Tampilkan postingan dengan label Dari Sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dari Sahabat. Tampilkan semua postingan

Selasa, Desember 10, 2013

Surat Cinta dari Gerimis

Mendapatkan surat balasan dari Ebi, gerimis-kepada-pelangi. yang tertulus cantik di blognya. 
Saat kubaca balasan dari suratmu semalam, Nona, rindu yang terselip, bersembunyi seakan langsung membuncah ketika ingatan itu kembali diobrak-abrik. Berharap dapat kembali menyentuh momen-momen itu. Bahkan aku bersedia menggantinya dengan apapun supaya bisa kembali pada saat itu. 

Sebentar lagi.... Sebentar lagi, Cantik, kita akan bertemu. InsyaAllah. Dan saat itu, rindu ini akan tuntas.


Rabu, Maret 27, 2013

Tulisan dari Ebi >> BERNANAH MERINDUMU

Rasa rinduku padanya membuatku selalu meneteskan air mata dalam setiap sujudku. Berharap suatu hari Allah Sang Maha Berkehendak akan segera mempertemukan kami, di bawah langitnya.  Ya Rabb, aku mohon kesempatan untuk segera berjumpa dengannya. Tidak hanya memberinya kekuatan, tapi lebih untuk berbagi rasa dan asa. Karena kekuatan itu sendiri sudah terhujam kuat dalam hatinya. Dan tulisan di bawah ini adalah bukti betapa kuat, ikhlas, dan hebatnya perempuan ini. Dengan membacanya, aku berharap bisa menjadi perempuan sekuat dan setabah dia. Dengan membacanya, aku berharap suatu hari Allah akan mempertemukanku dengan lelaki seperti suaminya. Dengan membacanya, aku berharap Allah mencintaiku seperti Allah mencintainya.

Tulisan di bawah ini adalah curahan hati atas kerinduannya.

Bernanah Merindumu

Anakku sayang,
Apa kabarmu disana? Ummi kangen kamu nak. Mata ini masih saja terus berair bila mengingatmu. Hati ini masih saja seperti teriris setiap melihat atau mendengar sesuatu tentang bayi dan kehamilan. Ummi kangen kamu nak.

Sayangku,
Ummi bukan tidak ikhlas melepasmu. Bukan seperti itu sayang, jangan sedih ya. Ummi ikhlas melepasmu, apalagi abi-mu sungguh luar biasa hebatnya menyuntik pikiran postif dalam hati dan ppikiran ummi. Tangisan ummi bukan tangisan penyesalan apalagi ketidakikhlasan. Tangisan itu adalah tangisan rindu. Menyuruh ummi berhenti menangis sama saja menyuruh ummi berhenti merindumu. Tidak mungkin, sayang

Kadang ummi bertanya tanya, kenapa kau tak mau berlama lama di perut ummi, lalu ummi lahirkan lalu kita saling membalas senyum. Tapi, ummi tahu kamu tak bisa menjawabnya karena hanya Allah-lah yang tau kenapa kita tak bisa saling membalas senyum dan saling memeluk. Ummi kangen, nak..

Anakku,
Boleh ummi cerita sedikit tentang hari hari ummi tanpamu? Redup rasanya nak. Tapi kau tahu, abi-mu lah pelitanya. Abi-mu lah yang menjadi malaikat dalam hidup ummi. Menjadi pria yang sungguh luar biasa mendampingi ummi. Ummi bangga telah memilih lelaki hebat untuk menjadi ayah dari anak anak ummi kelak, insyaAllah.

Nak,
Ummi tahu, kepergianmu menyisakan sakit dan sesak di hati abi-mu. Tapi ia tak pernah menunjukkannya. Berjam jam setelah mengetahui pergi-mu, ummi yang entah sudah berapa liter airmata yang tumpah, tak melihat air yang sama di wajah abi. Abi berusaha menahan sedihnya di depan ummi. Hingga akhirnya, ummi mendengar air mata pertama abi untukmu tumpah di atas sajadah saat sujudnya. Abi-mu memilih Allah sebagai pendengar tangisan pertamanya. Abi-mu berhasil dampingi ummi melewati saat saat kamu harus ummi lahirkan dengan penuh sabar, tidak tidur tapi juga tidak mengeluh. Betapa hebatnya abi-mu nak.

Sayangku,
Kami berdua merindumu. Setiap hari kami mengunjungi makammu dengan senyum. Kami tak ingin kau melihat kami berderai air mata lagi. Karena kamu sudah senang di sana kan nak? Tak ada alasan kami bersedih disini. Kamu lebih bahagia disana kan? Berlarian di taman surga. Bercanda dengan malaikat malaikat kecil lainnya. Ah, indah sekali. Tunggu kami ya nak. Semoga ummi dan abi bisa mengumpulkan bekal yang buuuuaaaaanyak sekali supaya bisa berkumpul bersamamu di surga.

-------------------------------
Catatan ini aku salin dari blog saudaraku yang luar biasa, Febry Waliulu

Selasa, Juni 12, 2012

Cinta Terkembang Jadi Kata

-->
Sumber Oleh Anis Matta
Selalu begitu. Cinta selalu membutuhkan kata. Tidak seperti perasaan-perasaan lain, cinta lebih membutuhkan kata lebih dari apapun. Maka ketika cinta terkembang dalam jiwa tiba-tiba kita merasakan sebuah dorongan yang tak terbendung untuk menyatakannya. Sorot mata takkan sanggup menyatakan semuanya.

Tidak mungkin memang. Dua bola mata kita terlalu kecil untuk mewakili semua makna yang membuncah di laut jiwa saat badai cinta datang. Mata yang sanggup menyampaikan sinyal pesan bahwa ada badai dilaut jiwa. Hanya itu. Sebab cinta adalah gelombang makna-makna yang menggores langit hati, maka jadilah pelangi; goresannya kuat, warnanya terang, paduannya rumit, tapi semuanya nyata. Indah.

Itu sebabnya ada surat cinta. Ada cerita cinta, ada puisi cinta, ada lagu, semuanya adalah kata. Walaupun tidak semua kata mampu mewakili gelombang makna-makna cinta, tapi badai itu harus diberi kanal; biar dia mengalir sampai jauh. Cinta membuat makna-makna itu jadi jauh lebih nyata dalam rekaman jiwa kita. Bukan hanya itu. Cinta bahkan menyadarkan kita pada wujud-wujud lain dari kita; langit, laut, gunung, padang rumput, tepi pantai, gelombang, purnama, matahari, senja, gelap malam, cerah pagi, taman bunga, burung-burung... tiba-tiba semua wujud itu punya arti... tiba-tiba semua wujud itu masuk kedalam kesadaran kita... tiba-tiba semua wujud itu menjadi bagian dalam hidup kita... tiba-tiba semua wujud itu menjadi kata yang setia menjelaskan perasaan-perasaan kita... tiba-tiba semua wujud itu berubah menjadi metafora-metafora yang memvisualkan makna-makna cinta. Itu sebabnya para pecinta selalu berubah menjadi sastrawan atau penyair... atau setidaknya menyukai karya-karya para sastrawan, menyukai puisi, atau mau belajar melantunkan lagu. Bukan karena ia percaya bahwa ia akan benar-benar menjadi sastrawan atau penyair yang berbakat... tapi semata-mata ia tidak kuat menahan gelombang makna-makna cinta.

Cinta membuat jiwa kita jadi halus dan lembut... maka semua yang lahir dari kehalusan dan kelembutan itu adalah juga makna-makna yang halus dan lembut... hanya katalah yang dapat menguranginya, menjamahnya perlahan-lahan sampai ia tampak terang dalam imaji kita. Puisi “Aku ingin” nya Sapardi Djoko Damono mungkin bisa jadi sebuah contoh bagaimana kata mengurangi dan menjamah makna-makna itu... apakah Sapardi sedang jatuh cinta atau sedang ingin memaknai kembali cintanya? Saya tidak tahu! Tapi begini katanya:

Aku ingin mencintaimu
Dengan cara yang sederhana
Kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu
Dengan cara yang sederhana
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Selasa, Juni 05, 2012

Untukmu, jodohku kelak

Apabila dua orang telah digariskan untuk dapat hidup bersama...
maka...
sejauh apapun mereka...
sebanyak apapun rintangan yang menghalangi...
sebesar apapun beda diantara mereka...
... sekuat apapun usaha dua orang tersebut untuk menghindarkannya...

meski mereka tidak pernah komunikasi sebelumnya...
meski mereka sama sekali tidak pernah membayangkan sebelumnya...
meski mereka tidak pernah saling bertegur sapa...

PASTI tetap saja mereka akan bersatu....
seakan ada magnet yang menarik mereka...
akan ada hal yang datang...untuk menyatukan mereka berdua....
akan ada suatu kejadian...yang membuat mereka saling mendekat...dan akhirnya bersatu...

namun...
apabila dua orang telah ditetapkan untuk tidak berjodoh...
maka...
sebesar apapun usaha mereka untuk saling mendekat...
sekeras apapun upaya orang disekitar mereka untuk menyatukannya...
sekuat apapun perasaan yang ada diantara mereka berdua...
sebanyak apapun komunikasi diantara mereka sebelumnya...
sedekat apapun...

PASTI...akan ada hal yang membuat mereka akhirnya saling menjauh...
ada hal yang membuat mereka saling merasa tidak cocok...
ada hal yang membuat mereka saling menyadari bahwa memang bukan dia yang terbaik....
ada kejadian yang menghalangi mereka untuk bersatu...

bahkan ketika mereka mungkin telah menetapkan tanggal pernikahan...

namun...yang perlu dicatat disini adalah...
yakinlah...bahwa yang diberikan oleh Allah...
yakinlah...bahwa yang digariskan oleh Allah...
yakinlah...bahwa yang telah ditulis oleh Allah dalam KitabNya..
adalah...yang terbaik untuk kita....
adalah....yang paling sesuai untuk kita...
adalah...yang paling membuat kita merasa bahagia,,,,

karena Dialah...yang paling mengerti kita...lebih dari kita sendiri...
Dialah...yang paling menyayangi kita...
Dialah...yang paling mengetahui apa-apa yang terbaik untuk kita...
sementara kita hanya sedikit saja mengetahuinya...dan itupun hanya berdasarkan pada persangkaan kita...

dan....yang perlu kita catat juga adalah...
Jika kita tidak mendapatkan suatu hal yang kita inginkan...itu bukan berarti bahwa kita tidak pantas untuk mendapatkannya....namun justru berarti bahwa...kita pantas...kita pantas mendapatkan yang lebih baik dari hal tersebut...
kita pantas mendapatkan yang lebih baik...saudaraku....
lebih baik....
meskipun saat ini...mata manusia kita tidak memahaminya...
meskipun saat itu...perasaan kita memandangnya dengan sebelah mata...
meskipun saat itu...otak kita melihatnya sebagai sesuatu yang buruk....

Tidak...jangan terburu-buru menvonis bahwa engkau telah diberikan sesuatu yang buruk....bahwa engkau tidak pantas....
karena kelak...engkau akan menyadarinya...
engkau akan menyadarinya perlahan...bahwa apa yang telah hilang darimu....bahwa apa yang tidak engkau dapatkan....bukanlah yang terbaik untukmu...bukanlah yang pantas untukmu...bukanlah sesuatu yang baik ,,,,untukmu....

perbanyak bekalmu...dan doamu...
yakinlah...bahwa Allah yang akan memilihkan yang terbaik untukmu...
aamiin.........
#diambil dari : Untukmu calon imamku yang tertulis di Lauhul Mahfudz...

Sabtu, Mei 26, 2012

Aminkan doa ini bagi yang single

Aminkan doa ini bagi siapapun yang masih single alias bujang alias jomblo untuk mendapatkan jodoh yang terbaik di sisi-Nya.

'Rabbana hablana milladunka zaujan thayyiban wayakuna shahiban lii fiddini waddunya wal akhirah' 
 
Artinya. 'Ya Tuhan kami, berikanlah kami pasangan yg terbaik dari sisiMu, pasangan yg juga menjadi sahabat kami dlm urusan agama, urusan dunia & akhirat.'

Minggu, Januari 15, 2012

Hati-hati Kalau Mau Bertanya “Jam Berapa Sekarang?”

Sumber : Exelrose

Hati-hati klo nanya "JAM BERAPA SEKARANG?"

Dalam suatu kereta seorang pemuda bertanya pada seorang bapak disampingnya, "Jam berapa sekarang Pak ? "

Sungguh diluar dugaan , si Bapak diam saja , menoleh pun tidak. Mengira sang bapak tidak mendengar, pemuda tsb. mengulanginya sampai 3 kali, namun si Bapak diam tidak bergeming sedikitpun.

Merasa kesal , si pemuda akhirnya mencolek bapak tsb. dan berkata "Saya heran mengapa bapak tidak menjawab pertanyaan saya ??, apa sih susahnya" katanya sambil melengos.

Belum habis dia melengos, si bapak mulai berbicara "Bukannya saya nggak mau menjawab, tapi nanti kalau saya jawab , kita pasti ngomong-ngomong soal ini , soal itu , terus nanti kita jadi akrab"

Si pemuda melongo mendengar ceramah si bapak, "Lalu apa salahnya kalau kita akrab ?"

Si bapak menjawab "Nanti anak gadis dan istri saya akan menjemput saya di Gambir, kalau kita sudah akrab, nanti kita akan turun sama -sama , terus saya pasti memperkenalkan mereka sama kamu. Nah, istri saya tuh orangnya baik sekali sama semua orang , nanti dia pasti menawarkan kamu mampir kerumah, nanti kamu mandi dirumah saya, terus makan dirumah saya, kemudian kamu lama-lama bisa akrab dengan anak gadis saya dan kamu bisa jadi pacar anak saya dan lama-lama kamu bisa jadi menantu saya."

Sang pemuda yang tadi sudah bingung sekarang makin bingung, lantas dia bertanya "Terus apa hubungannya dengan pertanyaan saya yang pertama ?"

Sambil berdiri dengan lantang bapak tersebut menjawab "Masalahnya anak muda, SAYA TIDAK MAU PUNYA MENANTU SEPERTI KAMU, JAM TANGAN AJA NGGAK PUNYA , BAGAIMANA MAU MEMBAHAGIAKAN ANAK SAYA ?? "

Lho ? ….. jadi jam berapa sekarang, Pak ?

Sabtu, Oktober 08, 2011

Bekal Hidup

HARTA yang paling menguntungkan adalah SABAR...
TEMAN yang paling akrab adalah AMAL...
PENGAWAL yang paling waspada adalah DIAM...
BAHASA yang paling manis adalah SENYUM...
dan,
IBADAH yang paling indah adalah KHUSYU'...

(catatan mbak titik)

Kamis, Agustus 04, 2011

477

Saat selesai sahur dan menunggu adzan Shubuh, aku mencoba membaca Al-qur'an ku yang 'lama' terbengkalai. Tanda al-qur'an itu menunjukkan pada sebuah halaman. Pas kubuka, ternyata surat An-Nisaa. Setelah selesai membaca, tiba-tiba aku ingat sesuatu.
Sahabat yang menjadi saudara perempuanku, Febri Waliulu, sangat menyukai surat ini pada ayat ke 77. Lalu ku buka ulang, dan ku baca terjemahannya.


Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: “Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!” Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: “Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?” Katakanlah: “Kesenangan di dunia itu hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang bertakwa, kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.
 Tidak hanya surat itu, ada satu surat lagi yang disukai oleh ebi, begitu aku memanggilnya. Surat 47, surat Muhammad pada ayat ke 7. Sekalian ku buka ayat itu untuk kemudian ku lihat terjemahannya.
Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

membaca surat itu, membuatku merindukannya. Berharap suatu hari kami bisa dipertemukan lagi oleh Allah Yang Maha Mengatur Jodoh umatnya.
 

Senin, Juli 25, 2011

catatan dari Enbi

DIA...
Q.. tahu dgn nada suara milikx..
DIA...
Q.. kenal dekat karena kisahx,,
     
Q...tutup mata
   
tuk dengar dia berkisah...
    Q...pasang telinga
   
tuk nikmati alunan tawax...
dan.....
Tawa..Q pecah.. liat gayanya
Hati..Q perih  bila kecewa menyelimutix..
namun...
All is well tetap jadi smangat..Q
tuk slalu ada di sisi lain hidupx..

       
PEKIK SORAK SEMUA SAHABAT...
       
BILA DIA BERBAGI BAHAGIA
        TANGIS - RINDU - AIRMATA...
        BILA DIA MENIKMATI KESENDIRI

SAAT ini...
Aq senang Dia masih mau berbagi cerita denganQ..
Hingga dimana detik-detik waktu berlalu..
Menghapus setiap mili kisah yg sudah dialami dan terjadi..
   
HINGGA...
Aq PUN tersadar tak semua dapat kurengkuh utuh..
dan Q tlah simpan satu t4 di hatiQ..
yang akan menjadi t4 fav.Q menikmati matahari pagiQ..
dimana semuax terlihat sangat jelas..
cerita yang mengalir.. kisah yg terlewati..
bersama seorang yg ku temukan, memberiq sesuatu yg berbeda..
dan  akan kujadikan ADIK..
slamanya... suka atau ga' suka...