan apa-apa. Hanya diam dan menyimak film di hadapan saya. Oh iya, sambil ngemil tentunya. :D

Sudah! 
Saya sudah putuskan untuk membatasi jam tayang bagi K-drama. Mulai jam 5 sore sampai dengan 11 malam. WHAT??!! Iya saya tahu. Itu memang waktu yang sangat lama hanya untuk dihabiskan dengan nonton film. Sungguh tidak berguna. Tapi, itu saja kadang masih saya tolerir dengan menambah jam tayang. Biasanya kalau esok libur, saya bisa sampai jam dua dini hari, hahaha. 
OMG! Semoga saya bisa lebih menguasai diri dalam hal menonton film korea ini. OKE SIP!

Jumat, Mei 10, 2013

Mendadak Korea

Hahahaha... aku jadi tertawa sendiri menuliskan judul ini. Bagaimana tidak, dulu aku hanya suka drama asia gara-gara Meteor Garden. Kisah cinta (matinya) Tao Ming Tse dan perjuangan Sanchai itu yang bikin anak SMA seusiaku waktu itu jadi klepek-klepek. Berkhayal dan berimajinasi seandainya ada lelaki yang mencintaiku sampai sebegitunya, hahahaha. (lebay!)

Lalu setelah booming itu, aku tak lagi suka melihat drama-drama macam itu. Soalnya tidak ada yang 'berbeda' dibandingkan meteor garden. Sepertinya tipenya sama semua. Iyalah, MG kan yang pertama membahana. Bahkan MG sesi 2 saja tidak bisa menandingi gemlegar MG pertama. 
Lalu, tiba-tiba muncul drama Full house. Itu juga sempat membuatku istiqomah mengikuti tiap episodenya, hehehe. 
Setelah itu, beberapa tahun ini aku tidak tertarik melihat drama cinta-cintaan. Apalagi dari Taiwan, Korea, atau Jepang. Tidak juga ikutan menggemari atau bersorak-sorak saat boyband/girlband dengan sebutan K-pop itu jingkrak-jingkrak di atas panggung. Lebih tepatnya sejak jadi pekerja, aku jadi jarang nonton tivi. Lebih menyenangkan bermain laptop.

Beberapa minggu yang lalu, lagi-lagi terkena demam korea. Gara-gara muncul gambar promosi film terbaru Song Hye Kyo, artis korea yang kayak boneka itu, bareng sama seorang pria yang ternyata adalah pemain di K-drama (sebutan sinetronnya korea) Memories of Bali, Jo In-Sung. Jadilah browsing K-drama itu. Judulnya that winter, the wind blows. Pas liat trailer atau streaming di youtube, aku langsung jatuh hati sama Oh Soo, peran utama prianya. Kisahnya sederhana. Percintaan antara gadis buta kaya raya dengan seorang pria penjudi dan penipu, yang pura-pura menjadi kakak lelaki si gadis yang menghilang sejak kecil. 

Dasar koneksi lelet, jadinya nggak sabar. Karena itu, aku putuskan mencari kasetnya. Ealah, ternyata aku harus bersabar, karena kasetnya baru keluar pertengahan April. Artinya tiga minggu lagi. 
Setelah tiga minggu masa penantian, akhirnya aku dapatkan juga kaset itu disebuah tempat persewaan. Alhamdulillah. Nontonlah aku hingga hampir tiap hari. Wah, demam ini seperti MG dulu. Cinta yang luar biasa, hehehe. Padahal seharusnya di usiaku yang sekarang, tidak pantas lagi berkhayal. Tapi, benarkah itu? Hohohoho

Sejak itu, rasanya aku jadi mendadak Korea. Pinjem beberapa K-drama dengan judul lain. Beli film-film korea. Secret garden, jackal are coming, 200 pound beauty, a moment to remember, hear me, always, lie to me, dll. Ya ampun, benar-benar aneh aku ini. Jadi ingat perkataan seorang teman. Film Korea kalau dilihat sama orang yang sedang patah hati atau hatinya sedang sakit, bisa-bisa mendadak bunuh diri. Caranya bikin orang down, bahagia, penuh cinta, jagoan banget. 
Yah, semoga mendadak koreannya hanya sementara, hohoho. 

Rabu, Mei 08, 2013

Kado dari pulau seberang

Ulang tahunku memang sudah lewat, tapi hari ini suara motor petugas pos membuatku sumringah. Bagaimana tidak, hampir tidak pernah ada tukang pos lagi yang datang kerumah, setelah semua pesan bisa disampaikan lewat ponsel dan semua paket disampaikan lewat ekspedisi yang lebih cepat dibandingkan lewat tukang pos berseragam oranye.

Sebuah paket dengan tujuan namaku datang hari ini. Aku bisa menduga siapa pengirimnya hanya dengan melihat bungkusnya yang berwarna hijau. Siapa lagi kalau bukan dia, si penggila hijau. Tapi, tak semuanya hijau, karena di dalam masih ada bungkus warna ungu cantik. Aku tahu kirimannya selalu saja membuatku terkejut. Dan benar saja! Dia paling tahu apa yang kubutuhkan. Niatan untuk membeli barang ini sudah kuucapkan jauh-jauh bulan. Saat aku berkunjung ke tempatnya bulan September tahun lalu. Bagiku itu memang hanya sebuah ucapan ringan, yang keluar saat aku berada di tempat yang menjual barang itu. Berbulan-bulan yang lalu aku mengucapkannya. Berbulan-bulan lalu aku menginginkannya, dan (memang) belum kesampaian. 

Lalu..... taaaadaaaa!!!! Benda itu ada dihadapanku sekarang. Lalu aku menyadari ada sedikit yang aneh. Ini hadiahku, kan? Tapi kenapa aku tidak menemukan kartu ucapan atau sebuah surat? Bukannya mengharapkan, sih, hanya... tahulah, saat membaca sebuah kartu ucapan yang penuh doa di hari lahir, adaah hal yang paling menggembirakan. Lebay? Biar saja. Bukankah memang selalu menyenangkan saat ada orang yang mendoakan kita?

Kenapa tidak ada kartunya? ucapku melalui sebuah pesan singkat padanya. Karena beberapa hari ini setiap aku telpon ponselnya selalu sibuk. 
Lama, aku menunggu balasannya. Dan saat balasan itu datang, dia hanya menulis pesan, "Belum ketemu kartunya?"
Huh, kalau sudah kutemukan, aku tidak akan bertanya. Dasar! Gara-gara itu aku mengorek bak sampah. Bungkus hadiah itu memang sudah kebuang. Bungkusnya sudah ketemu, tapi tetap tak ada ucapan, surat atau apalah yang berbau tulisan. 
Sempat membongkar tempat (dimana aku membuka kado itu) tapi hasilnya juga sama. Akhirnya menyerah juga aku. Biarlah, besok saja aku telpon dia, batinku. Seperti kebanyakan anak yang baru dapat hadiah, aku langsung memindahkan barang-barang yang biasa kubawa ke kantor ke dalam benda itu. Dan... AKU MENEMUKANNYA!!! Surat yang kucari setengah mati, aku menemukannya. Astaga, harusnya aku bisa menebak. Dia tidak mungkin menaruh surat itu ditempat biasa. Dia pasti akan menaruh di tempat yang hanya bisa ditemukan dengan tidak sengaja. Hahahaha... Dasar, Asem!!!

Terima kasih untuk hadiah dan doamu, Kak. May's pray, kau bilang. Doa khusus di bulan Mei. Aku amini doa tulusmu, Kak.  Semoga doa kita di bulan Mei ini bisa terkabul. Amin.

Eh, mau tahu hadiahnya??? :D (lebay, ih. Bilang aja mau pamer, hohoho)
Ini deh, aku kasih tahu fotonya.

Eng.. Ing... Eng....

Sebuah tas laptop yang lebih pantas di pakai ke kantor di banding tas yang sekarang aku pakai, hahaha. Karena yang sekarang model dan warnanya lebih kekanak-kanakkan :D. Sebuah surat yang ditulis penuh doa untukku. Tulisannya masih sama. Benar-benar tidak berubah sejak dua tahun yang lalu.  (tetap tak bisa dibaca, hahaha)

Oia, dua hari sebelum hari lahirku, aku juga dapat sebuah hadiah sederhana yang sungguh bermanfaat dari seseorang. Apa itu? Hehehe, kasih tahu ga ya???


Selasa, Mei 07, 2013

Bertahan... atau menyerah, Sahabat?

Hari ini aku rindu mengunjungi blog seorang teman. Nama blognya.. ah, sepertinya tidak perlu. Aku mengunjungi blog itu hampir setiap hari. Tapi, beberapa hari ini aku absen. Dan hari ini, aku kembali mengunjungi 'rumahnya' untuk melepas rindu. 

Ada beberapa tulisan yang baru di sana. Saat membacanya, aku seperti menyadari sesuatu. Dia sedang jatuh cinta. Bukan, dia selalu jatuh cinta sejak bertemu dengan pangerannya. Dan semakin aku membaca blognya, lalu mengenalnya, aku tahu dia tidak main-main dengan rasanya. Dia benar-benar mencintai seseorang itu. Bahkan meskipun seseorang yang dia maksud tak pernah tahu. Mungkin tahu, tapi tak mau tahu. 

Aku selalu kagum padanya. Dia, begitu percaya pada Tuhan Sang Maha Mecintai. Saking percayanya, sampai-sampai segala kejadian dia begitu yakin Tuhan yang mengaturnya. Ya, ya, memang begitulah adanya. Dia serahkan semuanya pada Yang Maha Hidup dengan keyakinan penuh. Ada sepenggal episode dalam hidupnya, dimana segalanya terjadi atas permintaannya. Permintaan yang diucapkan dengan sepenuh hati dan kepercayaan tingkat tinggi pada Yang Maha Esa. 

Segala keajaiban dalam dirinya, membuatku belajar untuk lebih percaya dan yakin pada Sang Penulis Skenario. Dia membuatku belajar untuk lebih percaya pada cinta. Percaya bahwa saat kita yakin itu cinta sejati, yang kita butuhkan hanya bertahan. Karena, pada saatnya nanti cinta itu akan kembali datang pada diri kita. Jika belum datang, maka ini belum waktunya. Tunggulah. 

Ya, meskipun terkadang aku lebih mudah menyerah. Lebih mudah menganggap bahwa ketika kita menunggu orang yang tidak mencintai kita, atau bahkan lebih parah, tidak tahu kalau kita mencintainya, maka semuanya akan sia-sia. Tidak ada akhir yang bahagia jika cinta itu hanya bertepuk sebelah tangan. Aku tidak tahu bagaimana dia bisa menghadapi semua ini? Bagaimana dia dengan senyumnya, menerima segala ketentuan? Tidak pernahkah hatinya menjerit? Karena cinta yang (mungkin) tidak berbalas? Mungkin karena dia yakin, itu bukannya tidak berbalas... hanya saja, belum waktunya. Seperti yang selalu dia bilang, semua ada waktunya.

Hahh.. entah apa yang harus kukatakan padanya tentang cintanya. Haruskah dia menunggu atau bertahan? Meskipun kita tahu, hanya akan ada kecewa di ujung sana. Kau yang tak pernah berhenti berharap, masih kuatkah menunggu ketentuan-Nya? 

Namun ketahuilah, Sahabat, saat kecewa itu menemuimu di ujung sana, maka aku juga akan ada di sana menguatkanmu.



Minggu, Mei 05, 2013

28 tahun

Happy B'day, Diriku.... Selamat hari lahir, ya...
Wah, sudah 28 tahun Allah kasih kehidupan ini untukku. Alhamdulillah, masih sehat, masih banyak rejeki, dan masih bahagia. 
Jadi, apa lagi yang belum terpenuhi dalam hidup ini? Jika pertanyaan itu muncul, maka jawabannya bukan manusia namanya sudah tidak menginginkan apa-apa lagi. Jika tak punya mimpi dan asa lagi. 
Aku masih punya. Banyak malahan. Tapi, tentu saja aku tidak bisa memaksa Yang Maha Berkehendak untuk mengabulkan semuanya. Allah tentu lebih tahu mana yang terbaik bagiku. Amin.

Mengingat 28 tahun yang lalu, saat aku lahir, jalan hidupku sudah ditentukan. Tidak pernah menyangka aku melewati banyak kisah, bertemu dengan banyak orang, dan berjalan di jalan yang mendewasakan. Dan dari semua itu, aku belajar untuk tumbuh menjadi pribadi yang tidak pernah sama dari sebelumnya. Berusaha belajar menjadi manusia yang lebih baik. Yang berguna dan bermanfaat bagi orang-orang disekitarku. 

Terima kasih untuk semua pengalaman yang terjadi dalam hidupku. Terima kasih pada orang-orang yang ikut membuatku dewasa. Terima kasih sudah mengajarkan banyak hal padaku, Sahabat. Terima kasih.

Sudah dapat ucapan selamat dari si bungsu, ibu, bapak, kak nadeth, ehm, dari beberapa teman juga, dan yang paling bikin surprise adalah kehadiran 'sesepuh'. Hahaha, GG datang. Dia bak sesepuh memang, karena wejangannya yang dewasa dan specta cetar membahana :D

Dia bilang ada temannya yang bakal datang ke tempat Niskha. Karena itu dia minta info tentang angkot yang harus dinaiki dari rampal ke rumah niskha. Tepat pukul 9 pagi, dia bilang temannya sudah ada di dekat rumah. Dan waktu aku hampiri, OMIGOD!!!! Sumpah, Aseeeemmmm, Dasar Sesepuh.... ternyata dia yang datang. Ya, GG itu. Sialan!!! Kenapa aku bisa nggak nyadar. Ah, senengnya bisa ketemu lagi dengan sahabat yang sudah hampir 7 tahun nggak ketemu. Ya, selain lewat sms, telpon, twitter, Fb, atau YM. Dia benar-benar nggak berubah. 

Saat kami mengobrol, aku sedikit merasa bersalah pada seorang teman yang satu lagi. Yang datang lebih awal dibandingkan GG. Mungkin dia merasa diacuhkan. Tapi, sumpah, nggak ada niatan untuk itu. Sebisa mungkin aku mengajaknya bicara. Waduh, maaf ya. Maklum lama tak berjumpa. Tapi aku rasa dia tidak keberatan. Dia itu seperti... ehm, orang yang paling pengertian. :D Buktinya, dia tenang-tenang saja, memberikan kesempatan untukku dan GG bertukar cerita dan rindu. 

Selain itu, rencana hari ini adalah pulang ke Lumajang. Bersama GG selama perjalanan menuju kampung halaman, memberikan pengalaman yang menyenangkan. 3-4 jam perjalanan tidak terasa. Banyak hal yang kami ceritakan. Tentang dia, tentang dia, dan tentang dia. Hahaha. Terlalu banyak yang kami kagumi, memang. :D

Well, Ulang tahunku hari ini lain suasananya. Sama berbedanya dengan saat ulang tahun ke 26 ku. Dulu merayakannya di Ciloto, dengan pizza sebagai kue tart yang dibelikan Niskha dan bang Zap. Sekarang, merayakan di dalam bis, pada perjalanan pulang, ditemani GG dan sebungkus kacang rebus.

Semoga Allah memberikan yang terbaik di usiaku yang 'tak muda lagi', hahaha. Amin :D

Sabtu, Mei 04, 2013

Menjelang Hari Lahirku

Menjelang 28 tahun usiaku ini, aku sedikit terdiam. Apa yang sudah kucapai selama ini ya? Kalau dipikir, sepertinya belum ada capai. Maksudnya belum ada yang begitu berarti. Hahaha, maaf, maaf... bukan berarti aku tidak bersyukur dengan apa yang aku  dapatkan selama ini. Ini lebih kepada 'kepuasan hati'. Di usiaku yang segini, saya belum menikah dan belum mampu 'menulis' apa-apa. 

Oke, baiklah. Menikah mungkin adalah tulisan Yang Maha Hidup. Aku memaklumi itu. Karena itu aku tetap bahagia meski masih belum bertemu dengan sang tulang punggung. Sepertinya aku memang tidak seantusias dulu dalam hal pernikahan. Menyadari bahwa begitu banyak sahabat yang menyayangi aku hingga usia segini adalah hal yang patut saya syukuri. Alhamdulillah. 
 
Hari lahirku sekarang, aku rayakan di kota Malang. Tidak, tidak ada perayaan istimewa. Kebetulan saja merayakan di sana. Sekalian mengantarkan si bungsu ke tempat kosnya. Dia baru saja menjalani tes di Surabaya. 
 
Hari Sabtu pukul setengah 1, kami beranjak dari kota Surabaya ke kota Malang. Setelah sebelumnya kami makan di Pizza Hut. Ah, makan di tempat ini mengingatkanku pada masa lampau, saat seorang teman mengajakku makan di Pizza hut sebagai pelunasan janjinya. Bukan di Surabaya, di kota yang berbeda, namun dengan perasaan yang sama.
 
Di Malangpun, aku mengajak si bungsu makan disebuah tempat yang menjadi langgananku saat masih kuliah. Enak dan murah. Warung Bambu, namanya. Terletak di samping ITN Malang. Dan bungsu sempat tak percaya bahwa yang kami makan tidak menghabiskan uang lebih dari jumlah pulsanya tiap minggu. Hahahaha. Murah meriah. 
 
Setelah makan, bungsu mengajakku ke sebuah mall di kota ini. Dan di sana, dia menawarkan sebuah hadiah untukku. Sempat bingung juga saat harus mengatakan hadiah apa yang aku inginkan. Bingung karena yang menanyakan adalah anak ingusan yang belum bisa mencari uang sendiri, tinggal merantau jauh dari rumah. Akhirnya, aku memutuskan minta jam tangan. Tapi yang murah, tal boleh lebih dari 50 ribu. 
 
Setelah itu aku mengantarnya ke kos. Aku balik ke rumah Niskha pukul 9 malam. Rumah itu selalu aku tuju dan diami kala aku berada di Malang. Aku tidak bisa ngobrol dengan Niskha karena dia sedang berada di Blitar. Malam jam 12 baru pulang. Karena itu, aku langsung beranjak tidur. Tapi, mata ini tidak bisa diajak kompromi. Memejamkannya susah sekali. Mendadak aku merindukan si bungsu. Mengingat bahwa aku tak pernah jalan berdua dengannya ke tempat yang baru. Malang dan Surabaya adalah tempat baru baginya, yang tak pernah keluar kota. Saat aku sadar betapa aku menyayanginya, aku meneteskan air mata. 
 
Pukul 12.00, artinya usiaku sudah berkurang setahun lagi. Aku memohon agar apa yang kucita-citakan bisa menjadi nyata di usiaku ini. Semoga.
 
 


Rabu, Mei 01, 2013

Selamat Datang bulan Mei

Selamat datang bulan Mei!!
Ah, tiba-tiba sudah Mei saja. Mei, ehm... Bicara Mei itu sama dengan bicara bulan dimana aku menghirup udara (gratis) di bumi ini. Halah, mengingat itu, rasanya setiap bulan ini datang, umurku makin berkurang, hahaha. Selain aku, ada beberapa orang terdekat yang menginspirasi, yang juga terlahir di bulan ini. Yang utama itu GG sama Henny. Satunya teman SMA, satunya teman kuliah. Dua-duanya sama-sama menginspirasi dengan pemikirannya yang cukup dewasa. 

GG Delim Rehata. Aku tidak terlalu dekat saat masuk SMA dulu. Baru kemudian saat terakhir, aku sudah lebih sering bercakap dengannya. Lalu, lost contact. Baru beberapa bulan yang lalu kami kembali menjalin hubungan. Hahaha, bicaraku seolah hubungan kami ini spesial, ya? Yup, aku bisa menyatakan bahwa hubungan ini lebih dari sekedar spesial. GG yang biasanya kupikir slengekan, suka bercanda dan nggak bisa diajak serius, nyatanya bisa memberikan advice dan saran yang menurutku 'sempurna'. Hahaha. 

Henny. Aku yang dekat sejak masuk kuliah, selalu berdecak kagum dengan sikapnya. Usianya lebih muda setahun dariku, tapi kadang cara berpikirnya melebihi usiaku. Aku berterima kasih padanya, yang mau menerima 'orang gila' ini menjadi temannya selama 4 tahun. 

Waaahhh, Mei yang menakjubkan. Semoga aku bertemu dengan jodohku bulan ini, hahaha. Bercanda. Aku masih punya mimpi yang ingin kuwujudkan tahun ini. Sebenarnya sudah kuusahakan sejak tahun kemarin. Tapi, ternyata belum bisa jadi kenyataan. 

May's pray. Aku menyebutnya doa di bulan Mei. Ini juga menjadi doa ulang tahunku. Semoga segera terwujud.

Selasa, April 30, 2013

Hari-hari tanpa bungsu

Sudah beberapa hari ini tidur sendirian tanpa si bungsu. Aneh rasanya. Apalagi pas sore tadi sempat nonton film horor "ju-on : the grudge". Sok berani banget. Sejak hari Sabtu tanggal 27 April 2013 kemarin, si bungsu resmi memulai bimbel-nya di Malang. Program intensif SPMB ini dilaksanakan sampai tanggal 13 Juni 2013, artinya kami berpisah untuk satu setengah bulan lamanya. 

Hahaha, berlebihan saya ini. Padahal, saya sudah minta ijin bapak-ibu (dan sudah acc) supaya saya bisa main ke malang tiap hari Jumat sampai minggu. Nginapnya? Tetaplah di tempat Niskha. Semacam saya sudah punya kamar sendiri di rumahnya. :D

Tapi, tetap saja rasanya aneh jadi 'anak tunggal sementara' di rumah. Apa-apa sendirian. Sepi. Meskipun ada keponakan dan adik ipar. Yang paling ngangenin adalah saat kami berantem. Seneng banget. Bahkan hal itu bisa bikin stres hilang. Pelampiasan emosi. Begitulah kira-kira.
Hari-harinya juga tambah nggak bersemangat. Kalau dulu ada dia, tidur malam bisa mulai jam sebelasan. Sekarang, jam delapan udah masuk kamar, siap-siap tidur. Pagi juga nggak seheboh kalau ada dia. Secara hebohnya disebabkan menyiapkan sarapan dan bekalnya dia yang berangkat sekolah jam enam pagi. Sekarang, Ibu bisa agak leha-leha nyiapin makanan. 
Kalau dulu, pas ada dia, saya suka banget keluar beli jajan. Kebab, burger, cilot, es jus, atau makanan lain bersama dengannya. Tapi, sekarang... malas, ah. Malas nggak ada temannya. :D

Hanya saja, orang bilang, kalo anak/sodara perantau dikangenin, dianya di sana bisa ga betah. Karena itu, kangen-nya di simpen baik-baik. Dicurahkan sebagai sebentuk doa, supaya dia baik-baik di sana. Lancar segala kegiatannya di sana. Semoga Allah-pun selalu menjaga si bungsu. Amin.

Kamis, April 11, 2013

Selamat Ulang Tahun, Lelaki

Selamat ulang tahun, Lelaki
Genap sudah usiamu menginjak ke-28 tahun. Apa kabar kehidupanmu selama 28 tahun ini? 
Apa yang sudah kau dapatkan selama 28 tahun usiamu? Cinta? Pekerjaan yang mapan? Sahabat? Kehidupan yang layak? Sudahkah kau dapatkan semua? Atau masih ada yang tertinggal? 
Hm, tak banyak yang bisa kupanjatkan untukmu. Kau begitu dekat dengan-Nya. Jadi, kau bisa meminta apapun yang kau inginkan langsung pada-Nya. Dan kau lebih bisa ikhlas dan nrimo saat Sang Maha Berkehendak me-pending mimpi dan cita-citamu.

Aku hanya berdoa, agar kau mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat, bertemu dengan jodoh yang terbaik, dan menjadi manusia yang keren, hahaha. Eh, tapi itu memang doa yang serius dariku. Bukan bercanda, meskipun aku mengakhirinya dengan tawa. Karena aku memang selalu berusaha bercanda denganmu. Ah, rindunya melihat tawamu, Teman. 

Well, sekali lagi aku mengucapkan Selamat Merasakan Hari Lahir Kembali, Lelaki. Selamat menjalani usia yang ke-28 tahun. Selamat menikmati 'kedewasaan'mu yang lebih matang.


Senin, April 08, 2013

Merindu Kangen

 
 (Di Sini lah gambar diambil)
 
"Mau kemana, Pangeran?" tanyaku pada suatu malam. Saat itu pangeran baru saja turun dari mobilnya yang berwarna merah.
"Mau ketempat dia," jawabnya.
Dan entah kenapa, dengan PD-nya aku langsung bilang, "tunggu sebentar, ya!" Lalu masuk dan ganti maju.
Ya Tuhan, padahal Pangeran belum tentu mengajakku. Tapi, buat apa mampir kerumah kalau tujuannya tidak mengajakku menemaninya menemui perempuan itu. Hahahaha. PD yang berlebihan.

Itu adalah sepenggal adegan yang tiba-tiba kurindukan dari sosoknya. Pangeran, sebut saja begitu. Ah, dia ini cinta pertamaku. Sejak lima belas tahun yang lalu sampai sekarang, dalam kondisi bercanda apalagi serius, aku tidak pernah mengatakan 'aku suka padamu'. Entahlah. Apa karena aku malu, takut, atau aku sudah merasa nyaman dengan hubunganku bersamanya yang seperti ini.
 
Aku ingat pada suatu malam, saat kami pulang dari sebuah acara sekolah. Aku datang bersamanya waktu itu. Wah, jangan salah sangka, aku tidak pernah bermaksud mendekatinya. Kami hanya pergi bersama, itu saja. Sepulang dari sana, Pangeran bermaksud mengajak makan di pinggir jalan. Bersama teman lelaki kami-sebut saja Pria-kami pilih salah satu penjual nasi bungkus yang tergeletak di sudut trotoar.
 
"Kamu pesan apa?" tanya Pangeran padaku. Aku melongo sejenak. Entah untuk apa. Sedangkan Pria sudah membawa duduk dua bungkus nasi dan krupuk.  
"Oh, ehm, STMJ aja," jawabku.
"Maem apa?"
Aku menggeleng, sambil duduk di sebelah Pria. "Nggak wes, aku ga laper."
Lalu kulihat Pangeran memesan minuman, lalu duduk disampingku. "Mie itu mau ga? Aku pengen nyoba, tapi berdua yo, takut ga habis."
Aku tidak sempat menjawab, karena Pangeran sudah duluan memesan mie tektek yang nongkrong di sebelah penjual nas bungkus.

Pesanan datang. Dan, tebak apa?? OMIGOT, yang datang adalah Es Teh. Saat protes, Pangeran bilang, "Lho, bukannya tadi pesan es teh? Salah, ya? Pesan lagi, ya?"
Kalau saja itu orang lain, mungkin aku sudah merajuk dan pesan lagi. Tapi, karena itu adalah Pangeran, maaf ya... itu tidak terjadi. Bayangkan, tengah malam harus minum es teh, bukankah itu pengorbanan? Ya Allah, hebatnya aku \(^_^)/
Lalu mie tektek datang, dan kami menyantapnya sepiring berdua. Tidak ada malam yang membahagiakan dibandingkan malam itu. Sepiring berdua? Maaf ya, Pria, secara tidak langsung kau bertransformasi menjadi obat nyamuk, hahaha.
Tapi, sepertinya Pria tidak terlalu memperdulikan. Dia asyik dengan makanannya sendiri. Ah, Pria, terima kasih untuk memberikan ruang bebas padaku dan Pangeran. 

Banyak hal yang tiba-tiba kurindukan tentang Pangeran. Secara tidak langsung, cinta pertama itu berwujud nyata dalam hatiku. Meski tak pernah kubilang, aku merasa, cintaku tak sia-sia. Saat SMA adalah saat paling dekat aku dengannya. Setiap kegiatan, meski tidak semuanya, hampir kulalui bersamanya. Bersama teman yang lain tentunya. 

Sampai suatu hari, aku memutuskan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Cinta itu terkubur. Tapi bangkit lagi, saat orang lain itu 'bercumbu' dengan yang lain dan mengingkari janji kami. Janjiku yang mengatakan akan kembali, tapi nampaknya terlalu lama untuk ditunggu.

Merindu kangen.
Aku merindukan kisah cinta pertamaku
Ah, tunggu ceritaku selanjutnya, ya :))