Senin, Oktober 10, 2016

Disinilah saya sekarang

Malang, 10 Oktober 2016 *latepost*

Sejak tanggal 9 Agustus 2016 kemarin saya resmi menjadi anak malang lagi. Kembali berkutat dengan tugas dan buku-buku. Entah kenapa saya memilih ini. Kalau diruntut dari awal, mungkin memang ini yang saya inginkan... 4 tahun yang lalu.

Beasiswa Bappenas. Tahun 2012 saya dapat telpon dari seorang teman yang sudah seperti saudara bagi saya, bahwa ada beasiswa bappenas. Mungkin saja kamu berminat, katanya. Waktu itu status saya masih seorang staf di sebuah instansi pemerintahan. FYI, jika sudah bekerja di instansi pemerintahan, gelar itu sudah tidak begitu dibutuhkan lagi. Cukup loyalitas pada pimpinan, dan cakap dalam pekerjaan. Namun, entah kenapa, saat itu, saya ingin 'menghirup' udara yang lain. Ingin 'lepas' sejenak dari penat. Dari jenuh.

Jadilah saya mulai mengurus pendaftaran. Surat legalitas dan lain-lain. Dari Kantor ke BKD, balik kantor lagi, revisi, BKD lagi... sampai 3 kali balik. Lalu kelar. Ikut tes potensi akademik.. dan lulus. Tapi gagal di tes TOEFLnya. Karena telinga saya mungkin yang agak bermasalah, atau memang saya tidak pandai bahasa itu. *alasan*

Itu 2012.
Ya, 4 tahun yang lalu mungkin saya masih bersemangat untuk ikut begituan. Perlahan, tiap tahun semangat saya mulau menurun. Entah apa yang membuat saya tetap kekeuh ikut tes penerimaan beasiswa itu. Dan akhirnya, setelah empat kali ikut tes -ya, empat kali- disinilah saya berada sekarang. Kota Malang. Menempuh kembali pendidikan tanpa mengeluarkan uang, seperti keinginan saya dulu. Beasiswa Bappenas, 'hutang' yang harus dipertanggung-jawabkan. 

Jumat, November 20, 2015

Welcome, baby :)) #latepost

"Vania sudah mau melahirkan, mama ngantar ke rumah bude in dulu."
Sms itu masuk pagi ini jam 8 ke hapeku. Ah, ya... memang sudah tanggalnya ya. Seharusnya malah tanggal 23 Oktober 2015, tapi ini mundur sampai tanggal 26 Oktober 2015. 

Padahal bukan aku yang mau melahirkan, tapi kenapa jadi ikutan gugup begini. Nasi kuning yang semula sudah kubuka dan siap disantap, malah terlihat tidak menggiurkan lagi -,- Lancarkan, Ya Allah... Mudahkan prosesnya... kalimat-kalimat itu yang terus mengalir dalam hatiku. 

Pukul 9, ibu sms lagi. Lapar, katanya, minta tolong belikan roti dan minuman ringan. Bergegas aku beli beberapa roti, nasi bungkus yang siap saji dan minuman. Sampai di rumah bude In, yang dalam hal ini bertidak sebagai bidan (ya, bude In memang bidan), bungkusan bermacam makanan itu langsung kuserahkan ke ibu. Kebetulan saat itu masih sepi, jadi aku bisa masuk dan melihat proses melahirkan. Vania masih kesakitan, meskipun kata asisten bidannya bilang sudah ada tanda-tanda mau keluar bayinya. 

Aku kira aku bakal kuat melihat seorang perempuan dalam kondisi menjelang melahirkan. Tapi ternyata tidak begitu. Mendadak muncul perasaan ikut mulas, pengen muntah, mata berkaca-kaca dan pusing mulai merayap. Langsung aku minta ijin ibu untuk pulang duluan. Ternyata sekitar pukul 10-an bayinya keluar \^^/

Alhamdulillah... Sehat. Berat 3,9 kg dan Panjang 51 cm. Bayi kecil yang diberi nama "Muhammad Aghni Syailendra"

Welcome to the world, baby boy. Semoga menjadi anak yang sehat, bermanfaat dan tidak lupa selalu bersyukur dan bahagia :))


#latepost

Senin, Agustus 24, 2015

Cuti yang ter-pending ;(

Yah, seharusnya bulan Agustus ini saya punya jatah cuti. Lebih tepatnya saya sudah ancang-ancang untuk ambil cuti. Saya ambil mulai tanggal 14 s/d 21 Agustus 2015. Paling tidak saya hanya cuti 5 hari tapi dapatnya hampir 10 hari. Saya akan beli salah satu tiket, entah ke Ambon, Makassar atau Palembang. Setidaknya di tiga kota itu ada seseorang yang akan saya kunjungi. Orang istimewa? Bisalah dikatakan begitu. Atau rencana kedua saya adalah saya akan beli tiket ke Ambon, separuh jatah cuti saya akan terbang ke Makassar, dari sana baru saya balik ke Jawa lagi. Yah, seperti itu kira-kira rencana saya. 

Tempat-tempat yang akan saya datangi-pun juga makanan yang akan saya lahap disana sudah saya list. Pantai Ose, Piru, Papeda, Bantimurung di Makassar (lagi), Tanah Toraja, Losari, Cotto Makassar, Lasinrang, dan beberapa makanan dan tempat yang mungkin akan saya kunjungi (jika ada waktu) 

Yah, saya kira matanglah rencana saya itu. 

Tapi..... eksekusinya..... Gagal Total!!!! ;(;(;(;(

Alasan? 
1. Tiket ke Ambon dan Makassar lagi over high harganya. ;(
2. Seseorang yang akan saya kunjungi di Makassar tidak dapat saya hubungi sampai mendekati hari H pemesanan tiket.
3. Yang paling bikin syedih, permohonan cuti yang tidak bisa di-ACC di karenakan bertepatan dengan HUT RI yang artinya akan banyak kegiatan di Dinas.

Well, sebagus, se-teliti, se-akurat atau se-matang apapun sebuah rencana yang dibuat, semua kembali kepada eksekusinya. Tanpa eksekusi yang berhasil, rencana tinggallah sebuah coretan di atas kertas atau hanya khayalan di alam mimpi ;D

Semoga cuti selanjutnya bisa segera di ACC ^^