Tampilkan postingan dengan label rumah dan keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah dan keluarga. Tampilkan semua postingan

Jumat, November 20, 2015

Welcome, baby :)) #latepost

"Vania sudah mau melahirkan, mama ngantar ke rumah bude in dulu."
Sms itu masuk pagi ini jam 8 ke hapeku. Ah, ya... memang sudah tanggalnya ya. Seharusnya malah tanggal 23 Oktober 2015, tapi ini mundur sampai tanggal 26 Oktober 2015. 

Padahal bukan aku yang mau melahirkan, tapi kenapa jadi ikutan gugup begini. Nasi kuning yang semula sudah kubuka dan siap disantap, malah terlihat tidak menggiurkan lagi -,- Lancarkan, Ya Allah... Mudahkan prosesnya... kalimat-kalimat itu yang terus mengalir dalam hatiku. 

Pukul 9, ibu sms lagi. Lapar, katanya, minta tolong belikan roti dan minuman ringan. Bergegas aku beli beberapa roti, nasi bungkus yang siap saji dan minuman. Sampai di rumah bude In, yang dalam hal ini bertidak sebagai bidan (ya, bude In memang bidan), bungkusan bermacam makanan itu langsung kuserahkan ke ibu. Kebetulan saat itu masih sepi, jadi aku bisa masuk dan melihat proses melahirkan. Vania masih kesakitan, meskipun kata asisten bidannya bilang sudah ada tanda-tanda mau keluar bayinya. 

Aku kira aku bakal kuat melihat seorang perempuan dalam kondisi menjelang melahirkan. Tapi ternyata tidak begitu. Mendadak muncul perasaan ikut mulas, pengen muntah, mata berkaca-kaca dan pusing mulai merayap. Langsung aku minta ijin ibu untuk pulang duluan. Ternyata sekitar pukul 10-an bayinya keluar \^^/

Alhamdulillah... Sehat. Berat 3,9 kg dan Panjang 51 cm. Bayi kecil yang diberi nama "Muhammad Aghni Syailendra"

Welcome to the world, baby boy. Semoga menjadi anak yang sehat, bermanfaat dan tidak lupa selalu bersyukur dan bahagia :))


#latepost

Selasa, Agustus 11, 2015

Tingkeban : Upacara 7 bulanan untuk Bumil :*

AHAI..ACTION DULU... SELPIE SELPIE :*

Akhirnya kandungannya masuk usia 7 bulan juga. Sehat-sehat ya dekbay :* 
Eits, maaf maaf, bukan saya yang hamil :D tapi adik ipar saya, hehehe... Ini adalah kehamilan keduanya (semoga saya cepat menyusul untuk menikah dan hami juga. Amin :D) Meskipun sudah 7 bulan tapi perutnya masih kelihatan kecil. Mungkin karena anaknya kurus dan tinggi, ya :D

Meskipun judulnya Tingkeban atau Mitoni atau 7 bulanan, tapi acara yang dilaksanakan hari Minggu kemarin sama sekali tidak mengandung unsur adat jawa. Tentu saja kecuali pada bagian "jualan rujak gobet dan dawet" :)) Kenapa hanya Rujak Gobet dan Dawet yang diikutsertakan? Karena itu yang paling mudah disiapkan. Lagipula sebenarnya acara Mitoni  itu dibarengi dengan acara Anjangsana/kumpul-kumpul dengan para kerabat dan teman-teman dari kantor Bapak. Sehingga yang dilaksanakan 'hanya' mengaji bersama 7 surat (An Nisa', Yusuf, Al-Kahf, Maryam, Luqman, Ar Rahman, Al Waqi'ah) ditambah surat Yassin. Tentu saja tersirat harapan besar dalam do'a-do'a kami agar bayi yang dikandung dapat lahir dengan selamat, sehat, lancar dan dimudahkan. Begitu pula do'a bagi ibunya agar sehat dan dilancarkan proses lahirannya. 



Pengajian untuk mendoakan di dekbay :))


Si kakak yang antusias menyambut adek bayinya :* 


Lantas, sebenarnya Tingkeban itu apa sih? Adat Jawa yang khas dengan rujak gobet dan dawet ini masih banyak dilaksanakan di kalangan masyarakat yang bermukim di pulau Jawa. 

Upacara Tingkeban/Mitoni sendiri adalah salah satu tradisi masyarakat Jawa, dimana kata Mitoni berasal dari kata Pitu yang artinya tujuh. Sesuai dengan namanya, upacara tingkeban/mitoni ini dilaksanakan saat usia kehamilan mencapai tujuh bulan. Dalam acara ini sang ibu yang sedang hamil dimandikan dengan air kembang dan disertai doa yang bertujuan untuk memohon kepada Allah SWT agar selalu diberikan rahmat dan berkah sehingga bayi yang akan dilahirkan selamat dan sehat. 
Menurut tradisi Jawa kental, upacara ini dilaksanakan pada tanggal 7, 17, dan 27 pada penanggalan Jawa, dilaksanakan di kanan atau kiri rumah menghadap ke arah matahari terbit. Yang memandikan-pun harus berjumlah ganjil. Setalah dimandikan, si ibu dipakaikan kain/jarik sampai tujuh kali, dan yang terakhir atau jarik ketujuh dianggap paling pantas dikenakan. Lalu diikuti acara pemotongan tumpeng yang diawali dengan doa. Setelah itu acara yang paling menarik adalah 'Jualan Dawet dan Rujak Gobet'. Jika dulu belinya pakai uang kreweng (tanah liat yang dibentuk bulat dan pipih, mirip uang receh) sekarang sudah banyak yang memakai uang sungguhan. Harganya?? Se-iklasnya yang beli. Bisa 100 perak, 500 perak, 1000 perak, 50.000 atau berapapun yang penting iklas. Kata orang tua sih, uang tersebut digunakan untuk beli jamu buat si ibu :D :D

Terlepas dari itu semua, hakekat dasar dari semua tradisi Jawa adalah sebagai bentuk ungkapan syukur dan permohonan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Segalanya untuk keselamatan dan kedamaian hidup manusia, yang diungkapkan dalam bentuk lambang-lambang yang mempunyai makna masing-masing.

Selamat berusia tujuh bulan dalam kandungan, keponakanku. Sehat terus, ya. Kami tunggu kehadiranmu, Mungil :* :)






Selasa, Desember 10, 2013

Surat Cinta dari Gerimis

Mendapatkan surat balasan dari Ebi, gerimis-kepada-pelangi. yang tertulus cantik di blognya. 
Saat kubaca balasan dari suratmu semalam, Nona, rindu yang terselip, bersembunyi seakan langsung membuncah ketika ingatan itu kembali diobrak-abrik. Berharap dapat kembali menyentuh momen-momen itu. Bahkan aku bersedia menggantinya dengan apapun supaya bisa kembali pada saat itu. 

Sebentar lagi.... Sebentar lagi, Cantik, kita akan bertemu. InsyaAllah. Dan saat itu, rindu ini akan tuntas.


Selasa, Oktober 01, 2013

Hepi Hari Lahir, Ganteng :))

Si Sakti ulang tahun hari ini. Dirayain di sekolah paud, sama seperti beberapa temannya yang ulang tahunnya juga dirayain di sekolah paud.
Share poto aja deh langsung :))
Bangun tidur, dia sudah terperangah melihat hadiahnya... (btw, kaki Uti ke-poto, tuh ^^')

Kekagumannya hanya sebentar... lalu dengan lagak sok berfoto di depan hadiahnya, hahahaha.... Dasar!!

 
Udah siap-siap ke sekolah, nih. Angry bird dan kue buat temen-temen, jangan lupa dibawa ya, Dek :D

 
Fotonya nge-blur, nih... Pas perayaan di sekolah


 
Terus, pulang sekolah langsung pose bareng uti sama kakung di depan tumpukan hadiah

 
Bunda sama mama nggak ketinggalan ikutan foto, lho. Eits, bunda ketahuan ijin nih masih pake seragam :P

 
Daaaannn.... Taraaaa
Hadiah dari Kakung.... Mobil!!!!!

Selamat ulang tahun ya Adek. Semoga tambah pinter, nurut sama orang tua, jadi anak sholeh, dan berguna buat orang-orang di sekitarmu. Amin :*
 



Jumat, November 23, 2012

The Winner

 

Tanggal 17 Nopember 2012, buatku mungkin adalah hari yang istimewa. Tidak hanya buatku, buat si Bungsu Vira juga merupakan hari yang istimewa.

Setelah seharian menunggu pengumuman dari Bappenas atas beasiswa yang aku ikuti, akhirnya muncul juga. Sebelumnya sempat pesimis, karena pengumuman yang seharusnya tanggal 16 Nopember 2012, sampai tanggal 17 belum juga keluar. Dan akhirnya bisa tenang saat menerima sms dari Niskha yang bilang, bahwa aku lulus tes tahap pertama. Subhanallah.

Belum selesai senangnya, adikku yang ikut acara Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Lumajang 2012 dinyatakan sebagai pemenang pertama.

Sungguh, bangganya luar biasa ketika selempang bertuliskan "Yuk Lumajang Tahun 2012" dikalungkan pada si Bungsu. Menjadi juara I Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Lumajang 2012 sebenarnya bukan hal yang diinginkan dek Vira. Inginnya sih juara II atau III saja. Paling tidak setelah acara ini, maka selesai sudah tugasnya. Kalau juara I, setelah ini akan ada rentetan tugas yang menunggunya. Termasuk ikut dalam acara pemilihan Raka-Raki Jawa Timur tahun depan.

Tapi, apa boleh dikata. Allah sudah kasih rejeki itu sama dia. Maka, mau tidak mau, dia harus bertanggung jawab :D Dan mulai sekarang, dia menjadi salah satu manusia Lumajang yang bertugas mempromosikan wisata di daerahnya, hehehe. 

Yang jelas, kami sangat bangga padanya. Terlihat Ibu yang berdiri mendadak begitu mendengar namanya di sebut. Ibu yang luar biasa, yang mendukung adek sampai sekarang. Mulai dari cari baju, sepatu, make up, dan lain-lainnya. 

Pertanyaan yang didapatnya adalah :
"Apa yang kamu ketahui tentang keunikan wisata/kesenian di Kabupaten Lumajang?"

Jawaban dia:
"Kita sebagai warga Lumajang harus bangga dengan kesenian yang ada seperti Jaran Kencak. Uniknya, Kuda yang digunakan sebagai kesenian ini dapat dilatih. Dia dapat menari, bergoyang, sambil mengangkat kakinya. Terima kasih"  
(Sepertinya kurang lebih seperti itu jawabannya (^^))
Welldone, cantik... Selamat ya... Maaf, seharusnya postingan ini muncul tanggal 17 Nopember 2012, atau paling tidak tanggal 18 Nopember 2012. Namun, karena ke-lemot-an jaringan internet dan ke-malas-an diri sendiri, akhirnya postingan ini 'sedikit' terlambat, hehehe....\(^_^)P
Tapi, tenang saja... ini tak mengurangi rasa bangga kami padamu, sayang :D

Rabu, Juli 18, 2012

Kado untuk Acha, Senja yang Cantik

Hmmmm, ketukan pensil di meja... ketukan jari yang tak jelas di atas keyboard. Keduanya menunggu satu cerita datang agar bisa ditulis. Cerita yang mengungkapmu, mendefinisikan dirimu... cerita yang, ehmm... berbicara tentangmu.
Senja... hm, selalu seperti ini saat harus menjelaskan apa engkau sebenarnya. Bingung. Karena kadang tak ada kata dalam kamus yang bisa kugunakan untukmu. Terlalu indah. Hamparan permadani merahnya di sore hari karena leburan sinar mentari selalu memukau setiap mata memandang. Seperti ada lautan di atas sana.
Aku mengatakan kau sama dengan sebuah Senja. Mengaggumkan. Meski selalu ada kelemahan dalam dirimu. Karena tak ada manusia yang sempurna. Tapi, kebijakan yang ada, membuatmu mampu menundukkan diri untuk meminta maaf atas segala kesalahan yang kau perbuat, sebagai manusia.
Kenanganku berkeliaran pada setahun yang lampau. Ketika di suatu malam, saat aku memutuskan untuk bertemu dengan seorang perempuan yang juga sama luar biasanya, aku dipertemukan dengan mu, wahai Senja. Tanggal 24 Juli 2011, pertama kalinya kita meneguk kopi bersama di sebuah tempat, yang mungkin suatu hari akan kita datangi lagi.
Meskipun hanya sehari, oh, bukan... kurang dari sehari malah, hanya beberapa jam saja kita berbincang dan saling mengenal, namun aku merasakan bahwa hatiku dan diriku sudah tak sama lagi karena kehadiranmu. Mendapatkan saudara sepertimu yang bisa membuat tersenyum. Namun laiknya manusia biasa, kamupun punya rasa jengkel, ngambek dan marah. Tapi, kau tetap mampu menahannya. Setengah darah Ambon yang kau miliki, menciptakanmu menjadi pribadi yang tangguh, manis, dan kadang keras kepala. Sisa darahmu yang berjudul Jawa, memberikan karakter lain yang bertolakbelakang namun serasi denganmu.
Persahabatan dan persaudaraan denganmu semakin istimewa ketika kau datang ke Surabaya. Tak terkira hatiku rasanya mendengar bahwa kau akan datang pada saat weekend. Tanpa berpikir lagi, akupun menghampirimu, meski harus menempuh hampir enam jam perjalanan. Bagiku itu sepadan. Dan satu mimpiku, telah berwujud nyata. Dari mimpi itu, lahirlah mimpi yang lain. Janji akan bertemu lagi di tanah Ambon, atau mungkin travelling bersama. Aku harap Allah Sang Maha Penentu Hidup akan mewujudkannya satu demi satu.
Kau senja yang cantik. Kau senja yang tangguh. Kau senja Keriting yang luar biasa, hahaha. Si Hitam Manis yang mempesona. Tetaplah merekah dengan keindahan dan kedewasaanmu, Manis. Tetaplah hadir sebagai hal paling indah di akhir hari, saat sore pamit pulang dan malam mulai mengetuk.
Jika gerimis terjadi saat senja adalah hal yang indah, karena kalian menjadi satu, maka pelangi (berharap) akan melengkapi keindahan setiap petang.
Selamat Ulang Tahun, Cantik. Semoga Allah senantiasa memberikan yang terbaik bagimu, dunia dan akhirat. 

 
*Ditulis untuk Anastasia Tomasouw (Acha) sebagai hadiah ulang tahunnya. Meski terlambat, semoga bisa membuatmu mencipta lengkung di bibir indahmu, ya.

Rabu, Desember 28, 2011

Adek pulang

Siang yang panas. Untung sudah di rumah, jadi sengatan matahari tidak terlalu menganggu. Sejenak berharap bisa memejamkan mata untuk beristirahat sebelum kembali ke kantor. Tapi, apa daya... deru knalpot sepeda motor, mengusik pejaman mataku. Deru itu berhenti tepat di depan rumah. Sedetik-dua detik kemudian, terdengar pintu pagar di buka. Urung tidur, aku bangun dan melihat siapa yang datang. Di rumah ini tidak ada yang punya deru sepeda itu kecuali.... Adekku. 

Ya, adek laki-laki yang tengah berkecimpung di dunia perkuliahan datang, tepat di penghujung tahun. Menyenangkan selalu, jika menghabiskan waktu yang berharga dengan orang-orang yang kita sayangi. Dan, lagi-lagi tahun ini akan ditutup bersama dengan formasi keluarga lengkap. Selalu seperti itu. Semoga tahun depan juga, tahun depannya lagi, lagi, dan seterusnya. 


Hm, akan banyak cerita, nih sepertinya. Mengingat saat ini dia sedang sibuk-sibuknya menyelesaikan 'genderuwonya' anak kuliah a.k.a skripsi. Bimbingan tiap hari, cari dosen ini, cari dosen itu, penelitian ke sana-kemari, pokoknya seluk beluk anak kuliah semester akhir sedang dia rasakan.

Semangat, aja deh... Karena pernah merasakan, aku hanya bisa mendoakan dan membantu sebisaku. Yang penting sekarang.... yuk, kita merencanakan tahun baru akan ngapain? Menghabiskan waktu bersama keluarga sambil menghitung mundur waktu yang akan tiba, pasti menyenangkan....

Welcome home, bro.....


Selasa, Agustus 23, 2011

Kebanggaan kami...

17 Agustus 2011, seharusnya tulisan ini sudah ku posting. Tapi, entah kenapa tanganku tak bisa menari di atas keyboard notebookku.
Judul diatas merujuk pada seorang gadis yang berusia hampir 17 tahun. Adik kami, si bungsu di keluarga kami, Vira Oktavia.
Hari ini, dengan hati ikut berdebar, kami melihat dia menjadi pembawa baki di paskibraka. Menjadi salah satu petugas yang mengibarkan sang saka merah putih, cukup membuat kami sangat bangga. Meski jantung berdebar tak karuan, tapi senyum di bibir tak pernah sirna tersungging untuk si bungsu dan doa tak henti terlantun dalam hati kami ketika menyaksikan pasukan 17, 8 dan 45 memasuki lapangan alun-alun dalam detik-detik pengibaran bendera.
Kebanggaan kami tak berhenti sampai disitu. Malah bertambah ketika akhirnya sang merah putih berkibar dengan gagahnya, diiringi oleh tangan yang terangkat menghormat.
Entah apalagi yang mau ku tulis. Yang pasti kebanggaan tak terkira bagi kami, melihat paskibraka dan adik bungsu kami melakukan tugasnya dengan sangat baik.


We love and proud of you, sist... moga selalu menjadi kebanggan kami.....