Rabu, Mei 22, 2013

Bye (sementara) Gadget

Dapat 'peringatan' dari juragan GG. "Hei, anak muda, mana postingan barumu? Aku tunggu!!" ucapnya pada suatu hari. Deg. Iya, ya... sudah beberapa hari ini saya tidak membuat postingan baru. Jangankan membuat, membuka saja tidak. 
 
Arrrrggghhh,,,,, Aku mengacak rambutku. Bukannya malas memposting. Hanya saja, saya sedang terkena demam korea. Seperti yang pernah saya ceritakan di postingan sebelumnya, mendadak saya terkena demam korea. Kalau kemarin setelah nonton film that winter, the wind blows jadi suka lihat film korea, sekarang, rasa suka itu mendadak menjadi-jadi saja. Yang tadinya cuma suka sama film korea baru, sekarang malah berburu film korea yang lama. BBF atau Boys Before Flower, City Hunter dan Personal Taste, filmnya Lee Min Ho dulu, ingin lihat karena baru selesai melihat Faith:The Great Doctor. Lalu, ada film King2Heart, Prince Coffe, Partner dan masih banyak lagi film Korea yang saya hunting. 

Akibatnya? Gadget sementara saya tinggalkan. Kalau dulu begitu hape berbunyi, langsung saja berlari menyambut. Sekarang? Ah, maaf ya, kalian jadi anak tiri. Bahkan suara hape (jika itu hanya beruba sms) tidak bisa langsung membuat mataku berpindah dari layar laptop. Kecuali adegan sedang tidak terlalu menarik, baru saya akan mengambil hape itu. Hahaha.. karena itu, beberapa ada yang mengira saya sibuk. Lho, iya memang, sibuk nonton film :D

Aaahhh.. benar-benar film serial korea itu sudah membuat saya malas. Kalau sudah duduk menghadap laptop dan menyala filmnya, sungguh saya jadi malas melakukan apa-apa. Hanya diam dan menyimak film di hadapan saya. Oh iya, sambil ngemil tentunya. :D

Sudah! 
Saya sudah putuskan untuk membatasi jam tayang bagi K-drama. Mulai jam 5 sore sampai dengan 11 malam. WHAT??!! Iya saya tahu. Itu memang waktu yang sangat lama hanya untuk dihabiskan dengan nonton film. Sungguh tidak berguna. Tapi, itu saja kadang masih saya tolerir dengan menambah jam tayang. Biasanya kalau esok libur, saya bisa sampai jam dua dini hari, hahaha. 
OMG! Semoga saya bisa lebih menguasai diri dalam hal menonton film korea ini. OKE SIP!

Selasa, Mei 14, 2013

Hati-hati menjelang pilkada

Menjelang pilkada ini apa memang selalu menjadi se-rawan ini? Banyak begal, jambret, rampok, maling, atau pencuri? Entah secara terang-terangan di jalan atau pas tengah malam, mereka tidak segan mengambil barang milik orang lain secara paksa. 
Ada yang bilang ini mungkin tindakan dari oknum-oknum yang ingin menjatuhkan saingannya. Pencitraan dari beberapa pihak. Entahlah, tapi apapun tujuannya, bukankah mendzalimi orang lain demi kepentingan pribadi itu sungguh tidak keren? Benar-benar tidak akan membawa berkah, benar kan? 

Beberapa hari yang lalu, kejadian naas menimpa adik iparku. Saat melakukan penyuluhan KB bersama temannya, di tengah jalan mereka dihadang oleh orang asing, dan kemudian sempat diancam dengan senjata semacam clurit (senjata khas madura). Takut dan tak bisa melawan, mereka hanya pasrah. Tas yang dibawa, terpaksa di rampas oleh sang rampok. Hp, dompet, dan barang-barang lain yang ada di dalamnya turut raib. 

Namun, dari kejadian itu, ada hal yang kami syukuri. Baik adikku dan temannya dapat pulang dengan selamat. Tidak di apa-apakan. Sepedanya juga bisa selamat. Ah, membayangkannya saja sudah ngeri. Alhamdulillah, Allah masih berkenan menjaga hamba. 

Selain itu, kejadian ini membuat kami senantiasa berhati-hati, apalagi jika harus lewat jalanan sepi. Berhati-hati untuk tidak keluar di malam hari, kecuali jika benar-benar penting. Berhati-hati menaruh kendaraan dan barang-barang berharga. Pokoknya, lebih berhati-hati daripada biasanya. 
Semoga Allah tak bosan-bosan menjaga kami, keluarga, dan sahabat-sahabat kami. Amin

Jumat, Mei 10, 2013

Mendadak Korea

Hahahaha... aku jadi tertawa sendiri menuliskan judul ini. Bagaimana tidak, dulu aku hanya suka drama asia gara-gara Meteor Garden. Kisah cinta (matinya) Tao Ming Tse dan perjuangan Sanchai itu yang bikin anak SMA seusiaku waktu itu jadi klepek-klepek. Berkhayal dan berimajinasi seandainya ada lelaki yang mencintaiku sampai sebegitunya, hahahaha. (lebay!)

Lalu setelah booming itu, aku tak lagi suka melihat drama-drama macam itu. Soalnya tidak ada yang 'berbeda' dibandingkan meteor garden. Sepertinya tipenya sama semua. Iyalah, MG kan yang pertama membahana. Bahkan MG sesi 2 saja tidak bisa menandingi gemlegar MG pertama. 
Lalu, tiba-tiba muncul drama Full house. Itu juga sempat membuatku istiqomah mengikuti tiap episodenya, hehehe. 
Setelah itu, beberapa tahun ini aku tidak tertarik melihat drama cinta-cintaan. Apalagi dari Taiwan, Korea, atau Jepang. Tidak juga ikutan menggemari atau bersorak-sorak saat boyband/girlband dengan sebutan K-pop itu jingkrak-jingkrak di atas panggung. Lebih tepatnya sejak jadi pekerja, aku jadi jarang nonton tivi. Lebih menyenangkan bermain laptop.

Beberapa minggu yang lalu, lagi-lagi terkena demam korea. Gara-gara muncul gambar promosi film terbaru Song Hye Kyo, artis korea yang kayak boneka itu, bareng sama seorang pria yang ternyata adalah pemain di K-drama (sebutan sinetronnya korea) Memories of Bali, Jo In-Sung. Jadilah browsing K-drama itu. Judulnya that winter, the wind blows. Pas liat trailer atau streaming di youtube, aku langsung jatuh hati sama Oh Soo, peran utama prianya. Kisahnya sederhana. Percintaan antara gadis buta kaya raya dengan seorang pria penjudi dan penipu, yang pura-pura menjadi kakak lelaki si gadis yang menghilang sejak kecil. 

Dasar koneksi lelet, jadinya nggak sabar. Karena itu, aku putuskan mencari kasetnya. Ealah, ternyata aku harus bersabar, karena kasetnya baru keluar pertengahan April. Artinya tiga minggu lagi. 
Setelah tiga minggu masa penantian, akhirnya aku dapatkan juga kaset itu disebuah tempat persewaan. Alhamdulillah. Nontonlah aku hingga hampir tiap hari. Wah, demam ini seperti MG dulu. Cinta yang luar biasa, hehehe. Padahal seharusnya di usiaku yang sekarang, tidak pantas lagi berkhayal. Tapi, benarkah itu? Hohohoho

Sejak itu, rasanya aku jadi mendadak Korea. Pinjem beberapa K-drama dengan judul lain. Beli film-film korea. Secret garden, jackal are coming, 200 pound beauty, a moment to remember, hear me, always, lie to me, dll. Ya ampun, benar-benar aneh aku ini. Jadi ingat perkataan seorang teman. Film Korea kalau dilihat sama orang yang sedang patah hati atau hatinya sedang sakit, bisa-bisa mendadak bunuh diri. Caranya bikin orang down, bahagia, penuh cinta, jagoan banget. 
Yah, semoga mendadak koreannya hanya sementara, hohoho.