Selasa, Agustus 02, 2011

11 maret 2011


Hari ini aku berdoa lebih keras dari biasanya
Entah kenapa?
Hanya bila kesusahan saja manusia mau berlutut pada-Nya
Dan aku adalah manusia

Tangan ini bertaut
Meminta kekuatan pada yang Maha Kuat
Agar raga ini dapat bertopang tegak
Agar nafas ini dapat berhembus ringan
Agar nadi ini dapat berdenyut sesuai kodratnya

Hari ini harusnya menjadi awal kehidupan yang baru
Yang-mungkin-dapat menghadirkan surga
Namun tiba-tiba semuanya tidak sesuai dengan asa
Yang telah dirajut

Hari itu, berusaha untuk merelakan satu hati terkoyak
Saat hati yang diharapkannya memilih bersanding dengan jiwa-jiwa
Yang mampu memberinya kebahagiaan
Satu tempat, mencoba menjabat tangan dengan senyuman
Di tempat lain, tak dapat menahan butiran bening-bening
yang berjudul dirimu
walau telah mencoba, namun kenangan yang telah terjadi
selalu menghantui
aku meminta pada Yang Maha Membolak-balikkan Hati
agar engkau dapat berganti nama dalam hatiku
hingga aku bisa memanggilmu dengan nama yang baru
Teman

**Catatan 11 Maret 2011**

Senin, Agustus 01, 2011

Potret hari ini 1 : Ternyata air bersih mahal

Tanggal 29 Juli 2011, ketika sedang menunggu loket askes Dr. Sutomo Surabaya buka, aku membeli makanan di sebuah warung kecil di depan rumah sakit itu. Saat itulah aku melihat sesuatu yang membuatku mengernyitkan dahi dan menanyakan.
Apakah air itu memang sudah dihargai?
Bukankah air itu Tuhan yang buat, dan diperuntukkan untuk umatnya?
Lantas kenapa bisa diperjualbelikan?
Sesosok ibu tua dengan membawa gelas plastik yang agak kusam masuk ke dalam warung tempatku makan. Dengan menyodorkan dua lembar kucel uang seribuan, si ibu membeli segelas air panas. Hanya segelas air tawar yang panas dengan dengan harga yang sama dengan segelas es jeruk di tempatku.Dan untuk segelas air dingin dihargai dengan selembar uang seribuan. Bukankah terlalu mahal?
Ataukah memang di kota metropolitan air bersih sudah sangat langka?
Dan wajib bagi yang tidak bisa mendapatkan air bersih, mereka harus membelinya??

Lagi-lagi untuk....

Cerita baru saja dimulai
Lembaran hati telah siap ditulis kembali
Bagai embun yang menyentuh semua yang ada di bumi
Dialah penyejuk
Bagi hati yang sepi

Kau matahari
Yang memberi sinarnya tanpa diminta
Cahaya yang menghangatkan
Bagi hati yang kosong dan perih

Kau datang saat ku rapuh
Meyakinkanku bahwa
Langitpun akan menghadirkan cerah di sela-sela mendungnya
Dan hidup tidak melulu tentang tawa
Karena tangis akan mengajari kita
Bagaimana tertawa dan menghargainya


Senyum yang selalu kau tawarkan
Bukan sekedar sunggingan bibir belaka
Itu adalah semangat
Itu adalah Keikhlasan
Itu adalah ketulusan
Yang dengan ketiganya kau menghadapi sesuatu yang disebut (ke)hidup(an)

Seperti matahari yang selalu setia pada siang
Seperti bintang yang selalu menemani malam
Itulah sosokmu di dalam sini
Di hati

**untuk Enbi dan Ebhy** 
PS. untuk Mr. Z :)