Selasa, Januari 03, 2012

(129) Hari pertama menampakkan diri di 2012

Hari ini hari pertama masuk kerja di tahun 2012. Cuaca cerah sejak pagi, berharap pekerjaanku selama 2012 kelak juga akan secerah pagi ini. Bukan hanya pekerjaa. Berharap kesempurnaan setengah Dien-ku juga dapat terpenuhi secepatnya. Aku tidak minta macam-macam, hanya ingin 'pangeran berkuda' itu datang dan dia adalah orang yang kuharapkan. I wish...

Hari ini, doaku berisi namamu. Hm, ingin sekali berteriak memanggilnya, supaya kamu mendengar dan mau pulang sejenak. Hanya sebentar saja, biar aku bisa melihat wajahmu langsung. Tidak selalu harus membuka twiter dulu atau fb hanya untuk melihat mukamu. Kuteriakkan nggak ya?????

Hmmmpphhh..... wah, susah keluar juga. Ya, baiklah, akan kuteriakkan dalam hati, berharap kau merasakan hal yang sama. Terima kasih

Oia, aku ingin mengatakan bahwa hari ini aku resmi.... pakai behel

Minggu, Januari 01, 2012

Hari terakhir 2011

31 Desember.... Hari terakhir pada tiap tahun. Hari yang dielu-elukan, dirayakan oleh seluruh umat di dunia. Pesta pora, kembang api, toast memakai gelas, konvoi motor di jalanan, pokoknya euforia malam tahun baru melebihi tahun baru itu sendiri. Malam 31 Desember lebih heboh dari pada tanggal 1 Januarinya.

Kegembiraan itu sebenarnya maknanya apa, ya? Kalau dipikir dengan seksama, bukankah tahun baru sama dengan usia berkurang? Haduh, mengetahui itu jadi takut juga. Hm, ngomongin tahun baru identik dengan resolusi atau rencana yang ingin dicapai di tahun yang baru. Kutetapkan bahwa menikah adalah resolusi utamaku. Ya, meskipun semuanya memang terserah tulisan dari Yang Kuasa. Berharap boleh, kan? Kemudian digenapkan dengan doa. Kemudian kedua, karena di tahun sebelumnya yaitu 2011 mimpi untuk bisa menerbitkan prakarya berupa tulisan sudah terwujud, maka untuk tahun 2012, minimal ada dua karya lagi yang bisa dihasilkan. Yang ketiga, hm... apa, ya? Lebih berkaitan dengan yang pertama mungkin. Ingin punya BAYI! Ingin sekali merasakan menjadi Ibu, hahaha. Yang keempat, mem-wisatakan ibu, bapak, sama adek tanpa mereka harus mengeluarkan biaya, hehehe. Amin.

Well, apapun resolusiku, yang paling utama dan terpenting adalah menjadi pribadi yang lebih baik dari pada tahun sebelumnya, menjadi kebanggaan bagi orang sekitar, dan tidak lagi mengecewakan Sang Pencipta.

Happy New Year 2012... Be the Better Person!!

(127) Malaikat Kecil Sahabatku...

Bayi...
Malaikat kecil yang diturunkan Tuhan untuk kebahagiaan siapapun yang menunggunya. Surga yang nyata di dunia, katanya. Dan aku baru saja melihatnya. Perempuan mungil yang dilahirkan oleh sahabat seumur hidupku secara normal dengan berat 3,7 kg dan panjang 50 cm melalui tarikan nafas yang tidak gampang.
Dia lucu, merah, dan berambut hitam tebal. Namanya... ehm, sepertinya belum bernama. Mungkin harus menunggu sampai tujuh hari dulu. Bahkan telinganya belum di tindik. Saat kami datang, dia masih tidur. Tapi, hawa udara yang panas dan gerah membuatnya terbangun. Tapi, kurasa bukan karena itu, dia haus. Gerah yang membangunkannya hanya efek lain saja. 
Si pria, yang bertanggung jawab atas keberadaan bayi itu, menggendongnya dan menidurkan pada pangkuan istrinya. Sesuatu yang mungil itu mulai menyusu. Lalu terdiam dari tangisnya. Meminum ASI yang di miliki sang Ibu dengan lahap. Dengan pandangan terpesona dan masih dalam tahap tidak percaya, wanita yang melahirkannya menatap dengan peuh syukur dan kasih sayang. Lambat, lalu tertidur lagi. Si pria lagi-lagi mengambil dan menaruhnya di tampat tidur bayi. Pemandangan yang indah, kan?
Semoga Allah Sang Penjaga, senantiasa mendampinginya dalam langkah menapaki hidup. Mewarnai segala hal dengan kebaikan. Berguna bagi keluarga dan sekitarnya. Dan kelak, Allah akan menjadikannya sebagai perempuan yang Sholehah.
Hm... melihatnya membuatku ingin merasakan kehidupan menjadi istri dan ibu. Suatu hari kelak, ingin seperti mereka, atau paling tidak merasakan hal yang sama.