Rabu, November 30, 2011

(97) 8 hal yang harus dilakukan menjelang pernikahan (untuk saudara2 perempuanku yang akan menikah)

Pernikahan sudah di depan mata, dan seringkali rasa stress menjelang hari besar itu menghinggapi sang calon pengantin berdua (meski keluarga juga ikut stree pastinya). Perasaan panik, tertekan, khawatir, gelisah kerap mendatangi hari-hari semakin dekatnya pernikahan.

Tentu saja, semua hal itu jika berlebihan dapat merusak kecantikan sekaligus mengganggu kesehatan, khususnya untuk calon pengantin perempuan. Mengingat acara resepsi biasanya diadakan di tempat si perempuan. Namun, tidak perlu takut, ada hal-hal yang WAJIB dilakukan menjelang pernikahan. Ingin tahu? Silahkan di baca ya... semoga bermanfaat..

1. Delegasikan dan Percayakan
Mulailah mengurangi peran kamu dalam mengurus pernikahan. Jika memungkinkan, delegasikan tugas-tugas Anda pada keluarga atau sahabat yang bisa dipercaya. Mungkin akan muncul perasaan takut kurang ini-itu, terlewat ini-itu atau sejenisnya. Tapi, belajarlah untuk mempercayakan semuanya pada keluargamu.

Menggunakan jasa wedding organizer? Kalau jawabanmu iya, maka ini saatnya kamu benar-benar menyerahkan dan  mempercayakan segala hal tentang pernikahan kamu pada mereka. Kamu tak mungkin membebani diri kamu dengan berbagai hal, lepaskanlah beban satu-satu agar semakin fokus untuk mempersiapkan diri menjelang nikah. Pastikan segala detail dan follow up sudah diserahkan kepada wedding organizer atau orang yang kamu percaya. Setelah itu, usahakan lagi tak terlalu ikut campur dalam persiapan pernikahan secara detail.

2. Persiapkan Bulan Madu
Ini merupakan kegiatan yang menyenangkan menjelang hari-H mulailah berkemas untuk persiapan bulan madu. Selain itu lakukan juga beberapa persiapan terakhir untuk liburan pertama kamu sebagai suami istri. Siapa bilang bulan madu cukup di kamar pengantin saja? Kamu berhak kok mengunjungi tempat2 romantis untuk momen bahagia itu. Tak ada salahnya mencari informasi di internet tentang tempat makan atau tempat menarik lainnya di tujuan bulan madu kamu. Siapa tahu Anda punya waktu luang untuk mengunjunginya.

3. Memanjakan Diri
Kamu mungkin orang yang malas untuk menghabiskan waktu di salon. Tapi tahukah kamu, pergi ke spa dan menikmati perawatan seharian merupakan aktivitas yang bisa meningkatkan mood dan membuat calon pengantin makin percaya diri. Baik pengantin perempuan maupun laki-laki wajib melakukan hal ini. Hari pernikahan adalah hari yang paling penting dalam hidup kita, tentu kita tak mau tampil dengan wajah kusut karena stres dan kusam karena kurang perawatan, kan? So, sekali2 bolehlah kita berkunjung ke salon demi terlihat menawan di hari bahagia nanti.

4. Fokus pada Pasangan
Kamu bisa menghabiskan waktu untuk berbincang dengan pasanganmu. Namun, hindari perbincangan yang berat dan memicu konflik, karena kondisi kalian menjelang hari H sudah cukup menaikkan emosi. Berbincanglah hal-hal yang santai, agar berdampak baik pula pada mood kalian.

5. Makan
Banyak wanita yang mencoba diet mati-matian menjelang hari H agar terlihat langsing. Tapi tidakkah kamu sadari kalau banyak makanan-makanan yang justru bisa membuat Anda tampil cantik saat menikah. Beberapa makanan seperti cokelat juga bisa membantu kamu mengatasi stres jelang pernikahan. Lagipula kamu tidak ingin ketika pengucapan ijab kabul nanti, kamu malah pingsan atau lemas, kan? Ingat, kamu sudah bergerak aktif sekali hari-hari menjelang pernikahanmu, jadi kamu perlu asupan gizi yang cukup sebagia tenaga untuk menemanimu ber-kegiatan.

6. Stop Perawatan Berisiko
Sepekan menjelang hari H, hindari mewarnai rambut, waxing, atau bleaching kulit. Jangan melakukan hal-hal yang bisa berisiko membahayakan penampilan kamu pada hari pernikahan. Jika ingin potong rambut, lakukanlah sebulan sebelum hari H. Jika potongan rambut kamu ‘bermasalah’ masih ada waktu untuk menyesuaikan.

7. Olahraga
Olahraga cukup dapat membantumu tampil bugar pada hari  H. Tidak perlu yang berat, cukup lari kecil atau jogging, jalan santai, atau olah raga ringan yang bisa membuat kamu terlihat segar dan cantik. tapi harus diingat, jangan sampai berlebihan atau kau bisa kelelahan di hari H-mu.

Mudah, kan? Kelihatannya. Tapi, percayalah, jika stress melanda, ingatlah bahwa hari bahagiamu sudah di depan mata. dan kamu tak sendirian. Banyak yang akan menopangmu dari belakang, agar Pernikahanmu menjadi sempurna.
Happy Wedding untuk siapapun yang akan merajut asa pernikahan..

Selasa, November 29, 2011

(96) Pelajaran dari penjual Gado-gado

Suatu hari, ketika jam istirahat, udara yang panas dan sinar matahari yang terik membuatku (dan beberapa orang dikantor) malas untuk keluar makan siang. Mau menyuruh orang pun tidak bisa, karena bapak yang biasanya dimintai tolong beli makanan sedang tidak ada di tempat. Alhasil, kami yang ada di kantor hanya bisa makan makanan ringan semacam kacang, kripik, dan beberapa makanan yang tidak mengenyangkan perut.

Tapi, sungguh beruntung, belum habis satu bungkus makanan itu, dari kejauhan terdengar bunyi tok...tok...tok... suara sebuah bambu yang dipukul dengan kayu, bunyi khas dari penjual gado-gado. Sambil setengah berlari keluar dari kantor agar tidak kehilanggan jejaknya, saya memanggil si penjual gado-gado.
Tukang gado-gado (yang ternyata adalah seorang laki-laki tua) menoleh dan memutar balik gerobaknya menuju kantorku. 

Berapa, Bu? tanyanya sopan sambil mengusap peluh keringat yang mengalir deras di wajahnya.

Enam, Pak. sambalnya di sendirikan saja, ya, jawabku. Dia mengangguk dan mulai mengerjakan pesananku.

Kuamati raut wajah lelaki penjual gado-gado itu. Kuperkirakan usianya lebih dari enam puluh tahun. Namun, tangan dan kakinya masih kuat untuk mendorong gerobak gado-gado ini, yang pastinya tidak ringan. Menyusuri jalan, menantang sinar matahari yang sangat panas demi mencari rejeki agar keluarganya bisa tetap makan. 

Selesai makan gado-gado, lalu saya membayarnya. Bukannya menaruh pada kotak uang seperti yang lazim dilakukan penjual-penjual lainnya, tapi bapak itu memasukkannya pada tiga tempat yang berbeda.
Yang pertama, ditaruhnya di laci gerobak, yang kedua di sakunya, dan yang ketiga di sebuah kotak kayu. 

Lho, kok di pisah, Pak? tanyaku penasaran.

Iya, biar ndak campur antara yang buat saya, yang buat orang lain, sama yang buat agama saya.

Saya kok nggak ngerti, ya, Pak? maksudnya apa, tho?

Ya, yang buat saya itu, digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, kalau yang untuk orang lain, kan, karena agama juga menganjurkan untuk berbagi dengan sesama –infaq, sedekah, atau apa saja yang bisa meringankan beban saudara kita, dan yang terakhir, saya itu ingin sekali pergi ke rumah Allah

aku tidak percaya mendengar jawaban dari bapak tua penjual gado-gado di depanku ini. Sederhana, tapi sangat menyentuh. Malu rasanya berhadapan dengan orang seperti beliau. Kita memiliki nasih lebih baik dan beruntung, tapi tidak pernah memiliki fikiran seperti itu. jangankan untuk membantu, berencana membantu saja belum tentu ada dalam benak kita. Ego yang tinggi sebagian manusia kadang mengalahkan segalanya. Meremehkan apa yang rendah di bawah kita. Dan sering mengelak atas nama (ketidak)mampu(an) dan (ketidak)punya(an)

Bukankah haji itu untuk yang mampu, Pak? Ya, tenaga, ya biaya... tidak perlu memaksa kalau memang belum mampu, kan?

Mampu menurut siapa, Bu? Bukan menurut Pak RT atau Pak RW atau Pak Lurah, kan? Mampu itu, kita sendiri yang menentukan. Karena itu berhubungan langsung dengan kita. Sama dengan sanggup atau tidak, bisa atau tidak, berani atau tidak. Semua hal itu adalah kita sendiri yang menentukan. Kalau kita menghakimi diri kita tidak mampu, tidak sanggup, tidak bisa, tidak berani, maka itu juga-lah yang akan kita rasakan. Tapi, kalau kita memvonis diri kita mampu, sanggup, bisa dan berani, maka Insya Allah, Allah akan memudahkan segala jalan kita.

Subhanallah... seorang tukang gado-gado tua yang (mungkin) tidak pernah merasakan pendidikan sampai tinggi, namun memiliki pemikiran yang mulia dan luar biasa.
Siang ini, di bawah siraman terik matahari, aku merasakan kesejukkan yang nyata dari ucapan si penjual gado-gado. Pelajaran berharga yang diberikan oleh bapak tua ini tanpa disadarinya. Pelajaran yang mungkin tidak di dapat di sekolah manapun.

Kadang, kita memang tidak akan pernah tahu akan mendapat pelajaran hidup apa sekarang... dan dari siapa... dari siapapun itu, akan dapat mengubah cara pandang hidup kita. Semoga...

Senin, November 28, 2011

Ketika seorang ibu sakit

Melihat ibuku terbaring lemah dan raut lelah yang mendampinginya, sungguh aku tak ingin menggantikan posisinya. Bukan karena tak ingin atau durhaka, namun aku tahu, seorang Ibu akan lebih menderita ketika anaknya yang sakit, terbaring lemah, dan tak ada senyum di wajahnya. Karenanya, aku lebih ingin selalu ada buatnya. Mendampinginya dan menjadi kekuatan untuknya. Selalu siap kapanpun beliau membagi rasanya untukku.

Beliau sedang sakit. Mungkin kelelahan mengurus semua keperluan rumah. Aku rasa memang tenaga tuanya tak lagi mampu mengurus semuanya sendirian. Tidak lagi bisa, walau beliau selalu mengatakan sanggup mengurusi semuanya tanpa pembantu. Ya, dan hasilnya adalah seperti sekarang. Sakit.

Meski terlihat lemah, tapi beliau masih memikirkan akan makan apa anak-anaknya, rumah belum beres, dan semua hal yang berhubungan dengan rumah tangga. Seorang ibu benar2 luar biasa. Dirinya adalah nomor dua dalam pikirannya, keluargalah yang menempati peringkat pertama, meski sedang sakit sekalipun.

Saat ini, sungguh aku tak ingin menggantikannya. Karena aku lebih memilih untuk menjadi kekuatan yang selalu ada buatnya.